<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Heran Harga Beras Cs Naik, Apa Kata Kementan?</title><description>Momon Rusmono memberikan penjelasan terkait adanya kenaikan harga pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/22/320/2203000/presiden-heran-harga-beras-cs-naik-apa-kata-kementan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/22/320/2203000/presiden-heran-harga-beras-cs-naik-apa-kata-kementan"/><item><title>Presiden Heran Harga Beras Cs Naik, Apa Kata Kementan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/22/320/2203000/presiden-heran-harga-beras-cs-naik-apa-kata-kementan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/22/320/2203000/presiden-heran-harga-beras-cs-naik-apa-kata-kementan</guid><pubDate>Rabu 22 April 2020 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/22/320/2203000/presiden-heran-harga-beras-cs-naik-apa-kata-kementan-vwCCMt5yeR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/22/320/2203000/presiden-heran-harga-beras-cs-naik-apa-kata-kementan-vwCCMt5yeR.jpg</image><title>Pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono memberikan penjelasan terkait adanya kenaikan harga pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut dia, semua pihak harus bisa menjaga keseimbangan supply demand supaya stabilisasi harga terjaga. Di mana banyak kasus, di mana produksi melimpah tapi harga naik.

&quot;Seperti pada bawang merah. Harga di tingkat produsen, seperti di sentra Brebes, Jawa Tengah misalnya masih sekitar Rp26.000-Rp28.000 per kilogram. Tapi harga di Jakarta mencapai Rp52.000 per kilogram,&quot; ujar dia pada telekonferensi, Rabu (22/4/2020)

Sedangkan, lanjut dia, komoditas lain yakni daging ayam, harga di tingkat peternak mandiri anjlok hingga Rp10.000 per kilogram. Namun ayam karkas di pasar tradisional masih dihargai lebih dari Rp30.000 per kilogram.

&quot;Sama juga beras. Data prediksi produksi kita bulan April-Mei 2020 sekitar 11-12 juta ton. Tapi, kenapa di pasar harga cenderung meningkat? Ini pekerjaan kita bersama,&quot; jelas dia.

Dia menambahkan, seluruh masyarakat membutuhkan pangan. Namun, juga butuh stabilitas harga dan akses pangan yang terjangkau dengan mudah.

&quot;Adanya perbedaan harga yang tinggi membutuhkan solusi tepat dan diharapkan bisa dipecahkan oleh para generasi milenial,&quot; tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih melihat adanya kenaikan harga pangan di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19 ini. Terutama harga beras dan gula yang masih mengalami kenaikan.


Dirinya pun mempertanyakan akan Kementerian Perdagangan (Kemendag) soal harga bahan pokok tersebut. Di mana, perlu dilihat ke lapangannya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono memberikan penjelasan terkait adanya kenaikan harga pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut dia, semua pihak harus bisa menjaga keseimbangan supply demand supaya stabilisasi harga terjaga. Di mana banyak kasus, di mana produksi melimpah tapi harga naik.

&quot;Seperti pada bawang merah. Harga di tingkat produsen, seperti di sentra Brebes, Jawa Tengah misalnya masih sekitar Rp26.000-Rp28.000 per kilogram. Tapi harga di Jakarta mencapai Rp52.000 per kilogram,&quot; ujar dia pada telekonferensi, Rabu (22/4/2020)

Sedangkan, lanjut dia, komoditas lain yakni daging ayam, harga di tingkat peternak mandiri anjlok hingga Rp10.000 per kilogram. Namun ayam karkas di pasar tradisional masih dihargai lebih dari Rp30.000 per kilogram.

&quot;Sama juga beras. Data prediksi produksi kita bulan April-Mei 2020 sekitar 11-12 juta ton. Tapi, kenapa di pasar harga cenderung meningkat? Ini pekerjaan kita bersama,&quot; jelas dia.

Dia menambahkan, seluruh masyarakat membutuhkan pangan. Namun, juga butuh stabilitas harga dan akses pangan yang terjangkau dengan mudah.

&quot;Adanya perbedaan harga yang tinggi membutuhkan solusi tepat dan diharapkan bisa dipecahkan oleh para generasi milenial,&quot; tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih melihat adanya kenaikan harga pangan di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19 ini. Terutama harga beras dan gula yang masih mengalami kenaikan.


Dirinya pun mempertanyakan akan Kementerian Perdagangan (Kemendag) soal harga bahan pokok tersebut. Di mana, perlu dilihat ke lapangannya.</content:encoded></item></channel></rss>
