<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tantangan Industri Pengalengan Ikan Hadapi Corona</title><description>industri pengalengan ikan juga menghadapi berbagai tantangan terhadap dampak pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/25/320/2204867/tantangan-industri-pengalengan-ikan-hadapi-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/25/320/2204867/tantangan-industri-pengalengan-ikan-hadapi-corona"/><item><title>   Tantangan Industri Pengalengan Ikan Hadapi Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/25/320/2204867/tantangan-industri-pengalengan-ikan-hadapi-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/25/320/2204867/tantangan-industri-pengalengan-ikan-hadapi-corona</guid><pubDate>Sabtu 25 April 2020 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/25/320/2204867/tantangan-industri-pengalengan-ikan-hadapi-corona-duGkH65s7Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/25/320/2204867/tantangan-industri-pengalengan-ikan-hadapi-corona-duGkH65s7Y.jpg</image><title>Ikan (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Meski mencatatkan kinerja yang positif, industri pengalengan ikan juga menghadapi berbagai tantangan terhadap dampak pandemi Covid-19.

Tantangan tersebut, antara lain kenaikan harga kaleng, pasta saus dan terigu pengental yang diimpor serta berkurangnya bahan baku ikan yang diimpor dari negara yang memberlakukan&amp;nbsp;lockdown.




&amp;ldquo;Ekspor olahan ikan ke negara yang terkena wabah Covid-19 juga mengalami gangguan akibat&amp;nbsp;operator shipping&amp;nbsp;yang belum beroperasi normal dan pihak&amp;nbsp;buyer&amp;nbsp;menunda pembelian sehingga stok menumpuk di&amp;nbsp;cold storage,&amp;rdquo; tutur Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).



Kemenperin mencatat, hingga kini terdapat 718 unit usaha pengolahan ikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah produksi sektor pengolahan ikan ini mencapai 1,6 juta ton pada tahun 2019, meningkat 300 ribu ton dibanding tahun 2016.

&amp;ldquo;Untuk nilai ekspornya, sektor industri ini juga meningkat pada tahun 2019 menjadi USD4,1 juta,&amp;rdquo; ungkap Rochim.


Sebelumnya, industri pengalengan ikan merupakan salah satu sektor yang mendapat keberkahan di tengah pandemi Covid-19.



Sebab, permintaan terhadap produk olahan di sektor tersebut cenderung semakin meningkat khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.





&amp;ldquo;Stok nasional untuk produk sarden dan makarel kaleng saat ini berjumlah 35 juta kaleng. Selain diserap melalui pasar ekspor, ritel dan online, olahan ikan kaleng dapat dimanfaatkan sebagai salah satu produk bantuan sosial yang memenuhi kebutuhan protein masyarakat,&amp;rdquo; katanya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Meski mencatatkan kinerja yang positif, industri pengalengan ikan juga menghadapi berbagai tantangan terhadap dampak pandemi Covid-19.

Tantangan tersebut, antara lain kenaikan harga kaleng, pasta saus dan terigu pengental yang diimpor serta berkurangnya bahan baku ikan yang diimpor dari negara yang memberlakukan&amp;nbsp;lockdown.




&amp;ldquo;Ekspor olahan ikan ke negara yang terkena wabah Covid-19 juga mengalami gangguan akibat&amp;nbsp;operator shipping&amp;nbsp;yang belum beroperasi normal dan pihak&amp;nbsp;buyer&amp;nbsp;menunda pembelian sehingga stok menumpuk di&amp;nbsp;cold storage,&amp;rdquo; tutur Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).



Kemenperin mencatat, hingga kini terdapat 718 unit usaha pengolahan ikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah produksi sektor pengolahan ikan ini mencapai 1,6 juta ton pada tahun 2019, meningkat 300 ribu ton dibanding tahun 2016.

&amp;ldquo;Untuk nilai ekspornya, sektor industri ini juga meningkat pada tahun 2019 menjadi USD4,1 juta,&amp;rdquo; ungkap Rochim.


Sebelumnya, industri pengalengan ikan merupakan salah satu sektor yang mendapat keberkahan di tengah pandemi Covid-19.



Sebab, permintaan terhadap produk olahan di sektor tersebut cenderung semakin meningkat khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.





&amp;ldquo;Stok nasional untuk produk sarden dan makarel kaleng saat ini berjumlah 35 juta kaleng. Selain diserap melalui pasar ekspor, ritel dan online, olahan ikan kaleng dapat dimanfaatkan sebagai salah satu produk bantuan sosial yang memenuhi kebutuhan protein masyarakat,&amp;rdquo; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
