<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Siap Produksi APD Berbahan Lokal Tersertifikat WHO</title><description>Permasalahan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 masih menjadi sorotan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194841/indonesia-siap-produksi-apd-berbahan-lokal-tersertifikat-who</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194841/indonesia-siap-produksi-apd-berbahan-lokal-tersertifikat-who"/><item><title>Indonesia Siap Produksi APD Berbahan Lokal Tersertifikat WHO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194841/indonesia-siap-produksi-apd-berbahan-lokal-tersertifikat-who</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194841/indonesia-siap-produksi-apd-berbahan-lokal-tersertifikat-who</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/320/2194841/indonesia-siap-produksi-apd-berbahan-lokal-tersertifikat-who-tgiO58Digq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masker (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/320/2194841/indonesia-siap-produksi-apd-berbahan-lokal-tersertifikat-who-tgiO58Digq.jpg</image><title>Masker (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Permasalahan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 masih menjadi sorotan. Tak hanya di Indonesia, akan tetapi menjadi permasalahan global.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVid-19 Doni Monardo mengatakan, di tengah kelangkaan tersebut sejumlah pihak baik perguruan tinggi, kemenkes dan para peneliti telah bekerja sama dalam memproduksi APD. Di mana, APD tersebut berbahan baku lokal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daftar Pekerjaan yang Dapat Pengecualian dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar
&quot;Kemungkinan besar pada periode yang akan datang kita akan bisa memproduksi APD dengan bahan bakju lokal,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Selain itu, lanjutnya, APD tersebut akan mendapatkan sertifikat dari WHO. Sehingga ketergantungan akan APD dari luar negeri bisa teratasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cepat Tangani Covid-19, Izin Impor Alat Kesehatan Cukup dari BNPB
Dirinya pun saat ini masih menerima sebanyak 570 ribu APD. Di mana telah terdistribusi sebanyak 390 ribu APD ke seluruh daerah.

&quot;Adapun yang terakhir tiba siang ini sebanyak 105 ribu dan ini pun akan segera kita prioritaskan untuk kita distribuskan terutama pada rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah-daerah terdampak,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Permasalahan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 masih menjadi sorotan. Tak hanya di Indonesia, akan tetapi menjadi permasalahan global.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVid-19 Doni Monardo mengatakan, di tengah kelangkaan tersebut sejumlah pihak baik perguruan tinggi, kemenkes dan para peneliti telah bekerja sama dalam memproduksi APD. Di mana, APD tersebut berbahan baku lokal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Daftar Pekerjaan yang Dapat Pengecualian dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar
&quot;Kemungkinan besar pada periode yang akan datang kita akan bisa memproduksi APD dengan bahan bakju lokal,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Selain itu, lanjutnya, APD tersebut akan mendapatkan sertifikat dari WHO. Sehingga ketergantungan akan APD dari luar negeri bisa teratasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cepat Tangani Covid-19, Izin Impor Alat Kesehatan Cukup dari BNPB
Dirinya pun saat ini masih menerima sebanyak 570 ribu APD. Di mana telah terdistribusi sebanyak 390 ribu APD ke seluruh daerah.

&quot;Adapun yang terakhir tiba siang ini sebanyak 105 ribu dan ini pun akan segera kita prioritaskan untuk kita distribuskan terutama pada rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah-daerah terdampak,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
