<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani</title><description>Bahkan Nabi Muhammad SAW sudah mencapai puncak kesuksesan di usia 25 tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204052/7-jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-yang-patut-diteladani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204052/7-jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-yang-patut-diteladani"/><item><title>7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204052/7-jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-yang-patut-diteladani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204052/7-jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-yang-patut-diteladani</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 06:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/320/2204052/7-jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-yang-patut-diteladani-Q1d7kSHSMc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani. (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/320/2204052/7-jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-yang-patut-diteladani-Q1d7kSHSMc.jpg</image><title>7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Patut Diteladani. (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Selain menyebarkan ajaran agama Islam, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai pebisnis yang memiliki nilai-nilai kejujuran dan dapat dipercaya. Bahkan Nabi Muhammad SAW sudah mencapai puncak kesuksesan di usia 25 tahun.
Rasulullah sekaligus mengajarkan dan membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk bekerja dan bisa menghidupi diri sendiri.
Setidaknya ada 7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang bisa diteladani. Berikut ini seperti diukutip dari buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, Great Publisher, Jakarta, Jumat (24/4/2020).
1. Keberanian untuk memilih pekerjaan sebagai wirausaha/pedagang di usia muda.
2. Pernah mengikuti pamanannya berdagang ke Syiria pada usia anak-anak.
Baca Juga : Jejak Nabi Muhammad SAW dari Kecil hingga Sukses Berbisnis
3. Pada saat belum memiliki modal, beliau menjadi manajer perdagangan para investor (shahibul maal) dengan sistem bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, mengangkatnya sebagai manajer dan pemimpin ekspedisi ke pusat perdagangan Habshah di Yaman. Dalam ekspedisi ini, Khadijah mendapat keuntungan besar dari seluruh barang dagang miliknya.

4. Empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syiria, Jorash dan Bahrain di sebelah timur Semenanjung Arab.
Baca Juga : Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, 5 Pelajaran dari Menggembala Kambing
5. Total ekspedisi dagang besar yang pernah dilakukan pada masa mudanya adalah enam kali.
6. Pebisnis besar yang terkenal dari Yaman, Syiria, Basrah, Iraq, Yordania, hingga kota-kota perdagangan di Jazirah Arab.
7. Lebih dari 20 tahun berkiprah di bidang perdagangan.
Kisah Nabi Muhammad Sewaktu Kecil&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;Nabi Muhammad SAW sewaktu kecil adalah seorang yatim. Ayahnya  Abdullah, meninggal dunia ketika Beliau lahir. Rasulullah hanya bisa  menikmati kasih sayang seorang Ibu tak seberapa lama. Sebab, Aminah sang  Ibu juga meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun.
Baca Juga : Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, 5 Pelajaran dari Menggembala Kambing

Ketiadaan orangtua dalam kehidupan beliau membuat Nabi Muhammad kecil  mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT untuk  mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan  hati orang lain.
Maka, meski tak mendapatkan kasih sayang laiknya anak-anak lain,  Muhammad kecil tetap tegar dan menjalani hidup dengan baik. Sebab, cinta  Allah SWT adalah yang paling agung di antara cinta makhluk manapun di  dunia ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Selain menyebarkan ajaran agama Islam, Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai pebisnis yang memiliki nilai-nilai kejujuran dan dapat dipercaya. Bahkan Nabi Muhammad SAW sudah mencapai puncak kesuksesan di usia 25 tahun.
Rasulullah sekaligus mengajarkan dan membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk bekerja dan bisa menghidupi diri sendiri.
Setidaknya ada 7 Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW yang bisa diteladani. Berikut ini seperti diukutip dari buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, Great Publisher, Jakarta, Jumat (24/4/2020).
1. Keberanian untuk memilih pekerjaan sebagai wirausaha/pedagang di usia muda.
2. Pernah mengikuti pamanannya berdagang ke Syiria pada usia anak-anak.
Baca Juga : Jejak Nabi Muhammad SAW dari Kecil hingga Sukses Berbisnis
3. Pada saat belum memiliki modal, beliau menjadi manajer perdagangan para investor (shahibul maal) dengan sistem bagi hasil. Seorang investor besar Makkah, Khadijah, mengangkatnya sebagai manajer dan pemimpin ekspedisi ke pusat perdagangan Habshah di Yaman. Dalam ekspedisi ini, Khadijah mendapat keuntungan besar dari seluruh barang dagang miliknya.

4. Empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syiria, Jorash dan Bahrain di sebelah timur Semenanjung Arab.
Baca Juga : Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, 5 Pelajaran dari Menggembala Kambing
5. Total ekspedisi dagang besar yang pernah dilakukan pada masa mudanya adalah enam kali.
6. Pebisnis besar yang terkenal dari Yaman, Syiria, Basrah, Iraq, Yordania, hingga kota-kota perdagangan di Jazirah Arab.
7. Lebih dari 20 tahun berkiprah di bidang perdagangan.
Kisah Nabi Muhammad Sewaktu Kecil&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;Nabi Muhammad SAW sewaktu kecil adalah seorang yatim. Ayahnya  Abdullah, meninggal dunia ketika Beliau lahir. Rasulullah hanya bisa  menikmati kasih sayang seorang Ibu tak seberapa lama. Sebab, Aminah sang  Ibu juga meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun.
Baca Juga : Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, 5 Pelajaran dari Menggembala Kambing

Ketiadaan orangtua dalam kehidupan beliau membuat Nabi Muhammad kecil  mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT untuk  mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan  hati orang lain.
Maka, meski tak mendapatkan kasih sayang laiknya anak-anak lain,  Muhammad kecil tetap tegar dan menjalani hidup dengan baik. Sebab, cinta  Allah SWT adalah yang paling agung di antara cinta makhluk manapun di  dunia ini.</content:encoded></item></channel></rss>
