<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terlambat Tangani Corona, Ekonomi RI Bisa Minus 2,5%</title><description>Angka proyeksi tersebut jika pemerintah menanganani pandemi ini secara baik dan cepat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/20/2204496/terlambat-tangani-corona-ekonomi-ri-bisa-minus-2-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/20/2204496/terlambat-tangani-corona-ekonomi-ri-bisa-minus-2-5"/><item><title>Terlambat Tangani Corona, Ekonomi RI Bisa Minus 2,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/20/2204496/terlambat-tangani-corona-ekonomi-ri-bisa-minus-2-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/20/2204496/terlambat-tangani-corona-ekonomi-ri-bisa-minus-2-5</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 20:54 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/20/2204496/terlambat-tangani-corona-ekonomi-ri-bisa-minus-2-5-uBRmheyF6F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak Covid-19 pada Ekonomi Global. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/20/2204496/terlambat-tangani-corona-ekonomi-ri-bisa-minus-2-5-uBRmheyF6F.jpg</image><title>Dampak Covid-19 pada Ekonomi Global. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 0,5%. Hal tersebut dampak dari pandemi virus Corona yang terjadi di Indonesia.
Menurut Faisal Basri, angka proyeksi tersebut jika pemerintah menanganani pandemi ini secara baik dan cepat. Namun jika dilakukan dengan lambat, maka ekonomi Indonesia bisa minus 0,25%.
&quot;Oleh karena itu saya menduga ekonomi Indonesia kemungkinan dia akan tumbuh hanya 0,5% paling optimis dan pesimisnya minus 2% sampai minus 2,5%,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (24/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Covid-19, Pimpinan G20 Imbau Gunakan Seluruh Kebijakan untuk Perbaikan Ekonomi
Menurut Faisal Basri, penanganan COVID-19 di Indonesia penuh ketidakpastian. Bahkan sulit memprediksi kapan virus Corona ini berhenti menyebar.
Hal ini menjadi lampu merah bagi pemerintah. Sebab, jika pandemi ini tak segera berakhir maka jika ekonomi Indonesia bisa tumbuh 2% sudah menjadi bonus, karena seharusnya angkanya berada dibawah lagi.
&quot;Barangkali (pandemi COVID-19) puncaknya adalah setelah lebaran, karena yang mudik sudah banyak sehingga makin berat untuk kita memprediksi Indonesia. Tapi (ekonomi tumbuh) 2% saya rasa suatu prestasi yang luar biasa. Jangan diharapkan ekonomi tumbuh dalam situasi seperti ini,&quot; kata Faisal BasriNamun tahun depan, Faisal Basri memprediksi ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh. Dia memprediksi pertumbuhannya 4,9% di 2021, 5% di 2022, dan 5,2% di 2023-2024.
&quot;Itu best scenario. Tapi tidak ada (pertumbuhan ekonomi) 7,8%, 8,5%,&quot; kata Faisal.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 0,5%. Hal tersebut dampak dari pandemi virus Corona yang terjadi di Indonesia.
Menurut Faisal Basri, angka proyeksi tersebut jika pemerintah menanganani pandemi ini secara baik dan cepat. Namun jika dilakukan dengan lambat, maka ekonomi Indonesia bisa minus 0,25%.
&quot;Oleh karena itu saya menduga ekonomi Indonesia kemungkinan dia akan tumbuh hanya 0,5% paling optimis dan pesimisnya minus 2% sampai minus 2,5%,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (24/4/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Hadapi Covid-19, Pimpinan G20 Imbau Gunakan Seluruh Kebijakan untuk Perbaikan Ekonomi
Menurut Faisal Basri, penanganan COVID-19 di Indonesia penuh ketidakpastian. Bahkan sulit memprediksi kapan virus Corona ini berhenti menyebar.
Hal ini menjadi lampu merah bagi pemerintah. Sebab, jika pandemi ini tak segera berakhir maka jika ekonomi Indonesia bisa tumbuh 2% sudah menjadi bonus, karena seharusnya angkanya berada dibawah lagi.
&quot;Barangkali (pandemi COVID-19) puncaknya adalah setelah lebaran, karena yang mudik sudah banyak sehingga makin berat untuk kita memprediksi Indonesia. Tapi (ekonomi tumbuh) 2% saya rasa suatu prestasi yang luar biasa. Jangan diharapkan ekonomi tumbuh dalam situasi seperti ini,&quot; kata Faisal BasriNamun tahun depan, Faisal Basri memprediksi ekonomi Indonesia akan kembali tumbuh. Dia memprediksi pertumbuhannya 4,9% di 2021, 5% di 2022, dan 5,2% di 2023-2024.
&quot;Itu best scenario. Tapi tidak ada (pertumbuhan ekonomi) 7,8%, 8,5%,&quot; kata Faisal.</content:encoded></item></channel></rss>
