<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taklukan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp16.412/USD   </title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2195053/taklukan-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp16-412-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2195053/taklukan-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp16-412-usd"/><item><title>Taklukan Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp16.412/USD   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2195053/taklukan-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp16-412-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/278/2195053/taklukan-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp16-412-usd</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/278/2195053/taklukan-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp16-412-usd-1a5Jbc64Ae.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/278/2195053/taklukan-dolar-as-rupiah-menguat-ke-rp16-412-usd-1a5Jbc64Ae.jpg</image><title>Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan akhir perdagagangan sore ini. Rupiah bergerak menguat ke Rp16.400-an per USD.
Mengutip Bloomberg Dollar Index, Senin (6/4/2020) pukul 18.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 17 poin atau 0,11% ke level Rp16.412 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp16.412-Rp16.562 per USD.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penanganan Covid-19 Tepat, Kondisi Rupiah Bisa Terus Membaik
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat Rupiah melemah 60 poin atau 0,36% ke level Rp16.460 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp16.460-Rp16.460 per USD.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar Rupiah pekan ini masih dipengaruhi oleh penyebaran virus corona atau covid-19. Pasalnya, penyebaran virus corona di sejumlah negara memicu risiko perlambatan ekonomi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenperin Realokasi Anggaran Rp113,15 Miliar demi Atasi Virus Corona
&quot;Perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah Covid 19,&quot; kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Senin (6/4/2020).
Dia menjelaskan, pertimbangan eskalasi Covid-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global yang cukup signifikan dan bahkan berpotensi mengalami pertumbuhan negatif pada tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan akhir perdagagangan sore ini. Rupiah bergerak menguat ke Rp16.400-an per USD.
Mengutip Bloomberg Dollar Index, Senin (6/4/2020) pukul 18.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 17 poin atau 0,11% ke level Rp16.412 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp16.412-Rp16.562 per USD.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penanganan Covid-19 Tepat, Kondisi Rupiah Bisa Terus Membaik
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat Rupiah melemah 60 poin atau 0,36% ke level Rp16.460 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp16.460-Rp16.460 per USD.
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar Rupiah pekan ini masih dipengaruhi oleh penyebaran virus corona atau covid-19. Pasalnya, penyebaran virus corona di sejumlah negara memicu risiko perlambatan ekonomi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenperin Realokasi Anggaran Rp113,15 Miliar demi Atasi Virus Corona
&quot;Perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah Covid 19,&quot; kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Senin (6/4/2020).
Dia menjelaskan, pertimbangan eskalasi Covid-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global yang cukup signifikan dan bahkan berpotensi mengalami pertumbuhan negatif pada tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
