<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebutuhan Elpiji Diprediksi Naik 6% saat Ramadhan</title><description>Pertamina memprediksi kebutuhan LPG pada Ramadhan kali ini akan meningkat sekitar 6%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204260/kebutuhan-elpiji-diprediksi-naik-6-saat-ramadhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204260/kebutuhan-elpiji-diprediksi-naik-6-saat-ramadhan"/><item><title>Kebutuhan Elpiji Diprediksi Naik 6% saat Ramadhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204260/kebutuhan-elpiji-diprediksi-naik-6-saat-ramadhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/24/320/2204260/kebutuhan-elpiji-diprediksi-naik-6-saat-ramadhan</guid><pubDate>Jum'at 24 April 2020 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/24/320/2204260/kebutuhan-elpiji-diprediksi-naik-6-saat-ramadhan-0t8emRSb63.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gas Elpiji (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/24/320/2204260/kebutuhan-elpiji-diprediksi-naik-6-saat-ramadhan-0t8emRSb63.jpg</image><title>Gas Elpiji (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pertamina memprediksi kebutuhan Elpiji (LPG) pada Ramadhan kali ini akan meningkat sekitar 6%. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan sekaligus menyesuaikan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperpanjang dan meluas di berbagai wilayah Indonesia, sehingga akan lebih banyak aktivitas memasak di rumah.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina telah menyiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi kenaikan tersebut. Mulai dari menjaga ketahanan stok hingga meningkatkan pelayanan melalui layanan antar atau Pertamina Delivery Service.
Baca juga: 10.430 Tabung Baja Elpiji Tak Sesuai SNI Dimusnahkan
&quot;Fokus utama kami adalah memastikan bagaimana kebutuhan energi masyarakat, baik BBM maupun LPG terpenuhi. Dan pada Ramadhan kali ini, dengan memprediksi kebutuhan LPG akan meningkat maka kami juga menambah ketahanan stock hingga di level 19 hari dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan LPG dengan tetap berada di rumah saja,&amp;rdquo; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).
Untuk kemudahan masyarakat mendapatkan LPG, Pertamina telah menyediakan  jumlah agen siaga 3.178 titik pangkalan siaga sebanyak 38.285 titik baik untuk LPG subsidi dan non subsidi. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi ataupun SPBU di sekitarnya untuk mendapatkan harga sesuai HET yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Pasokan LPG 3 Kg di Banten Ditambah 50%
&quot;Opsi lain yang kini tersedia adalah layanan pesan antar melalui Pertamina Call Center 135 atau layanan whatsapp 08111350135,&quot; ungkap dia.
Fajriyah menambahkan, Pertamina juga tetap siaga mengamankan pasokan BBM di sepanjang jalur utama tol maupun arteri. Meskipun Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, seluruh SPBU di jalur utama tetap beroperasi untuk mengamankan pasokan BBM bagi angkutan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi.&quot;Pada Ramadhan kali ini Pertamina memprediksi konsumsi BBM akan  berada di kisaran 110.034 KL/day atau turun  20%. Dibandingkan kondisi  normal. Angka ini jauh di bawah konsumsi pada Ramadhan tahun lalu yang  mencapai sekitar 138.318 KL/day,&quot; jelas dia.
Seperti pada masa Ramadhan sebelumnya, Pertamina membentuk Tim Satgas  yang bertugas memonitor pergerakkan kebutuhan BBM dan LPG selama  Ramadhan dan Idul Fitri. Pada masa ini pula, sejumlah Terminal BBM dan  LPG beroperasi 24 jam.
&quot;Meski konsumsi BBM saat ini menurun dibanding tahun lalu, namun  Pertamina tetap siaga mengamankan pasokan agar kebutuhan masyarakat  selama Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik, sehingga ibadah pun  berjalan lancar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertamina memprediksi kebutuhan Elpiji (LPG) pada Ramadhan kali ini akan meningkat sekitar 6%. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan sekaligus menyesuaikan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperpanjang dan meluas di berbagai wilayah Indonesia, sehingga akan lebih banyak aktivitas memasak di rumah.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina telah menyiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi kenaikan tersebut. Mulai dari menjaga ketahanan stok hingga meningkatkan pelayanan melalui layanan antar atau Pertamina Delivery Service.
Baca juga: 10.430 Tabung Baja Elpiji Tak Sesuai SNI Dimusnahkan
&quot;Fokus utama kami adalah memastikan bagaimana kebutuhan energi masyarakat, baik BBM maupun LPG terpenuhi. Dan pada Ramadhan kali ini, dengan memprediksi kebutuhan LPG akan meningkat maka kami juga menambah ketahanan stock hingga di level 19 hari dan memberi kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan LPG dengan tetap berada di rumah saja,&amp;rdquo; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).
Untuk kemudahan masyarakat mendapatkan LPG, Pertamina telah menyediakan  jumlah agen siaga 3.178 titik pangkalan siaga sebanyak 38.285 titik baik untuk LPG subsidi dan non subsidi. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi ataupun SPBU di sekitarnya untuk mendapatkan harga sesuai HET yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Pasokan LPG 3 Kg di Banten Ditambah 50%
&quot;Opsi lain yang kini tersedia adalah layanan pesan antar melalui Pertamina Call Center 135 atau layanan whatsapp 08111350135,&quot; ungkap dia.
Fajriyah menambahkan, Pertamina juga tetap siaga mengamankan pasokan BBM di sepanjang jalur utama tol maupun arteri. Meskipun Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, seluruh SPBU di jalur utama tetap beroperasi untuk mengamankan pasokan BBM bagi angkutan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi.&quot;Pada Ramadhan kali ini Pertamina memprediksi konsumsi BBM akan  berada di kisaran 110.034 KL/day atau turun  20%. Dibandingkan kondisi  normal. Angka ini jauh di bawah konsumsi pada Ramadhan tahun lalu yang  mencapai sekitar 138.318 KL/day,&quot; jelas dia.
Seperti pada masa Ramadhan sebelumnya, Pertamina membentuk Tim Satgas  yang bertugas memonitor pergerakkan kebutuhan BBM dan LPG selama  Ramadhan dan Idul Fitri. Pada masa ini pula, sejumlah Terminal BBM dan  LPG beroperasi 24 jam.
&quot;Meski konsumsi BBM saat ini menurun dibanding tahun lalu, namun  Pertamina tetap siaga mengamankan pasokan agar kebutuhan masyarakat  selama Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik, sehingga ibadah pun  berjalan lancar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
