<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan 4,5%</title><description>Beberapa pertimbangan indikator makroekonomi membuat BI diprediksi tahan penurunan suku bunga</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/20/2198795/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-4-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/20/2198795/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-4-5"/><item><title>BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan 4,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/20/2198795/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-4-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/20/2198795/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-4-5</guid><pubDate>Selasa 14 April 2020 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/14/20/2198795/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-4-5-GWGsEXbopK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Umumkan Hasil RDG Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/14/20/2198795/bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-4-5-GWGsEXbopK.jpg</image><title>BI Umumkan Hasil RDG Hari Ini. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate tetap di level 4,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2020. Hal ini karena beberapa pertimbangan indikator makroekonomi seperti inflasi hingga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, inflasi hingga akhir  2020 diperkirakan akan tetap stabil di kisaran 2,9%-3,3%. Artinya masih dalam target sasaran inflasi BI di kisaran 3% plus minus 1%.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan
&quot;Terkendalinya inflasi tahun 2020 ini dipengaruhi oleh dampak negatif dari Covid 19 terhadap perekonomian di mana potensi perlambatan ekonomi domestik termasuk penurunan laju konsumsi rumah tangga sehingga akan membatasi tekanan demand pull inflation,&quot; tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2020).
Kemudian, perkembangan nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah Covid 19 mempertimbangkan eskalasi Covid-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global. Volatilitas nilai tukar Rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 26% dalam 3 minggu terakhir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BI Hati-Hati Keluarkan Kebijakan Hadapi Covid-19
Di tengah volatilitas Rupiah yang meningkat tersebut, nilai tukar Rupiah tercatat terdepresiasi sekitar 13% year to date, dan merupakan nilai tukar yang mengalami depresiasi terbesar di kawasan Asia secara tahun kalender.&quot;Dengan mempertimbangkan beberapa indikator makroekonomi, maka pada RDG bulan April, BI diperkirakan akan mempertahankan BI7RR tetap di level 4,5%. Ini akan membatasi capital flight dari pasar keuangan domestik dalam jangka pendek ini,&quot; ujarnya.
Dia melanjutkan, di tengah masa pandemi Covid 19 yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, maka respon kebijakan yang perlu diprioritaskan adalah kebijakan dalam rangka mengatasi krisis kesehatan yakni dengan menangani gangguan kesehatan dan menjaga keselamaan jiwa.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate tetap di level 4,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2020. Hal ini karena beberapa pertimbangan indikator makroekonomi seperti inflasi hingga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, inflasi hingga akhir  2020 diperkirakan akan tetap stabil di kisaran 2,9%-3,3%. Artinya masih dalam target sasaran inflasi BI di kisaran 3% plus minus 1%.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Punya Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan
&quot;Terkendalinya inflasi tahun 2020 ini dipengaruhi oleh dampak negatif dari Covid 19 terhadap perekonomian di mana potensi perlambatan ekonomi domestik termasuk penurunan laju konsumsi rumah tangga sehingga akan membatasi tekanan demand pull inflation,&quot; tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2020).
Kemudian, perkembangan nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh sentiment risk averse di tengah Covid 19 mempertimbangkan eskalasi Covid-19 secara global yang terus meningkat sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi global. Volatilitas nilai tukar Rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 26% dalam 3 minggu terakhir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bos BI Hati-Hati Keluarkan Kebijakan Hadapi Covid-19
Di tengah volatilitas Rupiah yang meningkat tersebut, nilai tukar Rupiah tercatat terdepresiasi sekitar 13% year to date, dan merupakan nilai tukar yang mengalami depresiasi terbesar di kawasan Asia secara tahun kalender.&quot;Dengan mempertimbangkan beberapa indikator makroekonomi, maka pada RDG bulan April, BI diperkirakan akan mempertahankan BI7RR tetap di level 4,5%. Ini akan membatasi capital flight dari pasar keuangan domestik dalam jangka pendek ini,&quot; ujarnya.
Dia melanjutkan, di tengah masa pandemi Covid 19 yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, maka respon kebijakan yang perlu diprioritaskan adalah kebijakan dalam rangka mengatasi krisis kesehatan yakni dengan menangani gangguan kesehatan dan menjaga keselamaan jiwa.</content:encoded></item></channel></rss>
