<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Episode Virus Corona Belum Selesai</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan kejadian luar biasa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194907/sri-mulyani-episode-virus-corona-belum-selesai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194907/sri-mulyani-episode-virus-corona-belum-selesai"/><item><title>Sri Mulyani: Episode Virus Corona Belum Selesai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194907/sri-mulyani-episode-virus-corona-belum-selesai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/20/2194907/sri-mulyani-episode-virus-corona-belum-selesai</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/20/2194907/sri-mulyani-episode-virus-corona-belum-selesai-dZBcZEXNlL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/20/2194907/sri-mulyani-episode-virus-corona-belum-selesai-dZBcZEXNlL.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan kejadian luar biasa (extra ordinary) yang terjadi di hampir seluruh negara. Tak terkecuali di Indonesia yang sudah mencapai 2.273 pasien positif corona per Minggu 5 April 2020.


&quot;Pandemi covid-19 merupakan kejadian extra ordinary dan belum selesai episodenya,&quot; kata Sri Mulyani saat rapat online di DPR, Jakarta, Senin (6/4/2020).
Baca Juga: Hadapi Covid-19, Sri Mulyani: Semua Negara Keluarkan Kebijakan Extraordinary
Sri Mulyani menambahkan, diproyeksi eskalasi pandemi covid-19 memuncak di semua negara pada April dan Mei. Untuk itu, kata Sri Mulyani dilakukan berbagai kebijakan dengan mengeluarkan stimulus yang extra ordinary juga termasuk Indonesia.

&quot;Di bidang penanganan covid, penyempurnaan langkah-langkah dan tidak ada saat ini satu rumus yang sukses. Semua saling melihat antar negara,&quot; katanya.
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani: AS Siapkan USD2 Triliun Perangi Corona hingga Italia Kesulitan Anggaran
Menurut Sri Mulyani, pemerintah Indonesia sudah melakukan tindakan penanganan covid-19 sesuai kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia, termasuk imbauan tidak mudik Lebaran 2020.

&quot;Kita tidak boleh panik karena tidak boleh tularkan kepanikan yang bisa tingkatkan risiko kematian. Atau salah langkah seperti lockdown di India, jadi chaos,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 merupakan kejadian luar biasa (extra ordinary) yang terjadi di hampir seluruh negara. Tak terkecuali di Indonesia yang sudah mencapai 2.273 pasien positif corona per Minggu 5 April 2020.


&quot;Pandemi covid-19 merupakan kejadian extra ordinary dan belum selesai episodenya,&quot; kata Sri Mulyani saat rapat online di DPR, Jakarta, Senin (6/4/2020).
Baca Juga: Hadapi Covid-19, Sri Mulyani: Semua Negara Keluarkan Kebijakan Extraordinary
Sri Mulyani menambahkan, diproyeksi eskalasi pandemi covid-19 memuncak di semua negara pada April dan Mei. Untuk itu, kata Sri Mulyani dilakukan berbagai kebijakan dengan mengeluarkan stimulus yang extra ordinary juga termasuk Indonesia.

&quot;Di bidang penanganan covid, penyempurnaan langkah-langkah dan tidak ada saat ini satu rumus yang sukses. Semua saling melihat antar negara,&quot; katanya.
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani: AS Siapkan USD2 Triliun Perangi Corona hingga Italia Kesulitan Anggaran
Menurut Sri Mulyani, pemerintah Indonesia sudah melakukan tindakan penanganan covid-19 sesuai kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia, termasuk imbauan tidak mudik Lebaran 2020.

&quot;Kita tidak boleh panik karena tidak boleh tularkan kepanikan yang bisa tingkatkan risiko kematian. Atau salah langkah seperti lockdown di India, jadi chaos,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
