<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPTJ Ungkap Data TransJakarta, MRT hingga KRL Semasa Covid-19</title><description>BPTJ mencatat pengguna angkutan umum di wilayah Jabodetabek cenderung menurun pada masa pandemi corona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201817/bptj-ungkap-data-transjakarta-mrt-hingga-krl-semasa-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201817/bptj-ungkap-data-transjakarta-mrt-hingga-krl-semasa-covid-19"/><item><title>BPTJ Ungkap Data TransJakarta, MRT hingga KRL Semasa Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201817/bptj-ungkap-data-transjakarta-mrt-hingga-krl-semasa-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201817/bptj-ungkap-data-transjakarta-mrt-hingga-krl-semasa-covid-19</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/20/320/2201817/bptj-ungkap-data-transjakarta-mrt-hingga-krl-semasa-covid-19-yfL45q1sT6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KRL Commuterline (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/20/320/2201817/bptj-ungkap-data-transjakarta-mrt-hingga-krl-semasa-covid-19-yfL45q1sT6.jpg</image><title>KRL Commuterline (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat pengguna angkutan umum di wilayah Jabodetabek cenderung menurun pada masa pandemi corona atau Covid-19.
Penurunan tersebut sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara resmi, yang dimulai tanggal 10  April 2020 di wilayah DKI Jakarta menyusul kemudian Jawa Barat (Depok, Bekasi dan Bogor Raya) pada tanggal 15 April 2020 serta Banten (Tangerang Raya) pada 18 April 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;PSBB, Ini Jam Operasional Angkutan Umum di Jabodetabek
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti mengatakan khususnya di DKI Jakarta pada bulan Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi sehingga pada bulan Maret tersebut sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum massal yang cukup berarti.
&quot;Untuk layanan TransJakarta selama bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15 jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan yaitu sebanyak lebih kurang 83 ribu orang atau hari,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Dishub Se-Jabodetabek Sepakat Aturan Transportasi Selama PSBB
Padahal lanjut dia dalam kondisi normal pada bulan Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840 ribu orang per hari. Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak bulan Maret yaitu sebesar rata rata 550 ribu orang per hari atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada bulan Januari 2020.
&quot;Penurunan penumpang juga terjadi pada layanan Moda Raya Terpadu (MRT). Pada hari-hari normal pada bulan Januari 2020 lalu, penggunanya mencapai sekitar 85 ribu orang/hari. Pada bulan Maret, sudah mengalami penurunan sebesar 47,05%, yaitu sekitar 45 ribu orang per hari,&quot; ungkap dia.Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15   hanya berkisar 5 ribu penumpang/hari, atau turun sebesar 94,11%  dibanding Januari 2020. Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda  transportasi KRL.
&quot;Pada bulan Januari 2020 lalu, KRL setiap harinya masih melayani  sebanyak kurang lebih 859 ribu orang. Pada bulan Maret, jumlahnya turun  sebesar 30,38% menjadi sekitar 598 ribu orang per hari. Adapun untuk  bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang  yaitu hanya sebanyak 183 ribu orang per hari atau turun 78,69% dibanding  kondisi normal Januari 2020,&quot; kata dia.
Untuk LRT Jakarta yang pada masa normal Januari 2020 melayani  penumpang sekitar 3.800 orang per harinya, mengalami penurunan sebesar  47,36% pada bulan Maret 2020 menjadi hanya mengangkut sekitar 2 ribu  orang per hari.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Dishub Se-Jabodetabek Sepakat Aturan Transportasi Selama PSBB
&quot;Pada bulan April ini sampai dengan tanggal 15 jumlah penumpang LRT  Jakarta tinggal sekitar 264 orang per hari atau turun 93,05% dibanding  kondisi normal Januari 2020,&quot; jelas dia.
Sampai dengan saat ini belum diperoleh data volume penumpang angkutan  umum di luar DKI Jakarta dalam wilayah Jabodetabek. Namun dengan adanya  pengurangan jumlah penumpang angkutan umum massal tersebut dengan  sendirinya juga akan mengurangi jumlah penumpang-yang diangkut oleh  feeder-feeder di masing-masing wilayah.
&quot;Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat  koordinasi dengan Dishub Se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan  mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun,&quot; terang Polana.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat pengguna angkutan umum di wilayah Jabodetabek cenderung menurun pada masa pandemi corona atau Covid-19.
Penurunan tersebut sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara resmi, yang dimulai tanggal 10  April 2020 di wilayah DKI Jakarta menyusul kemudian Jawa Barat (Depok, Bekasi dan Bogor Raya) pada tanggal 15 April 2020 serta Banten (Tangerang Raya) pada 18 April 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;PSBB, Ini Jam Operasional Angkutan Umum di Jabodetabek
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti mengatakan khususnya di DKI Jakarta pada bulan Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi sehingga pada bulan Maret tersebut sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum massal yang cukup berarti.
&quot;Untuk layanan TransJakarta selama bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15 jumlah penggunanya mengalami penurunan cukup signifikan yaitu sebanyak lebih kurang 83 ribu orang atau hari,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Dishub Se-Jabodetabek Sepakat Aturan Transportasi Selama PSBB
Padahal lanjut dia dalam kondisi normal pada bulan Januari 2020 jumlah penumpang mencapai lebih kurang 840 ribu orang per hari. Penurunan penumpang Transjakarta bahkan sudah dimulai sejak bulan Maret yaitu sebesar rata rata 550 ribu orang per hari atau turun 34,52% dibandingkan jumlah penumpang normal pada bulan Januari 2020.
&quot;Penurunan penumpang juga terjadi pada layanan Moda Raya Terpadu (MRT). Pada hari-hari normal pada bulan Januari 2020 lalu, penggunanya mencapai sekitar 85 ribu orang/hari. Pada bulan Maret, sudah mengalami penurunan sebesar 47,05%, yaitu sekitar 45 ribu orang per hari,&quot; ungkap dia.Data terakhir tercatat pada bulan April sampai dengan tanggal 15   hanya berkisar 5 ribu penumpang/hari, atau turun sebesar 94,11%  dibanding Januari 2020. Hal yang tidak berbeda terjadi pada moda  transportasi KRL.
&quot;Pada bulan Januari 2020 lalu, KRL setiap harinya masih melayani  sebanyak kurang lebih 859 ribu orang. Pada bulan Maret, jumlahnya turun  sebesar 30,38% menjadi sekitar 598 ribu orang per hari. Adapun untuk  bulan April 2020 sampai dengan tanggal 15, terjadi penurunan penumpang  yaitu hanya sebanyak 183 ribu orang per hari atau turun 78,69% dibanding  kondisi normal Januari 2020,&quot; kata dia.
Untuk LRT Jakarta yang pada masa normal Januari 2020 melayani  penumpang sekitar 3.800 orang per harinya, mengalami penurunan sebesar  47,36% pada bulan Maret 2020 menjadi hanya mengangkut sekitar 2 ribu  orang per hari.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Dishub Se-Jabodetabek Sepakat Aturan Transportasi Selama PSBB
&quot;Pada bulan April ini sampai dengan tanggal 15 jumlah penumpang LRT  Jakarta tinggal sekitar 264 orang per hari atau turun 93,05% dibanding  kondisi normal Januari 2020,&quot; jelas dia.
Sampai dengan saat ini belum diperoleh data volume penumpang angkutan  umum di luar DKI Jakarta dalam wilayah Jabodetabek. Namun dengan adanya  pengurangan jumlah penumpang angkutan umum massal tersebut dengan  sendirinya juga akan mengurangi jumlah penumpang-yang diangkut oleh  feeder-feeder di masing-masing wilayah.
&quot;Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat  koordinasi dengan Dishub Se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan  mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun,&quot; terang Polana.</content:encoded></item></channel></rss>
