<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Survei: 89% Kepala Desa Tolak Mudik Lebaran 2020</title><description>Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/320/2198899/hasil-survei-89-kepala-desa-tolak-mudik-lebaran-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/320/2198899/hasil-survei-89-kepala-desa-tolak-mudik-lebaran-2020"/><item><title>Hasil Survei: 89% Kepala Desa Tolak Mudik Lebaran 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/320/2198899/hasil-survei-89-kepala-desa-tolak-mudik-lebaran-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/14/320/2198899/hasil-survei-89-kepala-desa-tolak-mudik-lebaran-2020</guid><pubDate>Selasa 14 April 2020 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/14/320/2198899/hasil-survei-89-kepala-desa-tolak-mudik-lebaran-2020-yUCV6EIrM6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mudik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/14/320/2198899/hasil-survei-89-kepala-desa-tolak-mudik-lebaran-2020-yUCV6EIrM6.jpg</image><title>Mudik (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah-daerah.
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi Kemendesa (Balitfo) mencatat mayoritas kepala desa yang tersebar di 31 provinsi Indonesia mutlak menolak kegiatan mudik Lebaran tahun 2020.
Baca Juga: Sadar Bahaya Covid-19, 56% Masyarakat Tidak Mudik Lebaran 
Hal itu tercatat pada polling kepada Kepala Desa di daerah-daerah terkait masyarakat apakah perlu yang berada di zona merah Covid-19 mudik pada Lebaran tahun ini.
Kepala Pusat data dan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menyebut ada 3.931 kepala desa di 53.808 desa yang mayoritas penduduknya muslim. Survei dilakukan pada 10-12 April 2020. Dari total kepala desa yang disurvei sebesar 1,32% margin error.
&quot;Jadi, ada 89,75% kepala desa tak setuju warganya mudik. Aspirasi Kades perlu didengar terutama oleh perantau yang dibutuhkan desa adalah tidak mudik ke desa pada Lebaran 2020,&quot; ujar dia, Selasa (14/4/2020).
Baca Juga: Survei Kemenhub: 56% Warga Jabodetabek Tidak Mudik pada Lebaran 2020 
Menurut dia, hasil survei tersebut, diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat perantau dalam memutuskan tradisi mudik Lebaran yang sudah berjalan setiap tahunnya.
&quot;Aspirasi kepala desa untuk didengar oleh warga desa yang sedang dirantau, yang dibutuhkan desa adalah tidak mudik ke desa pada Lebaran 2020,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik pada Lebaran tahun ini. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah-daerah.
Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi Kemendesa (Balitfo) mencatat mayoritas kepala desa yang tersebar di 31 provinsi Indonesia mutlak menolak kegiatan mudik Lebaran tahun 2020.
Baca Juga: Sadar Bahaya Covid-19, 56% Masyarakat Tidak Mudik Lebaran 
Hal itu tercatat pada polling kepada Kepala Desa di daerah-daerah terkait masyarakat apakah perlu yang berada di zona merah Covid-19 mudik pada Lebaran tahun ini.
Kepala Pusat data dan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menyebut ada 3.931 kepala desa di 53.808 desa yang mayoritas penduduknya muslim. Survei dilakukan pada 10-12 April 2020. Dari total kepala desa yang disurvei sebesar 1,32% margin error.
&quot;Jadi, ada 89,75% kepala desa tak setuju warganya mudik. Aspirasi Kades perlu didengar terutama oleh perantau yang dibutuhkan desa adalah tidak mudik ke desa pada Lebaran 2020,&quot; ujar dia, Selasa (14/4/2020).
Baca Juga: Survei Kemenhub: 56% Warga Jabodetabek Tidak Mudik pada Lebaran 2020 
Menurut dia, hasil survei tersebut, diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat perantau dalam memutuskan tradisi mudik Lebaran yang sudah berjalan setiap tahunnya.
&quot;Aspirasi kepala desa untuk didengar oleh warga desa yang sedang dirantau, yang dibutuhkan desa adalah tidak mudik ke desa pada Lebaran 2020,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
