<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upaya BI Stabilkan Rupiah Dampak di Tengah Kepanikan Global</title><description>Bank Indonesia (BI) menyebut ada kepanikan global pada minggu kedua dan ketiga di bulan ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/278/2195652/upaya-bi-stabilkan-rupiah-dampak-di-tengah-kepanikan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/278/2195652/upaya-bi-stabilkan-rupiah-dampak-di-tengah-kepanikan-global"/><item><title>Upaya BI Stabilkan Rupiah Dampak di Tengah Kepanikan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/278/2195652/upaya-bi-stabilkan-rupiah-dampak-di-tengah-kepanikan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/07/278/2195652/upaya-bi-stabilkan-rupiah-dampak-di-tengah-kepanikan-global</guid><pubDate>Selasa 07 April 2020 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/07/278/2195652/upaya-bi-stabilkan-rupiah-dampak-di-tengah-kepanikan-global-atTUmxp1w6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/07/278/2195652/upaya-bi-stabilkan-rupiah-dampak-di-tengah-kepanikan-global-atTUmxp1w6.jpg</image><title>Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut ada kepanikan global pada minggu kedua dan ketiga di bulan ini. Maka dari itu, BI pun fokus menstabilkan nilai tukar Rupiah dengan menyiapkan cadangan devisa sebesar USD7 miliar.
&quot;Penurunan cadangan devisa ini sebanyak USD2 miliar untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo. Dan USD7 miliar digunakan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. Di mana pada Minggu kedua dan ketiga ada kepanikan global,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo pada telekonfrensi di Jakarta, Selasa (7/4/2020).
Mengutip data BI, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/26/62416/319940_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bank Indonesia Pastikan Ketersediaan Uang Cukup di Tengah Pandemik Corona&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 sebesar USD9,4 miliar. Penurunan itu digunakan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah di tengah pandemi virus Corona atau  Covid-19 atas kepanikan pasar global. Posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar USD121 miliar atau turun USD9,4 miliar dibandingkan posisi akhir Februari 2020 sebesar USD130,4 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut ada kepanikan global pada minggu kedua dan ketiga di bulan ini. Maka dari itu, BI pun fokus menstabilkan nilai tukar Rupiah dengan menyiapkan cadangan devisa sebesar USD7 miliar.
&quot;Penurunan cadangan devisa ini sebanyak USD2 miliar untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo. Dan USD7 miliar digunakan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. Di mana pada Minggu kedua dan ketiga ada kepanikan global,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo pada telekonfrensi di Jakarta, Selasa (7/4/2020).
Mengutip data BI, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/26/62416/319940_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bank Indonesia Pastikan Ketersediaan Uang Cukup di Tengah Pandemik Corona&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bank Indonesia menilai bahwa cadangan devisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa pada Maret 2020 sebesar USD9,4 miliar. Penurunan itu digunakan untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah di tengah pandemi virus Corona atau  Covid-19 atas kepanikan pasar global. Posisi cadangan devisa (Cadev) Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar USD121 miliar atau turun USD9,4 miliar dibandingkan posisi akhir Februari 2020 sebesar USD130,4 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
