<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Maret Naik 15,6% Jadi USD13,35 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik mencatat angka angka impor RI pada Maret 2020 mencapai USD13,35 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/15/20/2199477/impor-maret-naik-15-6-jadi-usd13-35-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/15/20/2199477/impor-maret-naik-15-6-jadi-usd13-35-miliar"/><item><title>Impor Maret Naik 15,6% Jadi USD13,35 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/15/20/2199477/impor-maret-naik-15-6-jadi-usd13-35-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/15/20/2199477/impor-maret-naik-15-6-jadi-usd13-35-miliar</guid><pubDate>Rabu 15 April 2020 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/15/20/2199477/impor-maret-naik-15-6-jadi-usd13-35-miliar-2Xk5hebrLt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/15/20/2199477/impor-maret-naik-15-6-jadi-usd13-35-miliar-2Xk5hebrLt.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat angka angka impor RI pada Maret 2020 mencapai USD13,35 miliar.  Angka ini mengalami kenaikan 15,60% dibandingkan impor di Februari yang mencapai USD11,60 miliar.
Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, justru impor mengalami penurunan sebesar 0,75%. Sebab pada Maret 2019 lalu, angka impor mencapai USD13,45 miliar.
&quot;Selama Maret 2020, nilai impor Indonesia sebesar USD13,35 miliar,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam telekonferensi, Rabu (15/4/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga: Cepat Tangani Covid-19, Izin Impor Alat Kesehatan Cukup dari BNPB
Kenaikan impor Maret ini seiring naiknya impor non migas RI sebesar 19,83%. Pada Februari impor non migas hanya USD9,80 miliar naik menjadi USD11,74 miliar.
Sementara untuk impor migas justru mengalami penurunan sebesar 8,07%. Pada Februari,  impor migas mencapai USD1,75 miliar turun menjadi USD1,61 miliar di Maret 2020.
&quot;Angka ini kalau dibandingkan impor Februari 2020 berarti impor kita meningkat sebesar 15,60%. Di mana bisa dilihat peningkatan impor karena non migas meningkat,&quot; jelasnya.

Adapun jika struktur impor menurut penggunaan barang, peran golongan bahan baku atau penolong menjadi yang tertinggi atau sebesar 77,01% dari total impor. Pada Maret, impor bahan baku penolong mencapai USD10,28 miliar atau meningkat 16,34% dibandingkan bulan lalu (Month to Month/MtM).
Setelah itu disusul oleh impor barang modal yang berkontribusi sebesar 13,49% dari total impor. Pada Maret, impor barang modal mencapai USD1,80 miliar atau turun 1,55%% dibandingkan bulan lalu (Month to Month/MtM).
Lalu di tempat ketiga ada peran golongan  barang konsumis yang berkontribusi sebesar 9,50% dari total impor. Pada Maret,  impor barang konsumsi  mencapai USD1,27 miliar atau meningkat 43,80% dibandingkan bulan lalu (Month to Month/MtM).</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat angka angka impor RI pada Maret 2020 mencapai USD13,35 miliar.  Angka ini mengalami kenaikan 15,60% dibandingkan impor di Februari yang mencapai USD11,60 miliar.
Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, justru impor mengalami penurunan sebesar 0,75%. Sebab pada Maret 2019 lalu, angka impor mencapai USD13,45 miliar.
&quot;Selama Maret 2020, nilai impor Indonesia sebesar USD13,35 miliar,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam telekonferensi, Rabu (15/4/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga: Cepat Tangani Covid-19, Izin Impor Alat Kesehatan Cukup dari BNPB
Kenaikan impor Maret ini seiring naiknya impor non migas RI sebesar 19,83%. Pada Februari impor non migas hanya USD9,80 miliar naik menjadi USD11,74 miliar.
Sementara untuk impor migas justru mengalami penurunan sebesar 8,07%. Pada Februari,  impor migas mencapai USD1,75 miliar turun menjadi USD1,61 miliar di Maret 2020.
&quot;Angka ini kalau dibandingkan impor Februari 2020 berarti impor kita meningkat sebesar 15,60%. Di mana bisa dilihat peningkatan impor karena non migas meningkat,&quot; jelasnya.

Adapun jika struktur impor menurut penggunaan barang, peran golongan bahan baku atau penolong menjadi yang tertinggi atau sebesar 77,01% dari total impor. Pada Maret, impor bahan baku penolong mencapai USD10,28 miliar atau meningkat 16,34% dibandingkan bulan lalu (Month to Month/MtM).
Setelah itu disusul oleh impor barang modal yang berkontribusi sebesar 13,49% dari total impor. Pada Maret, impor barang modal mencapai USD1,80 miliar atau turun 1,55%% dibandingkan bulan lalu (Month to Month/MtM).
Lalu di tempat ketiga ada peran golongan  barang konsumis yang berkontribusi sebesar 9,50% dari total impor. Pada Maret,  impor barang konsumsi  mencapai USD1,27 miliar atau meningkat 43,80% dibandingkan bulan lalu (Month to Month/MtM).</content:encoded></item></channel></rss>
