<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenperin Realokasi Anggaran Rp113,15 Miliar demi Atasi Virus Corona</title><description>Kementerian Perindustrian melakukan realokasi anggarannya untuk penanganan virus corona (covid-19) di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194846/kemenperin-realokasi-anggaran-rp113-15-miliar-demi-atasi-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194846/kemenperin-realokasi-anggaran-rp113-15-miliar-demi-atasi-virus-corona"/><item><title>Kemenperin Realokasi Anggaran Rp113,15 Miliar demi Atasi Virus Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194846/kemenperin-realokasi-anggaran-rp113-15-miliar-demi-atasi-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194846/kemenperin-realokasi-anggaran-rp113-15-miliar-demi-atasi-virus-corona</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/20/2194846/kemenperin-realokasi-anggaran-rp113-15-miliar-demi-atasi-virus-corona-WKJvXnDreP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/20/2194846/kemenperin-realokasi-anggaran-rp113-15-miliar-demi-atasi-virus-corona-WKJvXnDreP.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian melakukan realokasi anggarannya untuk penanganan virus corona (covid-19) di Indonesia. Adapun anggaran yang disiapkan untuk penanganan covid-19 adalah sebesar Rp113,15 miliar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, memang anggaran yang disiapkan tergolong sedikit. Namun menurutnya, realokasi yang dilakukan sudah maksimal mengingat anggaran dari Kementerian Perindustrian dalam APBN 2020 hanya sebesar Rp2,9 triliun saja.
&quot;Sehingga total rencana realokasi Rp113,15 miliar memang tidak besar karena anggaran kami hanya Rp2,9 triliun,&quot; ujarnya dalam Rapat Kerja Virtual dengan Komisi VI, Senin (6/4/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/24/62362/319734_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melemah Berhari-Hari, Rupiah Ditutup Menguat 75 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, Agus berharap dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) untuk masalah realokasi anggaran ini. Sehingga seluruh program pemerintah dalam penanganan covid-19 ini bisa dijalankan dengan baik.
&quot;Tentu dari kami Kemenperin akan siap dan senang apabila dalam implementasi bekerjasama ddengan anggota komisi VI agar program ini bisa berjalan dengan baik,&quot; ucapnya.
Adapun rincian Realokasi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian perindustrian adalah, untuk Sekertariat Jenderal merealokasi anggarannya sebesar Rp707 juta. Kemudian untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Agro sebesar Rp105,20 juta.
Lalu Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) merealokasi  angarannya sebesar Rp4,2 miliar. Kemudian untuk Ditjen Industri Mesin,  Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) sebesar Rp4,86 miliar.
Selanjutnya untuk Ditjen Industri Kecil Menengah, dan Aneka (IKMA)  sebesar Rp92,7 miliar. Sedangkan untuk Ditjen Ketahanan, Perwilayahan,  dan Akses Industri Internasional (KPAII) hanya sebesar Rp60 juta.
Lalu ada Badan Penelitian dan pengembangan Industri yang merealokasi  anggarannya sebesar Rp4,6 miliar. Dan ada Badan Pengembangan Sumber Daya  Manusia (SDM) Industri dan Inspektorat Jenderal yang masing masing  merealokasi anggarannya sebesar Rp5,7 miliar dan Rp105,5 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian melakukan realokasi anggarannya untuk penanganan virus corona (covid-19) di Indonesia. Adapun anggaran yang disiapkan untuk penanganan covid-19 adalah sebesar Rp113,15 miliar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, memang anggaran yang disiapkan tergolong sedikit. Namun menurutnya, realokasi yang dilakukan sudah maksimal mengingat anggaran dari Kementerian Perindustrian dalam APBN 2020 hanya sebesar Rp2,9 triliun saja.
&quot;Sehingga total rencana realokasi Rp113,15 miliar memang tidak besar karena anggaran kami hanya Rp2,9 triliun,&quot; ujarnya dalam Rapat Kerja Virtual dengan Komisi VI, Senin (6/4/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/24/62362/319734_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melemah Berhari-Hari, Rupiah Ditutup Menguat 75 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, Agus berharap dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) untuk masalah realokasi anggaran ini. Sehingga seluruh program pemerintah dalam penanganan covid-19 ini bisa dijalankan dengan baik.
&quot;Tentu dari kami Kemenperin akan siap dan senang apabila dalam implementasi bekerjasama ddengan anggota komisi VI agar program ini bisa berjalan dengan baik,&quot; ucapnya.
Adapun rincian Realokasi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian perindustrian adalah, untuk Sekertariat Jenderal merealokasi anggarannya sebesar Rp707 juta. Kemudian untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Agro sebesar Rp105,20 juta.
Lalu Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) merealokasi  angarannya sebesar Rp4,2 miliar. Kemudian untuk Ditjen Industri Mesin,  Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) sebesar Rp4,86 miliar.
Selanjutnya untuk Ditjen Industri Kecil Menengah, dan Aneka (IKMA)  sebesar Rp92,7 miliar. Sedangkan untuk Ditjen Ketahanan, Perwilayahan,  dan Akses Industri Internasional (KPAII) hanya sebesar Rp60 juta.
Lalu ada Badan Penelitian dan pengembangan Industri yang merealokasi  anggarannya sebesar Rp4,6 miliar. Dan ada Badan Pengembangan Sumber Daya  Manusia (SDM) Industri dan Inspektorat Jenderal yang masing masing  merealokasi anggarannya sebesar Rp5,7 miliar dan Rp105,5 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
