<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Proyek Dicoret dari Daftar Prioritas Pemerintah</title><description>Pemerintah mencoret 10 proyek dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/16/320/2200328/10-proyek-dicoret-dari-daftar-prioritas-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/16/320/2200328/10-proyek-dicoret-dari-daftar-prioritas-pemerintah"/><item><title>10 Proyek Dicoret dari Daftar Prioritas Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/16/320/2200328/10-proyek-dicoret-dari-daftar-prioritas-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/16/320/2200328/10-proyek-dicoret-dari-daftar-prioritas-pemerintah</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/320/2200328/10-proyek-dicoret-dari-daftar-prioritas-pemerintah-9gwLHaeNqJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/320/2200328/10-proyek-dicoret-dari-daftar-prioritas-pemerintah-9gwLHaeNqJ.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mencoret 10 proyek dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini menjadi keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja dalam Rakor Finalisasi Daftar Usulan  PSN.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan PSN, terdapat 9 PSN dan 1 Program yang penyelesaiannya melebihi 2024 sehingga dikeluarkan dari daftar PSN.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kontraktor Boleh Hentikan Proyek Infrastruktur Selama Pandemi Covid-19
&amp;ldquo;Saya telah berdiskusi dengan Menko Ekon, kita mau coba melihat proyek mana saja yang bisa didanai oleh sektor swasta, jadi tidak hanya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)&amp;rdquo; ucap Menko Maritim Luhut B Pandjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2020).
Dia kemudian mengutarakan harapannya dengan adanya status PSN, proyek-proyek investasi swasta yang selama ini mengalami kendala dapat segera diselesaikan, sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa.
&amp;ldquo;Saya berharap kita bisa lebih cepat walaupun dalam situasi yang seperti ini,&quot; harapnya.
Baca Juga: Siapkan Rp10 Triliun, Menteri Basuki Mulai Program Padat Karya di 34 Provinsi
Sementara itu, Menko Airlangga menyatakan, hingga 31 Desember 2019 sebanyak 88% PSN telah melewati tahap persiapan, termasuk di dalamnya adalah terkait program ketenagalistrikan 35.000 MW dan Program Kebijakan Pemerataan Ekonomi.
&quot;Sementara 12% masih dalam tahap penyiapan, termasuk di dalamnya adalah program Industri Pesawat,&quot; papar Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mencoret 10 proyek dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini menjadi keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja dalam Rakor Finalisasi Daftar Usulan  PSN.
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan PSN, terdapat 9 PSN dan 1 Program yang penyelesaiannya melebihi 2024 sehingga dikeluarkan dari daftar PSN.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kontraktor Boleh Hentikan Proyek Infrastruktur Selama Pandemi Covid-19
&amp;ldquo;Saya telah berdiskusi dengan Menko Ekon, kita mau coba melihat proyek mana saja yang bisa didanai oleh sektor swasta, jadi tidak hanya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)&amp;rdquo; ucap Menko Maritim Luhut B Pandjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2020).
Dia kemudian mengutarakan harapannya dengan adanya status PSN, proyek-proyek investasi swasta yang selama ini mengalami kendala dapat segera diselesaikan, sehingga bisa menyerap tenaga kerja dan menghasilkan devisa.
&amp;ldquo;Saya berharap kita bisa lebih cepat walaupun dalam situasi yang seperti ini,&quot; harapnya.
Baca Juga: Siapkan Rp10 Triliun, Menteri Basuki Mulai Program Padat Karya di 34 Provinsi
Sementara itu, Menko Airlangga menyatakan, hingga 31 Desember 2019 sebanyak 88% PSN telah melewati tahap persiapan, termasuk di dalamnya adalah terkait program ketenagalistrikan 35.000 MW dan Program Kebijakan Pemerataan Ekonomi.
&quot;Sementara 12% masih dalam tahap penyiapan, termasuk di dalamnya adalah program Industri Pesawat,&quot; papar Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
