<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Pucuk Surat Andi Taufan yang 'Terkenal' </title><description>Andi Taufan Garuda Putra telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai staf khusus presiden.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204216/3-pucuk-surat-andi-taufan-yang-terkenal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204216/3-pucuk-surat-andi-taufan-yang-terkenal"/><item><title>3 Pucuk Surat Andi Taufan yang 'Terkenal' </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204216/3-pucuk-surat-andi-taufan-yang-terkenal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204216/3-pucuk-surat-andi-taufan-yang-terkenal</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/320/2204216/3-pucuk-surat-andi-taufan-yang-terkenal-t39BhIEh40.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Andi Taufan (batik biru). (Foto: Twitter Amartha)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/320/2204216/3-pucuk-surat-andi-taufan-yang-terkenal-t39BhIEh40.jpg</image><title>Andi Taufan (batik biru). (Foto: Twitter Amartha)</title></images><description>JAKARTA - Andi Taufan Garuda Putra telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai staf khusus presiden. Surat pengunduran dirinya telah beredar luas.

Dengan surat pengunduran diri tersebut, paling tidak ada 3 suratnya yang terkenal. Pertama, adalah suratnya yang kontroversial, yang ditujukan kepada camat dan berisi penunjukan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam program relawan desa lawan covid-19.

Baca juga: Giliran Stafsus Milenial Andi Taufan Mengundurkan Diri

&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kedua, surat permohonan maaf dari Andi Taufan. Yakni, terkait dengan  surat pertama. Dia mengklarifikasi surat tersebut. Dirinya mencabut  surat berkop Sekretariat Negara tersebut sekaligus meminta maaf kepada  masyarakat.

Baca juga: Polemik yang Bikin Belva Devara dan Andi Taufan Mundur dari Stafsus Presiden

Perihal: Klarifikasi dan Permohonan Maaf
 
&amp;nbsp;
 
Kepada Yth Rekan-Rekan Media,
 
&amp;nbsp;
 
Sehubungan dengan beredarnya surat saya, Andi Taufan Garuda Putra  selaku Staf Khusus Presiden nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tentang  kerjasama sebagai relawan desa lawan COVID-19 yang ditujukan kepada  camat beberapa daerah, yang menimbulkan tanggapan dari berbagai pihak,  termasuk media.
 
&amp;nbsp;
 
Untuk itu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada  berbagai pihak yang telah memberikan masukan. Tentunya hal ini akan  menjadi pelajaran penting bagi saya sebagai anak muda yang ingin  memberikan kontribusi untuk negeri, agar tetap mengikuti kaidah aturan  dalam sistem birokrasi.
 
&amp;nbsp;
 
Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut.  Perlu saya sampaikan bahwa surat tersebut bersifat pemberitahuan  dukungan kepada program Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
 
&amp;nbsp;
 
Maksud saya ingin berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu  mencegah dan menanggulangi Covid-19 di desa, melalui dukungan secara  langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinan  saya.
 
&amp;nbsp;
 
Dukungan tersebut, murni atas dasar kemanusiaan dan dengan biaya  Amartha dan donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara  transparan dan akuntabel. Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa  menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD.
 
&amp;nbsp;
 
Saya akan terus bergerak membantu Pemerintah dalam menangani  penyebaran Covid-19. Bekerjasama dan bergotong royong dengan seluruh  lapisan masyarakat, baik Pemerintah, swasta, lembaga dan organisasi  masyarakat lainnya untuk menanggulangi Covid-19 dengan cepat.
 
&amp;nbsp;
 
Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan  ketidaknyamanan yang timbul. Apapun yang terjadi, saya tetap membantu  desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya.
 
&amp;nbsp;
 
Jakarta, 14 April 2020
 
&amp;nbsp;
 
Andi Taufan Garuda Putra
 
Email: atgarudaputra@gmail.com Ketiga, surat pengunduran dirinya sebagai staf khusus presiden. Surat ini pun telah  beredar luas.

&amp;nbsp;Baca juga: Tanggapan Presiden Jokowi soal Pengunduran Diri Stafsus Milenial Andi Taufan

&amp;nbsp;Salam sejahtera untuk kita semua.
 
Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf
 
Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui  surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden.
 
&amp;nbsp;
 
Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus  untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi  masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.
 
&amp;nbsp;
 
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas  kepercayaan, pelajaran dan nilai-nilai yang diberikan selama perjalanan  saya sebagai Staf Khusus
 
&amp;nbsp;
 
Presiden. Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan sendiri  bagaimana Beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan  tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa  depan Indonesia.
 
&amp;nbsp;
 
Begitu banyak pelajaran berharga yang saya petik. Saya pun tidak  luput dari berbagai kekurangan. Untuk itu, saya sekali lagi mohon maaf  dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik.
 
&amp;nbsp;
 
Dalam kapasitas apapun, saya berharap kita semua dapat terus berjuang  bersama, memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Dengan niat  tulus dan usaha yang
 
keras, saya yakin kita bisa menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
 
&amp;nbsp;
 
Akhir kata, kepada seluruh umat Muslim, selamat menunaikan ibadah  puasa. Semoga bulan suci Ramadhan membawa berkah untuk kita semua.
 
&amp;nbsp;
 
Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh.
 
Salam sejahtera untuk kita semua.
 
Jakarta, 24 April 2020
 
Andi Taufan Garuda Putra</description><content:encoded>JAKARTA - Andi Taufan Garuda Putra telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai staf khusus presiden. Surat pengunduran dirinya telah beredar luas.

Dengan surat pengunduran diri tersebut, paling tidak ada 3 suratnya yang terkenal. Pertama, adalah suratnya yang kontroversial, yang ditujukan kepada camat dan berisi penunjukan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam program relawan desa lawan covid-19.

Baca juga: Giliran Stafsus Milenial Andi Taufan Mengundurkan Diri

&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kedua, surat permohonan maaf dari Andi Taufan. Yakni, terkait dengan  surat pertama. Dia mengklarifikasi surat tersebut. Dirinya mencabut  surat berkop Sekretariat Negara tersebut sekaligus meminta maaf kepada  masyarakat.

Baca juga: Polemik yang Bikin Belva Devara dan Andi Taufan Mundur dari Stafsus Presiden

Perihal: Klarifikasi dan Permohonan Maaf
 
&amp;nbsp;
 
Kepada Yth Rekan-Rekan Media,
 
&amp;nbsp;
 
Sehubungan dengan beredarnya surat saya, Andi Taufan Garuda Putra  selaku Staf Khusus Presiden nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tentang  kerjasama sebagai relawan desa lawan COVID-19 yang ditujukan kepada  camat beberapa daerah, yang menimbulkan tanggapan dari berbagai pihak,  termasuk media.
 
&amp;nbsp;
 
Untuk itu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada  berbagai pihak yang telah memberikan masukan. Tentunya hal ini akan  menjadi pelajaran penting bagi saya sebagai anak muda yang ingin  memberikan kontribusi untuk negeri, agar tetap mengikuti kaidah aturan  dalam sistem birokrasi.
 
&amp;nbsp;
 
Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut.  Perlu saya sampaikan bahwa surat tersebut bersifat pemberitahuan  dukungan kepada program Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi oleh  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
 
&amp;nbsp;
 
Maksud saya ingin berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu  mencegah dan menanggulangi Covid-19 di desa, melalui dukungan secara  langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinan  saya.
 
&amp;nbsp;
 
Dukungan tersebut, murni atas dasar kemanusiaan dan dengan biaya  Amartha dan donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara  transparan dan akuntabel. Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa  menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD.
 
&amp;nbsp;
 
Saya akan terus bergerak membantu Pemerintah dalam menangani  penyebaran Covid-19. Bekerjasama dan bergotong royong dengan seluruh  lapisan masyarakat, baik Pemerintah, swasta, lembaga dan organisasi  masyarakat lainnya untuk menanggulangi Covid-19 dengan cepat.
 
&amp;nbsp;
 
Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan  ketidaknyamanan yang timbul. Apapun yang terjadi, saya tetap membantu  desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya.
 
&amp;nbsp;
 
Jakarta, 14 April 2020
 
&amp;nbsp;
 
Andi Taufan Garuda Putra
 
Email: atgarudaputra@gmail.com Ketiga, surat pengunduran dirinya sebagai staf khusus presiden. Surat ini pun telah  beredar luas.

&amp;nbsp;Baca juga: Tanggapan Presiden Jokowi soal Pengunduran Diri Stafsus Milenial Andi Taufan

&amp;nbsp;Salam sejahtera untuk kita semua.
 
Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf
 
Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui  surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden.
 
&amp;nbsp;
 
Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus  untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi  masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.
 
&amp;nbsp;
 
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden atas  kepercayaan, pelajaran dan nilai-nilai yang diberikan selama perjalanan  saya sebagai Staf Khusus
 
&amp;nbsp;
 
Presiden. Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan sendiri  bagaimana Beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan  tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa  depan Indonesia.
 
&amp;nbsp;
 
Begitu banyak pelajaran berharga yang saya petik. Saya pun tidak  luput dari berbagai kekurangan. Untuk itu, saya sekali lagi mohon maaf  dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik.
 
&amp;nbsp;
 
Dalam kapasitas apapun, saya berharap kita semua dapat terus berjuang  bersama, memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Dengan niat  tulus dan usaha yang
 
keras, saya yakin kita bisa menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
 
&amp;nbsp;
 
Akhir kata, kepada seluruh umat Muslim, selamat menunaikan ibadah  puasa. Semoga bulan suci Ramadhan membawa berkah untuk kita semua.
 
&amp;nbsp;
 
Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh.
 
Salam sejahtera untuk kita semua.
 
Jakarta, 24 April 2020
 
Andi Taufan Garuda Putra</content:encoded></item></channel></rss>
