<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonom Bhima Yudhistira Tantang Belva Devara Debat Publik</title><description>Bhima Yudhistira menantang staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara untuk melakukan debat terbuka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201764/ekonom-bhima-yudhistira-tantang-belva-devara-debat-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201764/ekonom-bhima-yudhistira-tantang-belva-devara-debat-publik"/><item><title>Ekonom Bhima Yudhistira Tantang Belva Devara Debat Publik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201764/ekonom-bhima-yudhistira-tantang-belva-devara-debat-publik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201764/ekonom-bhima-yudhistira-tantang-belva-devara-debat-publik</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 08:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/320/2201764/ekonom-bhima-yudhistira-tantang-belva-devara-debat-publik-MU1g94PCv9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Undangan Debat Publik dari Bhima untuk Belva (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/320/2201764/ekonom-bhima-yudhistira-tantang-belva-devara-debat-publik-MU1g94PCv9.jpg</image><title>Undangan Debat Publik dari Bhima untuk Belva (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menantang staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara untuk melakukan debat terbuka tentang berbagai isu dan kebijakan pada masa perebakan virus corona.
Lewat akun Instagram @bhimayudhistira, Bhima mengatakan, milenial adalah generasi yang diharapkan membawa perubahan, berani melawan arus, tidak berada dalam lingkungan oligarki. Oleh karena itu publik ingin melihat gagasan apa yang bisa ditawarkan milenial di tengah pandemi ini.
Baca Juga: Apakah Kartu Pra-Kerja Tepat Sasaran?
 
&quot;Ini undangan debat terbuka sesama milenial dalam membangun kesadaran intelektual,&amp;rdquo; kata Bhima dilansir dari VOA, Senin (20/4/2020).
Bhima berharap Belva menyanggupi undangan debat publik tersebut. Bhima mengatakan ingin menanyakan langsung konsep Belva tentang Kartu Pra Kerja dan konflik kepentingan dalam beberapa kebijakan yang digulirkan pada saat perebakan virus corona ini.
Baca Juga: Ruangguru Tuai Polemik di Tengah Kartu Pra-Kerja, Ini Penjelasan Menko Airlangga
 
&amp;ldquo;Saya melihat belum ada gagasan dari milenial di Istana. Bahkan soal kartu pra kerja yang salah sasaran saja, tidak ada kritik dari stafus milenial,&quot; ujar Bhima.
&quot;Justru yang ada malah konflik kepentingan. Nama baik milenial dipertaruhkan. Di dunia ada Greta Thunberg, ada AOC [Alexandria Ocasio-Cortez.red], dan lain-lain. Kok di Indonesia milenialnya malah abuse of power?&amp;rdquo; lanjutnya.
Bhima mengisyaratkan adanya konflik kepentingan dalam penunjukkan  Ruangguru dalam kebijakan Kartu Pra Kerja. Belva adalah CEO Ruangguru.
Sebelumnya Belva memang pernah mengatakan siap mundur dari jabatannya  jika ada konflik kepentingan dalam penetapan perusahaannya sebagai  salah satu mitra resmi pemerintah dalam proses pelatihan peserta Kartu  Pra Kerja melalui online.
&amp;ldquo;Menurut saya kebijakan-kebijakan ini bentuk abuse of power yang  sangat nyata,&amp;rdquo; ujar Bhima. Ditambahkannya, &amp;ldquo;sebagian staf khusus ini  justru membentuk oligarki baru yang berpotensi menjadi beban bagi  presiden.&amp;rdquo;
Namun Bhima menggarisbawahi bahwa tantangannya mengajak Belva  melakukan debat publik adalah &amp;ldquo;untuk memberikan pencerdasan kepada  publik dalam kerangka intelektual. Bukan sekedar debat kusir. Ini  khususnya memberikan pengetahuan bagi milenial di Indonesia.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menantang staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, Adamas Belva Syah Devara untuk melakukan debat terbuka tentang berbagai isu dan kebijakan pada masa perebakan virus corona.
Lewat akun Instagram @bhimayudhistira, Bhima mengatakan, milenial adalah generasi yang diharapkan membawa perubahan, berani melawan arus, tidak berada dalam lingkungan oligarki. Oleh karena itu publik ingin melihat gagasan apa yang bisa ditawarkan milenial di tengah pandemi ini.
Baca Juga: Apakah Kartu Pra-Kerja Tepat Sasaran?
 
&quot;Ini undangan debat terbuka sesama milenial dalam membangun kesadaran intelektual,&amp;rdquo; kata Bhima dilansir dari VOA, Senin (20/4/2020).
Bhima berharap Belva menyanggupi undangan debat publik tersebut. Bhima mengatakan ingin menanyakan langsung konsep Belva tentang Kartu Pra Kerja dan konflik kepentingan dalam beberapa kebijakan yang digulirkan pada saat perebakan virus corona ini.
Baca Juga: Ruangguru Tuai Polemik di Tengah Kartu Pra-Kerja, Ini Penjelasan Menko Airlangga
 
&amp;ldquo;Saya melihat belum ada gagasan dari milenial di Istana. Bahkan soal kartu pra kerja yang salah sasaran saja, tidak ada kritik dari stafus milenial,&quot; ujar Bhima.
&quot;Justru yang ada malah konflik kepentingan. Nama baik milenial dipertaruhkan. Di dunia ada Greta Thunberg, ada AOC [Alexandria Ocasio-Cortez.red], dan lain-lain. Kok di Indonesia milenialnya malah abuse of power?&amp;rdquo; lanjutnya.
Bhima mengisyaratkan adanya konflik kepentingan dalam penunjukkan  Ruangguru dalam kebijakan Kartu Pra Kerja. Belva adalah CEO Ruangguru.
Sebelumnya Belva memang pernah mengatakan siap mundur dari jabatannya  jika ada konflik kepentingan dalam penetapan perusahaannya sebagai  salah satu mitra resmi pemerintah dalam proses pelatihan peserta Kartu  Pra Kerja melalui online.
&amp;ldquo;Menurut saya kebijakan-kebijakan ini bentuk abuse of power yang  sangat nyata,&amp;rdquo; ujar Bhima. Ditambahkannya, &amp;ldquo;sebagian staf khusus ini  justru membentuk oligarki baru yang berpotensi menjadi beban bagi  presiden.&amp;rdquo;
Namun Bhima menggarisbawahi bahwa tantangannya mengajak Belva  melakukan debat publik adalah &amp;ldquo;untuk memberikan pencerdasan kepada  publik dalam kerangka intelektual. Bukan sekedar debat kusir. Ini  khususnya memberikan pengetahuan bagi milenial di Indonesia.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
