<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD121 Miliar di Tengah Covid-19</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar USD121 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/20/2195305/cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd121-miliar-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/20/2195305/cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd121-miliar-di-tengah-covid-19"/><item><title>Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi USD121 Miliar di Tengah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/20/2195305/cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd121-miliar-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/20/2195305/cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd121-miliar-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Selasa 07 April 2020 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/07/20/2195305/cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd121-miliar-di-tengah-covid-19-wIKNUYn6qH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/07/20/2195305/cadangan-devisa-indonesia-turun-jadi-usd121-miliar-di-tengah-covid-19-wIKNUYn6qH.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar USD121 miliar atau turun USD9,4 miliar dibandingkan posisi akhir Februari 2020 sebesar USD130,4 miliar.
Baca Juga: Amankan Rupiah dari Virus Corona, Bagaimana Cadangan Devisa Indonesia?
Mengutip keterangan resmi BI, Jakarta, Selasa (7/4/2020), posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Baca Juga: Cadangan Devisa Turun USD1,7 Miliar Menjadi ke USD130 Miliar
Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah kondisi extraordinary karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi COVID-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.
Kepanikan pasar keuangan global dimaksud telah mendorong aliran modal  keluar Indonesia dan meningkatkan tekanan Rupiah khususnya pada minggu  kedua dan ketiga bulan Maret 2020.

Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank  Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa  Keuangan (OJK), kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar  kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020. Bank Indonesia  memandang bahwa tingkat nilai tukar Rupiah dewasa ini relatif memadai  dan secara fundamental undervalued dan diperkirakan akan bergerak stabil  dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per USD di akhir tahun 2020.

Selain itu, Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan  devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi  dan sistem keuangan. .</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar USD121 miliar atau turun USD9,4 miliar dibandingkan posisi akhir Februari 2020 sebesar USD130,4 miliar.
Baca Juga: Amankan Rupiah dari Virus Corona, Bagaimana Cadangan Devisa Indonesia?
Mengutip keterangan resmi BI, Jakarta, Selasa (7/4/2020), posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Baca Juga: Cadangan Devisa Turun USD1,7 Miliar Menjadi ke USD130 Miliar
Penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah kondisi extraordinary karena kepanikan di pasar keuangan global dipicu pandemi COVID-19 secara cepat dan meluas ke seluruh dunia.
Kepanikan pasar keuangan global dimaksud telah mendorong aliran modal  keluar Indonesia dan meningkatkan tekanan Rupiah khususnya pada minggu  kedua dan ketiga bulan Maret 2020.

Dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank  Indonesia, berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa  Keuangan (OJK), kondisi pasar berangsur-angsur pulih dan mekanisme pasar  kembali berjalan sejak minggu terakhir Maret 2020. Bank Indonesia  memandang bahwa tingkat nilai tukar Rupiah dewasa ini relatif memadai  dan secara fundamental undervalued dan diperkirakan akan bergerak stabil  dan cenderung menguat ke arah Rp15.000 per USD di akhir tahun 2020.

Selain itu, Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan  devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi  dan sistem keuangan. .</content:encoded></item></channel></rss>
