<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Lawan Corona, Stimulus RI Rp450 Triliun Bakal Ampuh?</title><description>Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp450 triliun sebagai stimulus untuk mengatasi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201995/perang-lawan-corona-stimulus-ri-rp450-triliun-bakal-ampuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201995/perang-lawan-corona-stimulus-ri-rp450-triliun-bakal-ampuh"/><item><title>Perang Lawan Corona, Stimulus RI Rp450 Triliun Bakal Ampuh?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201995/perang-lawan-corona-stimulus-ri-rp450-triliun-bakal-ampuh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/20/320/2201995/perang-lawan-corona-stimulus-ri-rp450-triliun-bakal-ampuh</guid><pubDate>Senin 20 April 2020 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp450 triliun sebagai stimulus untuk mengatasi virus corona atau covid-19 serta berbagai dampaknya ke masyarakat.

Terkait hal itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, stimulus dalam pemanganan virus corona ini, relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.

&quot;Jadi, berdasarkan data yang kami himpun stimulus penanganan covid Indonesia yang sebesar Rp405,1 triliun, hanya memiliki porsi 2,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB),&quot; ujar dia pada telekonferensi di Jakarta, Senin (20/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dana Stimulus Rp450 Triliun Masih Kurang untuk Perangi Virus Corona&amp;nbsp;
Namun, lanjut dia pihaknya menghargai apa yang sudah dilakukan pemerintah. Di mana pemerintah, sudah sangat cepat dalam menangani krisis dan sudah membuat Perppu No.1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dalam waktu satu bulan.

&quot;Sekarang tinggal bagaimana percepatan implementasi terutama untuk cegah supaya demand shock ini tidak berdampak buruk ke sektor riil dan masyarakat secara keseluruhan,&quot; ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menyebut pemerintah juga sudah menyiapkan antisipasi jika memang dana Rp450 triliun tersebut masih kurang.

&amp;ldquo;Apakah cukup? Terus terang kami ragu cukup. Pemerintah juga siap-siap. Kalau tidak cukup apa yang harus dilakukan. Karena tanda-tanda kita lihat mengkhawatirkan, makanya kita antisipasi,&amp;rdquo; jelas dia.</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp450 triliun sebagai stimulus untuk mengatasi virus corona atau covid-19 serta berbagai dampaknya ke masyarakat.

Terkait hal itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, stimulus dalam pemanganan virus corona ini, relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.

&quot;Jadi, berdasarkan data yang kami himpun stimulus penanganan covid Indonesia yang sebesar Rp405,1 triliun, hanya memiliki porsi 2,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB),&quot; ujar dia pada telekonferensi di Jakarta, Senin (20/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dana Stimulus Rp450 Triliun Masih Kurang untuk Perangi Virus Corona&amp;nbsp;
Namun, lanjut dia pihaknya menghargai apa yang sudah dilakukan pemerintah. Di mana pemerintah, sudah sangat cepat dalam menangani krisis dan sudah membuat Perppu No.1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dalam waktu satu bulan.

&quot;Sekarang tinggal bagaimana percepatan implementasi terutama untuk cegah supaya demand shock ini tidak berdampak buruk ke sektor riil dan masyarakat secara keseluruhan,&quot; ungkap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menyebut pemerintah juga sudah menyiapkan antisipasi jika memang dana Rp450 triliun tersebut masih kurang.

&amp;ldquo;Apakah cukup? Terus terang kami ragu cukup. Pemerintah juga siap-siap. Kalau tidak cukup apa yang harus dilakukan. Karena tanda-tanda kita lihat mengkhawatirkan, makanya kita antisipasi,&amp;rdquo; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
