<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Minus 3,5%</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memaparkan prediksi-prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200604/dampak-virus-corona-pertumbuhan-ekonomi-ri-bisa-minus-3-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200604/dampak-virus-corona-pertumbuhan-ekonomi-ri-bisa-minus-3-5"/><item><title>Dampak Virus Corona, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Minus 3,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200604/dampak-virus-corona-pertumbuhan-ekonomi-ri-bisa-minus-3-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200604/dampak-virus-corona-pertumbuhan-ekonomi-ri-bisa-minus-3-5</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2020 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/17/20/2200604/dampak-virus-corona-pertumbuhan-ekonomi-ri-bisa-minus-3-5-OUEHe8om2G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Korona (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/17/20/2200604/dampak-virus-corona-pertumbuhan-ekonomi-ri-bisa-minus-3-5-OUEHe8om2G.jpg</image><title>Virus Korona (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memaparkan prediksi-prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dampak pandemi virus corona atau Covid-19.
Menurut Sri Mulyani, dengan menyebarnya Covid-19 terutama di negara relatif maju ekonominya, maka pertumbuhan ekonomi dunia mengalami dampak negatif.
&quot;Karena negara maju menyumbang share terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sangat besar seperti AS, Eropa, Jepang bahkan China,&quot; kata Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Baca Juga: Penyebaran Covid-19 Mayoritas di Jawa, Begini Dampaknya pada Ekonomi RI
Sri Mulyani menjelaskan, berbagai lembaga internasional, seperti IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan mengalami kontraksi 3%, dibanding prediksi Januari lalu yang 3,3%.
&quot;Ini turun dalam satu kuartal turun 6% dari GDP dunia,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Skenario Terburuk Ekonomi 2020, Tekanan Terbesar di Kuartal II dan III
Sementara, World Bank dan ADB mengestimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 2,1%. Dengan kondisi terburuk, ekonomi Indonesia bisa tumbuh minus 2,1% hingga 3,5%.
&quot;Moodys 3%, ADB 2,5% dan IMF lebih dalam estimasi ekonomi di Indonesia yaitu 0,5%,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Sementara, pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa pulih,  dengan estimasi World Bank mencapai 5,2%-5,6%. ADB memprediksi  pertumbuhan ekonomi Indonesia 5%, Moodys 4,3%.
&quot;Sisi IMF mereka sampaikan rebound atau recovery yang akan sangat  cepat pada 2021, apabila dilakukan langkah-langkah tepat untuk bisa  mencegah pemburukan ekonomi dan mengembalikan perekonomian di  masing-masing negar. Hampir semua negara recovery 2021. Ini tentu  prediksi yang optimis mengenai kemampuan semua ekonomi pasca covid,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memaparkan prediksi-prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dampak pandemi virus corona atau Covid-19.
Menurut Sri Mulyani, dengan menyebarnya Covid-19 terutama di negara relatif maju ekonominya, maka pertumbuhan ekonomi dunia mengalami dampak negatif.
&quot;Karena negara maju menyumbang share terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sangat besar seperti AS, Eropa, Jepang bahkan China,&quot; kata Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Baca Juga: Penyebaran Covid-19 Mayoritas di Jawa, Begini Dampaknya pada Ekonomi RI
Sri Mulyani menjelaskan, berbagai lembaga internasional, seperti IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan mengalami kontraksi 3%, dibanding prediksi Januari lalu yang 3,3%.
&quot;Ini turun dalam satu kuartal turun 6% dari GDP dunia,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Skenario Terburuk Ekonomi 2020, Tekanan Terbesar di Kuartal II dan III
Sementara, World Bank dan ADB mengestimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 2,1%. Dengan kondisi terburuk, ekonomi Indonesia bisa tumbuh minus 2,1% hingga 3,5%.
&quot;Moodys 3%, ADB 2,5% dan IMF lebih dalam estimasi ekonomi di Indonesia yaitu 0,5%,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Sementara, pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa pulih,  dengan estimasi World Bank mencapai 5,2%-5,6%. ADB memprediksi  pertumbuhan ekonomi Indonesia 5%, Moodys 4,3%.
&quot;Sisi IMF mereka sampaikan rebound atau recovery yang akan sangat  cepat pada 2021, apabila dilakukan langkah-langkah tepat untuk bisa  mencegah pemburukan ekonomi dan mengembalikan perekonomian di  masing-masing negar. Hampir semua negara recovery 2021. Ini tentu  prediksi yang optimis mengenai kemampuan semua ekonomi pasca covid,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
