<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terhantam Badai Corona, Pengusaha Minta Tunda Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan</title><description>Pelaku industri meminta beberapa keringanan kepada pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194950/terhantam-badai-corona-pengusaha-minta-tunda-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194950/terhantam-badai-corona-pengusaha-minta-tunda-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan"/><item><title>Terhantam Badai Corona, Pengusaha Minta Tunda Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194950/terhantam-badai-corona-pengusaha-minta-tunda-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/06/320/2194950/terhantam-badai-corona-pengusaha-minta-tunda-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan</guid><pubDate>Senin 06 April 2020 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/06/320/2194950/terhantam-badai-corona-pengusaha-minta-tunda-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan-jziLXrqpIW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/06/320/2194950/terhantam-badai-corona-pengusaha-minta-tunda-bayar-iuran-bpjs-ketenagakerjaan-jziLXrqpIW.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Pelaku industri meminta beberapa keringanan kepada pemerintah. Mengingat bisnis dan kinerja keuangan dari para pelaku industri kini sudah mulai terdampak dari virus corona (Covid-19).
Baca Juga: Gara-Gara Covid-19, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Bisa Tembus Rp853 Triliun
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, salah satu yang diminta oleh perusahaan industri adalah penundaan pembayaran iuran dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penundaan pembayaran diminta sampai situasi tentang virus corona ini berakhir.

&quot;Pertama mereka menginginkan adanya penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan,&quot; ujarnya dalam rapat kerja virtual dengan Komisi VI DPR, Senin (6/4/2020).
Baca Juga: Bisnis Terdampak Covid-19, Pengusaha Ingin Bayar THR Walau Pakai Utang
Selain itu lanjut Agus, para pengusaha juga meminta agar harga industri bisa tetap dengan patokan dolar Rp14.000 per USD. Mengingat saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah hingga telah melewati Rp16.000 per USD.

&quot;Kemudian juga mereka menyampaikan agar pembelian gas dari PGN bisa menggunakan fix rate ya sebesar Rp14.000 per USD. Sehingga jadi fix rate per USDnya Rp14.000,&quot; kata Agus.
Agus menambahkan, para pengusaha juga meminta keleluasaan untuk  mendapatkan pinjaman dari bank. Hal ini untuk membantu cash flow  perusahaan yang sedang negatif di tengah hantaman virus corona.

&quot;Kemudian mereka inginkan adanya soft loan dari pemerintah untuk  membantu cash flow perusahaan yang bermasalah ya dengan memebrikan bukti  keuangan yang aktual,&quot; kata Agus.

Untuk mengkomodir permintaan ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Nantinya  perbankan BUMN atau Himbara yang akan memberikan bantuan soft loan  kepada para perusahaan yang terdampak langsung virus corona ini .

&quot;Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri BUMN (Erick Thohir) sudah  mendapatkan respons yang postif dari beliau akan mengerahkan bank  Himbara untuk membantu memberikan soft loan kepada industri agar  membantu cashflow dari para industri yang memang sebetulnya sedang  sangat sulit,&quot; kata Agus.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pelaku industri meminta beberapa keringanan kepada pemerintah. Mengingat bisnis dan kinerja keuangan dari para pelaku industri kini sudah mulai terdampak dari virus corona (Covid-19).
Baca Juga: Gara-Gara Covid-19, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Bisa Tembus Rp853 Triliun
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, salah satu yang diminta oleh perusahaan industri adalah penundaan pembayaran iuran dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penundaan pembayaran diminta sampai situasi tentang virus corona ini berakhir.

&quot;Pertama mereka menginginkan adanya penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan,&quot; ujarnya dalam rapat kerja virtual dengan Komisi VI DPR, Senin (6/4/2020).
Baca Juga: Bisnis Terdampak Covid-19, Pengusaha Ingin Bayar THR Walau Pakai Utang
Selain itu lanjut Agus, para pengusaha juga meminta agar harga industri bisa tetap dengan patokan dolar Rp14.000 per USD. Mengingat saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah hingga telah melewati Rp16.000 per USD.

&quot;Kemudian juga mereka menyampaikan agar pembelian gas dari PGN bisa menggunakan fix rate ya sebesar Rp14.000 per USD. Sehingga jadi fix rate per USDnya Rp14.000,&quot; kata Agus.
Agus menambahkan, para pengusaha juga meminta keleluasaan untuk  mendapatkan pinjaman dari bank. Hal ini untuk membantu cash flow  perusahaan yang sedang negatif di tengah hantaman virus corona.

&quot;Kemudian mereka inginkan adanya soft loan dari pemerintah untuk  membantu cash flow perusahaan yang bermasalah ya dengan memebrikan bukti  keuangan yang aktual,&quot; kata Agus.

Untuk mengkomodir permintaan ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Nantinya  perbankan BUMN atau Himbara yang akan memberikan bantuan soft loan  kepada para perusahaan yang terdampak langsung virus corona ini .

&quot;Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri BUMN (Erick Thohir) sudah  mendapatkan respons yang postif dari beliau akan mengerahkan bank  Himbara untuk membantu memberikan soft loan kepada industri agar  membantu cashflow dari para industri yang memang sebetulnya sedang  sangat sulit,&quot; kata Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
