<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dampak Corona, Ekonomi China Diprediksi Hanya Tumbuh 2%</title><description>DBS Group Research menerbitkan laporan pertumbuhan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/11/20/2197531/dampak-corona-ekonomi-china-diprediksi-hanya-tumbuh-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/11/20/2197531/dampak-corona-ekonomi-china-diprediksi-hanya-tumbuh-2"/><item><title>   Dampak Corona, Ekonomi China Diprediksi Hanya Tumbuh 2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/11/20/2197531/dampak-corona-ekonomi-china-diprediksi-hanya-tumbuh-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/11/20/2197531/dampak-corona-ekonomi-china-diprediksi-hanya-tumbuh-2</guid><pubDate>Sabtu 11 April 2020 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/11/20/2197531/dampak-corona-ekonomi-china-diprediksi-hanya-tumbuh-2-aARiLhX1Up.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/11/20/2197531/dampak-corona-ekonomi-china-diprediksi-hanya-tumbuh-2-aARiLhX1Up.jpeg</image><title>Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>

JAKARTA - DBS Group Research menerbitkan laporan pertumbuhan ekonomi global dampak penyebaran virus corona atau Covid-19.

Melansir keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (11/4/2020), karantina wilayah yang berlangsung di seluruh dunia untuk melawan Covid-19 akan menyebabkan resesi terdalam dari yang pernah terjadi dalam sejarah.

&quot;Kami memperkirakan PDB riil Amerika Serikat (AS) menyusut 5% dan China tumbuh 2% pada 2020,&quot; tulis laporan tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Skenario Terburuk, Pertumbuhan Ekonomi China Diprediksi Merosot Jadi 0,1%&amp;nbsp;
Perkiraan ini disusun berdasarkan atas kontraksi tajam dalam aktivitas pada catur wulan kedua dan ketiga, bahkan saat China kembali bekerja dan infeksi virus mencapai puncaknya di beberapa negara.

&quot;Kami berharap bahwa di sela-sela karantina wilayah, terobosan untuk mengembangkan obat anti-virus serta produksi massal dan distribusi pengujian dan peralatan pelindung, dunia akan mulai pulih pada catur wulan keempat,&quot; tulisnya.

Namun, mengembalikan produksi yang hilang akan menjadi tantangan besar karena tekanan pada neraca rumah tangga dan perusahaan serta kecemasan/ketidakpastian di kalangan konsumen dan bisnis kemungkinan berlanjut.


Setelah beberapa minggu mengalami penurunan tajam dalam peringkat, perkiraan ini seharusnya bertahan beberapa bulan ke depan saat lebih banyak data tersedia.
</description><content:encoded>

JAKARTA - DBS Group Research menerbitkan laporan pertumbuhan ekonomi global dampak penyebaran virus corona atau Covid-19.

Melansir keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (11/4/2020), karantina wilayah yang berlangsung di seluruh dunia untuk melawan Covid-19 akan menyebabkan resesi terdalam dari yang pernah terjadi dalam sejarah.

&quot;Kami memperkirakan PDB riil Amerika Serikat (AS) menyusut 5% dan China tumbuh 2% pada 2020,&quot; tulis laporan tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Skenario Terburuk, Pertumbuhan Ekonomi China Diprediksi Merosot Jadi 0,1%&amp;nbsp;
Perkiraan ini disusun berdasarkan atas kontraksi tajam dalam aktivitas pada catur wulan kedua dan ketiga, bahkan saat China kembali bekerja dan infeksi virus mencapai puncaknya di beberapa negara.

&quot;Kami berharap bahwa di sela-sela karantina wilayah, terobosan untuk mengembangkan obat anti-virus serta produksi massal dan distribusi pengujian dan peralatan pelindung, dunia akan mulai pulih pada catur wulan keempat,&quot; tulisnya.

Namun, mengembalikan produksi yang hilang akan menjadi tantangan besar karena tekanan pada neraca rumah tangga dan perusahaan serta kecemasan/ketidakpastian di kalangan konsumen dan bisnis kemungkinan berlanjut.


Setelah beberapa minggu mengalami penurunan tajam dalam peringkat, perkiraan ini seharusnya bertahan beberapa bulan ke depan saat lebih banyak data tersedia.
</content:encoded></item></channel></rss>
