<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Virus Corona, Penjualan Industri Automotif Diproyeksi Anjlok 50%</title><description>Dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh industri automotif nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/08/320/2196011/ada-virus-corona-penjualan-industri-automotif-diproyeksi-anjlok-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/08/320/2196011/ada-virus-corona-penjualan-industri-automotif-diproyeksi-anjlok-50"/><item><title>Ada Virus Corona, Penjualan Industri Automotif Diproyeksi Anjlok 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/08/320/2196011/ada-virus-corona-penjualan-industri-automotif-diproyeksi-anjlok-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/08/320/2196011/ada-virus-corona-penjualan-industri-automotif-diproyeksi-anjlok-50</guid><pubDate>Rabu 08 April 2020 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/08/320/2196011/ada-virus-corona-penjualan-industri-automotif-diproyeksi-anjlok-50-2bTxCvpbIZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/08/320/2196011/ada-virus-corona-penjualan-industri-automotif-diproyeksi-anjlok-50-2bTxCvpbIZ.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika mengemukakan, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh industri automotif nasional. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia.
&amp;ldquo;Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1% dari periode sebelumnya, kemudian bulan Februari 2020 sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1% dari periode sebelumnya,&amp;rdquo; ungkapnya dilansir dari laman Kemenperin, Rabu (8/4/2020).
Baca Juga: Lawan Covid-19, Industri Automotif Diminta Produksi Ventilator
Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menyampaikan koreksi target penjualan di tahun 2020, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 50% akibat menurunnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri.
Di samping itu, masalah lainnya yang dihadapi industri automotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.
Baca Juga: Dampak Covid-19, Harga Bahan Baku Industri Automotif Jadi Lebih Mahal
&amp;ldquo;Terganggunya industri automotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri automotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98% pada tahun 2019,&amp;rdquo; tutur Putu.
Dia mengakui pandemi covid-19 berdampak terhadap industri automotif di tanah air. Kendati demikian, Kemenperin memastikan produk dan suku cadang kendaraan bermotor masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
&amp;ldquo;Walaupun ada pabrikan automotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika mengemukakan, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh industri automotif nasional. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia.
&amp;ldquo;Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1% dari periode sebelumnya, kemudian bulan Februari 2020 sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1% dari periode sebelumnya,&amp;rdquo; ungkapnya dilansir dari laman Kemenperin, Rabu (8/4/2020).
Baca Juga: Lawan Covid-19, Industri Automotif Diminta Produksi Ventilator
Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menyampaikan koreksi target penjualan di tahun 2020, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 50% akibat menurunnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri.
Di samping itu, masalah lainnya yang dihadapi industri automotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.
Baca Juga: Dampak Covid-19, Harga Bahan Baku Industri Automotif Jadi Lebih Mahal
&amp;ldquo;Terganggunya industri automotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri automotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98% pada tahun 2019,&amp;rdquo; tutur Putu.
Dia mengakui pandemi covid-19 berdampak terhadap industri automotif di tanah air. Kendati demikian, Kemenperin memastikan produk dan suku cadang kendaraan bermotor masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
&amp;ldquo;Walaupun ada pabrikan automotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
