<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Lesunya Industri Automotif akibat Pandemi Covid-19</title><description>Industri automotif terdampak pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/12/320/2197181/5-fakta-lesunya-industri-automotif-akibat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/12/320/2197181/5-fakta-lesunya-industri-automotif-akibat-pandemi-covid-19"/><item><title>5 Fakta Lesunya Industri Automotif akibat Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/12/320/2197181/5-fakta-lesunya-industri-automotif-akibat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/12/320/2197181/5-fakta-lesunya-industri-automotif-akibat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Minggu 12 April 2020 12:28 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/10/320/2197181/5-fakta-lesunya-industri-automotif-akibat-pandemi-covid-19-9PzgoqHhDp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/10/320/2197181/5-fakta-lesunya-industri-automotif-akibat-pandemi-covid-19-9PzgoqHhDp.jpg</image><title>Virus Corona (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Industri automotif terdampak pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19).

Hal ini terlihat dari turunnya permintaan kendaraan bermotor yang berujung pada anjloknya penjualan.

Berikut fakta-fakta menarik lesunya industri automotif dampak pandemi Covid-19 seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (12/4/2020).

1. Permintaan Kendaraan Bermotor Turun

Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80.400 unit atau turun 1,1% dari periode sebelumnya. Kemudian di Februari sebesar 79.500 unit atau turun 3,1% dari periode sebelumnya.

2. Penjualan Diproyeksi Turun 50%

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menyampaikan koreksi target penjualan di tahun 2020, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 50% akibat menurunnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri.

3. Kesulitan Industri Automotif

Masalah lainnya yang dihadapi industri automotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.

4. Berdampak pada PDB

Terganggunya industri automotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri automotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98% pada tahun 2019.

5. Pastikan Bahan Baku

Pandemi covid-19 berdampak terhadap industri automotif di tanah air. Kendati demikian, Kemenperin memastikan produk dan suku cadang kendaraan bermotor masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

&amp;ldquo;Walaupun ada pabrikan automotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,&amp;rdquo; kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika.</description><content:encoded>
JAKARTA - Industri automotif terdampak pandemi virus corona atau coronavirus (Covid-19).

Hal ini terlihat dari turunnya permintaan kendaraan bermotor yang berujung pada anjloknya penjualan.

Berikut fakta-fakta menarik lesunya industri automotif dampak pandemi Covid-19 seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (12/4/2020).

1. Permintaan Kendaraan Bermotor Turun

Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80.400 unit atau turun 1,1% dari periode sebelumnya. Kemudian di Februari sebesar 79.500 unit atau turun 3,1% dari periode sebelumnya.

2. Penjualan Diproyeksi Turun 50%

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah menyampaikan koreksi target penjualan di tahun 2020, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 50% akibat menurunnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri.

3. Kesulitan Industri Automotif

Masalah lainnya yang dihadapi industri automotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.

4. Berdampak pada PDB

Terganggunya industri automotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri automotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98% pada tahun 2019.

5. Pastikan Bahan Baku

Pandemi covid-19 berdampak terhadap industri automotif di tanah air. Kendati demikian, Kemenperin memastikan produk dan suku cadang kendaraan bermotor masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

&amp;ldquo;Walaupun ada pabrikan automotif yang terganggu produksinya akibat Covid-19, kami memastikan ketersediaan produk dan suku cadang kendaraan bermotor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,&amp;rdquo; kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika.</content:encoded></item></channel></rss>
