<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apakah Kartu Pra-Kerja Tepat Sasaran?</title><description>Data Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) per 7 April 2020, terdapat 39.977 perusahaan yang melakukan PHK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/19/320/2201640/apakah-kartu-pra-kerja-tepat-sasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/19/320/2201640/apakah-kartu-pra-kerja-tepat-sasaran"/><item><title>Apakah Kartu Pra-Kerja Tepat Sasaran?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/19/320/2201640/apakah-kartu-pra-kerja-tepat-sasaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/19/320/2201640/apakah-kartu-pra-kerja-tepat-sasaran</guid><pubDate>Minggu 19 April 2020 20:16 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/19/320/2201640/apakah-kartu-pra-kerja-tepat-sasaran-R3uYXKYED9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belajar Online (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/19/320/2201640/apakah-kartu-pra-kerja-tepat-sasaran-R3uYXKYED9.jpg</image><title>Belajar Online (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Data Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) per 7 April 2020, terdapat 39.977 perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan 1.010.579 karyawan. Hal ini diakibatkan dampak ekonomi Covid-19.

Namun, ekonom dari Institute for Development and Finance, (INDEF) Andry Satrio Nugroho memprediksi jika tak segera ditanggulangi, puncak gelombang PHK bakal mencapai puncaknya pada Juni mendatang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendaftaran Pra-Kerja Gelombang 2 Dimulai Besok, Apa Saja Persiapannya?
&quot;Kalau misalnya tetap pada kondisi seperti saat ini di mana industri masih enggan untuk melakukan proses produksi, saya rasa di akhir kuartal kedua, gelombang terbesarnya akan kita rasakan,&quot; kata dia mengutip BBC Indonesia, Jakarta (19/4/2020).

Menurutnya, bukan hanya gelombang PHK saja yang perlu diwaspadai tapi juga bagaimana bagaimana sektor informal yang akan terdampak lebih besar. Oleh sebab itu, dirinya mengatakan Kartu Pra-Kerja bisa mensasar banyak kalangan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Apakah Semua yang di-PHK Bisa Menjadi Peserta Kartu Pra-Kerja?
&quot;Dan mungkin bisa jadi Kartu Prakerja tidak hanya disasar oleh dari gelombang PHK dari sektor formal saja, tapi juga dari sektor informal,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, pakar tenaga kerja dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Sukamdi, meragukan program Kartu Prakerja, yang menurutnya tak tepat sasaran.

&quot;Setiap kali ada program seperti ini selalu muncul moral hazard. Yang saya maksud moral hazard adalah bahwa ketika ada bantuan yang sifatnya cuma-cuma, diberi, charity, maka akan ada kecenderungan orang yang memanfaatkan itu, yang sebetulnya bukan bagian dari target program tapi menginginkan itu karena merasa itu bantuan, 'saya berhak dibantu dong'&quot;,&quot; kata dia.

Mengantisipasi hal tersebut, Presiden Jokowi menekankan agar pelaksanaan program-progam bantuan jaring pengaman sosial ini tepat sasaran dengan memastikan data penerimanya sesuai nama dan alamat.

&quot;Libatkan RT/RW dan pemerintah desa dan pemerintah daerah sehingga betul-betul bisa terpakai. Penyalurannya sesegara mugkin, tepat dan cepat,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Data Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) per 7 April 2020, terdapat 39.977 perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan 1.010.579 karyawan. Hal ini diakibatkan dampak ekonomi Covid-19.

Namun, ekonom dari Institute for Development and Finance, (INDEF) Andry Satrio Nugroho memprediksi jika tak segera ditanggulangi, puncak gelombang PHK bakal mencapai puncaknya pada Juni mendatang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendaftaran Pra-Kerja Gelombang 2 Dimulai Besok, Apa Saja Persiapannya?
&quot;Kalau misalnya tetap pada kondisi seperti saat ini di mana industri masih enggan untuk melakukan proses produksi, saya rasa di akhir kuartal kedua, gelombang terbesarnya akan kita rasakan,&quot; kata dia mengutip BBC Indonesia, Jakarta (19/4/2020).

Menurutnya, bukan hanya gelombang PHK saja yang perlu diwaspadai tapi juga bagaimana bagaimana sektor informal yang akan terdampak lebih besar. Oleh sebab itu, dirinya mengatakan Kartu Pra-Kerja bisa mensasar banyak kalangan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Apakah Semua yang di-PHK Bisa Menjadi Peserta Kartu Pra-Kerja?
&quot;Dan mungkin bisa jadi Kartu Prakerja tidak hanya disasar oleh dari gelombang PHK dari sektor formal saja, tapi juga dari sektor informal,&quot; imbuhnya.

Sementara itu, pakar tenaga kerja dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Sukamdi, meragukan program Kartu Prakerja, yang menurutnya tak tepat sasaran.

&quot;Setiap kali ada program seperti ini selalu muncul moral hazard. Yang saya maksud moral hazard adalah bahwa ketika ada bantuan yang sifatnya cuma-cuma, diberi, charity, maka akan ada kecenderungan orang yang memanfaatkan itu, yang sebetulnya bukan bagian dari target program tapi menginginkan itu karena merasa itu bantuan, 'saya berhak dibantu dong'&quot;,&quot; kata dia.

Mengantisipasi hal tersebut, Presiden Jokowi menekankan agar pelaksanaan program-progam bantuan jaring pengaman sosial ini tepat sasaran dengan memastikan data penerimanya sesuai nama dan alamat.

&quot;Libatkan RT/RW dan pemerintah desa dan pemerintah daerah sehingga betul-betul bisa terpakai. Penyalurannya sesegara mugkin, tepat dan cepat,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
