<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Sebut Covid-19 Picu Resesi, Apa Kata BI?</title><description>Bank Indonesia ternyata sudah melihat tanda-tanda resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200901/imf-sebut-covid-19-picu-resesi-apa-kata-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200901/imf-sebut-covid-19-picu-resesi-apa-kata-bi"/><item><title>IMF Sebut Covid-19 Picu Resesi, Apa Kata BI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200901/imf-sebut-covid-19-picu-resesi-apa-kata-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/17/20/2200901/imf-sebut-covid-19-picu-resesi-apa-kata-bi</guid><pubDate>Jum'at 17 April 2020 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/17/20/2200901/imf-sebut-covid-19-picu-resesi-apa-kata-bi-7ecEtu6NVY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/17/20/2200901/imf-sebut-covid-19-picu-resesi-apa-kata-bi-7ecEtu6NVY.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan virus corona atau coronavirus (Covid-19) telah mendorong ekonomi global ke dalam resesi dan negara-negara harus menanggapi dengan pengeluaran stimulus yang sangat besar untuk menghindari kebangkrutan dan gagal bayar utang.
Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia ternyata sudah melihat tanda-tanda resesi. Untuk itu, BI terus melakukan koordinasi dengan pemerintah, OJK dan LPS untuk memastikan stabilitas ekonomi RI.
Baca Juga: Virus Corona Sebabkan Resesi Ekonomi, IMF: Ini Krisis Sangat Besar
&quot;Kita akan mengupayakan eko kita tahun inui vbusa mencapai 2,3% dengan bebagai langkah kebijakan,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (17/4/2020).
Dia mengakui, ketidakpastian masih tinggi karena adanya pandemi covid-19. Begitu juga risiko pertumbuhan ekonomi baik di dunia maupun Indonesia.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut GDP Dunia Tergerus USD5 Triliun Akibat Covid-19
&quot;Kalau kita lihat dari lembaga lain, riset, itu proyeksi sangat bervariasi. arahnya sih sama, akan menurun kemudian berangsur naik mulai kuartal IV dan tumbuh tinggi di tahun depan,&quot; ujarnya.
Kendati demikian, berdasarkan hitungan BI pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 2,3%. Dengan pola pertumbuhan kuartal I 4,7%, kuartal II 1,1%, kuartal III 1,3% dan kuartal IV 2,4%.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan virus corona atau coronavirus (Covid-19) telah mendorong ekonomi global ke dalam resesi dan negara-negara harus menanggapi dengan pengeluaran stimulus yang sangat besar untuk menghindari kebangkrutan dan gagal bayar utang.
Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia ternyata sudah melihat tanda-tanda resesi. Untuk itu, BI terus melakukan koordinasi dengan pemerintah, OJK dan LPS untuk memastikan stabilitas ekonomi RI.
Baca Juga: Virus Corona Sebabkan Resesi Ekonomi, IMF: Ini Krisis Sangat Besar
&quot;Kita akan mengupayakan eko kita tahun inui vbusa mencapai 2,3% dengan bebagai langkah kebijakan,&quot; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (17/4/2020).
Dia mengakui, ketidakpastian masih tinggi karena adanya pandemi covid-19. Begitu juga risiko pertumbuhan ekonomi baik di dunia maupun Indonesia.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut GDP Dunia Tergerus USD5 Triliun Akibat Covid-19
&quot;Kalau kita lihat dari lembaga lain, riset, itu proyeksi sangat bervariasi. arahnya sih sama, akan menurun kemudian berangsur naik mulai kuartal IV dan tumbuh tinggi di tahun depan,&quot; ujarnya.
Kendati demikian, berdasarkan hitungan BI pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 2,3%. Dengan pola pertumbuhan kuartal I 4,7%, kuartal II 1,1%, kuartal III 1,3% dan kuartal IV 2,4%.</content:encoded></item></channel></rss>
