<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penanganan Covid-19 Tepat, Kondisi Rupiah Bisa Terus Membaik</title><description>Pergerakan nilai tukar Rupiah pekan ini masih dipengaruhi oleh penyebaran virus corona atau covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2194919/penanganan-covid-19-tepat-kondisi-rupiah-bisa-terus-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2194919/penanganan-covid-19-tepat-kondisi-rupiah-bisa-terus-membaik"/><item><title>Penanganan Covid-19 Tepat, Kondisi Rupiah Bisa Terus Membaik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2194919/penanganan-covid-19-tepat-kondisi-rupiah-bisa-terus-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2194919/penanganan-covid-19-tepat-kondisi-rupiah-bisa-terus-membaik</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/278/2194919/penangangan-covid-19-tepat-kondisi-rupiah-bisa-terus-membaik-xfNV1BLwDw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/278/2194919/penangangan-covid-19-tepat-kondisi-rupiah-bisa-terus-membaik-xfNV1BLwDw.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah pekan ini masih dipengaruhi oleh penyebaran virus corona atau covid-19. Pasalnya, penyebaran virus corona di sejumlah negara memicu risiko perlambatan ekonomi.
&quot;Perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah Covid 19,&quot; kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Senin (6/4/2020).
Dia menjelaskan, pertimbangan eskalasi Covid-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global yang cukup signifikan dan bahkan berpotensi mengalami pertumbuhan negatif pada tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kemenperin Realokasi Anggaran Rp113,15 Miliar demi Atasi Virus Corona
 
Secara rinci, Josua menuturkan, beberapa lembaga internasional misalnya the Economist Intelligence Unit memperkirakbahwa tahun ini pertumbuhan global berpotensi berkisar -2,2%. Sementara IMF juga memperkirakan dampak Covid 19 signifikan sehingga IMF menyebutkan bahwa perekonomian global pada tahun ini berpotensi masuk pada resesi perekonomian yang lebih severe dibandingkan krisis keuangan global.
&quot;Dari peningkatan risiko global tersebut, volatilitas di pasar keuangan global cenderung meningkat dan bahkan sentimen risk-averse mendominasi di pasar keuangan negara berkembang karena investor global masih cenderung shifting pada asset keuangan yang aman (safe haven),&quot; tukasnya.

Walau begitu, dia menjelaskan, nilai Rupiah bersama sejumlah indicator perekonomian akan membaik seiring dengan penanganan yang baik atas covid-19 ini.
&amp;ldquo;Dengan penanganan krisis kesehatan yang baik, maka dampak ekonomi dari Covid-19 pun akan dapat diatasi segera dimana stimulus fiskal, moneter yang sifatnya counter cyclical yang dikeluarkan akan dapat efektif mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah pekan ini masih dipengaruhi oleh penyebaran virus corona atau covid-19. Pasalnya, penyebaran virus corona di sejumlah negara memicu risiko perlambatan ekonomi.
&quot;Perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah Covid 19,&quot; kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Senin (6/4/2020).
Dia menjelaskan, pertimbangan eskalasi Covid-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global yang cukup signifikan dan bahkan berpotensi mengalami pertumbuhan negatif pada tahun ini.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kemenperin Realokasi Anggaran Rp113,15 Miliar demi Atasi Virus Corona
 
Secara rinci, Josua menuturkan, beberapa lembaga internasional misalnya the Economist Intelligence Unit memperkirakbahwa tahun ini pertumbuhan global berpotensi berkisar -2,2%. Sementara IMF juga memperkirakan dampak Covid 19 signifikan sehingga IMF menyebutkan bahwa perekonomian global pada tahun ini berpotensi masuk pada resesi perekonomian yang lebih severe dibandingkan krisis keuangan global.
&quot;Dari peningkatan risiko global tersebut, volatilitas di pasar keuangan global cenderung meningkat dan bahkan sentimen risk-averse mendominasi di pasar keuangan negara berkembang karena investor global masih cenderung shifting pada asset keuangan yang aman (safe haven),&quot; tukasnya.

Walau begitu, dia menjelaskan, nilai Rupiah bersama sejumlah indicator perekonomian akan membaik seiring dengan penanganan yang baik atas covid-19 ini.
&amp;ldquo;Dengan penanganan krisis kesehatan yang baik, maka dampak ekonomi dari Covid-19 pun akan dapat diatasi segera dimana stimulus fiskal, moneter yang sifatnya counter cyclical yang dikeluarkan akan dapat efektif mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
