<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Terbitkan Surat Utang, Berikut Kata Pakar dan Pelaku Usaha</title><description>Belum lama ini pemerintah menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai USD4,3 miliar atau sekitar Rp68,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/13/20/2198238/pemerintah-terbitkan-surat-utang-berikut-kata-pakar-dan-pelaku-usaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/13/20/2198238/pemerintah-terbitkan-surat-utang-berikut-kata-pakar-dan-pelaku-usaha"/><item><title>Pemerintah Terbitkan Surat Utang, Berikut Kata Pakar dan Pelaku Usaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/13/20/2198238/pemerintah-terbitkan-surat-utang-berikut-kata-pakar-dan-pelaku-usaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/13/20/2198238/pemerintah-terbitkan-surat-utang-berikut-kata-pakar-dan-pelaku-usaha</guid><pubDate>Senin 13 April 2020 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Yaomi Suhayatmi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/13/20/2198238/pemerintah-terbitkan-surat-utang-berikut-kata-pakar-dan-pelaku-usaha-4AAY3hoU2e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Terbitkan Surat Utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/13/20/2198238/pemerintah-terbitkan-surat-utang-berikut-kata-pakar-dan-pelaku-usaha-4AAY3hoU2e.jpg</image><title>Pemerintah Terbitkan Surat Utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Belum lama ini pemerintah menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai USD4,3 miliar atau sekitar Rp68,6 triliun jika dihitung dengan kurs Rp16.000 per USD.
Kebijakan yang merupakan penerbitan US bond terbesar sepanjang sejarah RI ditempuh sebagai upaya menjaga keamanan pembiayaan serta menambah cadangan devisa Bank Indonesia (BI) di tengah pandemi Covid-19.
Kebijakan yang diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati SMI ini mendapat tanggapan dari para pakar dan pelaku bisnis.
Baca Juga: Indonesia Terbitkan Global Bond USD4,3 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah 
Pendiri dan Ketua Umum CEO Business Forum dan juga aktif di kepengurusan Kadin, Jahja B Soenarjo, berpendapat bahwa kebijakan pemerintah tersebut lantaran pemerintah membutuhkan dana penyangga perekonomian yang sedang darurat dan berusaha mencegah agar tidak terpuruk hingga skenario terburuk -0.4%.
&amp;ldquo;Nampaknya sudah diperhitungkan masak-masak. Sekitar SMI ada beberapa yang piawai ekonometrika. Sekalipun memang selalu ada ketidakpastian, namun langkah terbaik dalam situasi terburuk saat ini harus diambil dan contingency plan ke depan juga disiapkan.&amp;rdquo; Jelas Jahja.
Sedangkan mengenai angka yang terbesar sepanjang sejarah, menurutnya yang terbesar belum dapat dikatakan terburuk.
&amp;ldquo;Semua surat utang dikatakan oversubscribed, artinya kepercayaan investor masih bagus dan langkah SMI mencuri start penerbitan bond ini saya lihat berlatarbelakang pengalaman sebagai mantan Eksekutif Bank Dunia, paham sekali situasinya,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Pemerintah Terbitkan Global Bond Bertenor 50 Tahun 
Sementara itu, CEO Indonesian Property Watch Ali Tranghanda menilai kebijakan penerbitan surat utang ini harus diambil daripada mengandalkan utang, tentunya dengan catatan harus dipersiapkan rencana yang matang dan penggunaan yang tepat.
&amp;ldquo;Menurut saya ini kebijakan yang harus diambil daripada mengandalkan utang. Namun harus ada rencana ke depan yang baik agar pemanfaatan dana tersebut betul-betul berguna.Dana tersebut dapat dipakai untuk kebutuhan dana jangka pendek untuk menangani wabah Covid-19 ini,&amp;rdquo; ungkapnya.
Lain halnya dengan pendapat Ahli Teologia dan Sosiologi Henky Tompo.  Dia mengusulkan kepada pemerintah untuk menggerakkan para konglomerat  untuk terlibat dalam gerakan sosial, &amp;ldquo;Telat antisipasi, lebih baik  pemerintah terus terang ke masyarakat saat ini sudah tidak punya dana.  Minta para konglmerat bantu gerakan sosial, sebagai stimulus untuk  rakyat lain saling membantu yang lemah. Ciptakan solidaritas sosial di  akar rumput,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dosen Sosiologi dan Musik STT Harvest ini meyakini, tingkat  Kepercayaan Rakyat Tinggi terhadap Pemerintah akan menjadi energy atau  modal   sosial untuk menggalang solidaritas sosial di situasi sulit  seperti sekarang ini.
Semangat gotong royong sebagai solusi disampaikan pengusaha proprety  dan juga founder komunitas Entrepeneur Cinta Indonesia ECI, Pinpin  Bhaktiar,  &amp;ldquo;Perlu solusi kolaboratif antara masyrakat dan pemerintah,  solusi gotong royong dan semua pihak berinisiasi dan berkonsolidasi  solusikan ini,&amp;rdquo; tuturnya.
Seperti diketahui, selain untuk penanganan Covid-19, surat utang yang  diterbitkan pemerintah juga bertujuan untuk pemulihan ekonomi. Untuk  tujuan pemulihan ekonomi, didiantaranya akan disalurkan kepada dunia  usaha melalui pemberian kredit khusus dengan bunga seringan mungkin,  sehingga pengusaha dapat mendapatkan kredit khusus untuk membangkitkan  kembali usaha atau bisnis mereka.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Belum lama ini pemerintah menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai USD4,3 miliar atau sekitar Rp68,6 triliun jika dihitung dengan kurs Rp16.000 per USD.
Kebijakan yang merupakan penerbitan US bond terbesar sepanjang sejarah RI ditempuh sebagai upaya menjaga keamanan pembiayaan serta menambah cadangan devisa Bank Indonesia (BI) di tengah pandemi Covid-19.
Kebijakan yang diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati SMI ini mendapat tanggapan dari para pakar dan pelaku bisnis.
Baca Juga: Indonesia Terbitkan Global Bond USD4,3 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah 
Pendiri dan Ketua Umum CEO Business Forum dan juga aktif di kepengurusan Kadin, Jahja B Soenarjo, berpendapat bahwa kebijakan pemerintah tersebut lantaran pemerintah membutuhkan dana penyangga perekonomian yang sedang darurat dan berusaha mencegah agar tidak terpuruk hingga skenario terburuk -0.4%.
&amp;ldquo;Nampaknya sudah diperhitungkan masak-masak. Sekitar SMI ada beberapa yang piawai ekonometrika. Sekalipun memang selalu ada ketidakpastian, namun langkah terbaik dalam situasi terburuk saat ini harus diambil dan contingency plan ke depan juga disiapkan.&amp;rdquo; Jelas Jahja.
Sedangkan mengenai angka yang terbesar sepanjang sejarah, menurutnya yang terbesar belum dapat dikatakan terburuk.
&amp;ldquo;Semua surat utang dikatakan oversubscribed, artinya kepercayaan investor masih bagus dan langkah SMI mencuri start penerbitan bond ini saya lihat berlatarbelakang pengalaman sebagai mantan Eksekutif Bank Dunia, paham sekali situasinya,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Pemerintah Terbitkan Global Bond Bertenor 50 Tahun 
Sementara itu, CEO Indonesian Property Watch Ali Tranghanda menilai kebijakan penerbitan surat utang ini harus diambil daripada mengandalkan utang, tentunya dengan catatan harus dipersiapkan rencana yang matang dan penggunaan yang tepat.
&amp;ldquo;Menurut saya ini kebijakan yang harus diambil daripada mengandalkan utang. Namun harus ada rencana ke depan yang baik agar pemanfaatan dana tersebut betul-betul berguna.Dana tersebut dapat dipakai untuk kebutuhan dana jangka pendek untuk menangani wabah Covid-19 ini,&amp;rdquo; ungkapnya.
Lain halnya dengan pendapat Ahli Teologia dan Sosiologi Henky Tompo.  Dia mengusulkan kepada pemerintah untuk menggerakkan para konglomerat  untuk terlibat dalam gerakan sosial, &amp;ldquo;Telat antisipasi, lebih baik  pemerintah terus terang ke masyarakat saat ini sudah tidak punya dana.  Minta para konglmerat bantu gerakan sosial, sebagai stimulus untuk  rakyat lain saling membantu yang lemah. Ciptakan solidaritas sosial di  akar rumput,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dosen Sosiologi dan Musik STT Harvest ini meyakini, tingkat  Kepercayaan Rakyat Tinggi terhadap Pemerintah akan menjadi energy atau  modal   sosial untuk menggalang solidaritas sosial di situasi sulit  seperti sekarang ini.
Semangat gotong royong sebagai solusi disampaikan pengusaha proprety  dan juga founder komunitas Entrepeneur Cinta Indonesia ECI, Pinpin  Bhaktiar,  &amp;ldquo;Perlu solusi kolaboratif antara masyrakat dan pemerintah,  solusi gotong royong dan semua pihak berinisiasi dan berkonsolidasi  solusikan ini,&amp;rdquo; tuturnya.
Seperti diketahui, selain untuk penanganan Covid-19, surat utang yang  diterbitkan pemerintah juga bertujuan untuk pemulihan ekonomi. Untuk  tujuan pemulihan ekonomi, didiantaranya akan disalurkan kepada dunia  usaha melalui pemberian kredit khusus dengan bunga seringan mungkin,  sehingga pengusaha dapat mendapatkan kredit khusus untuk membangkitkan  kembali usaha atau bisnis mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
