<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Corona, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Hanya Tumbuh 1,8%</title><description>Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean memprediksi  pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 1,8%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/20/2205155/dampak-corona-ekonomi-indonesia-diproyeksi-hanya-tumbuh-1-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/20/2205155/dampak-corona-ekonomi-indonesia-diproyeksi-hanya-tumbuh-1-8"/><item><title>Dampak Corona, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Hanya Tumbuh 1,8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/20/2205155/dampak-corona-ekonomi-indonesia-diproyeksi-hanya-tumbuh-1-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/20/2205155/dampak-corona-ekonomi-indonesia-diproyeksi-hanya-tumbuh-1-8</guid><pubDate>Minggu 26 April 2020 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/26/20/2205155/dampak-corona-ekonomi-indonesia-diproyeksi-hanya-tumbuh-1-8-psImfYMZKT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/26/20/2205155/dampak-corona-ekonomi-indonesia-diproyeksi-hanya-tumbuh-1-8-psImfYMZKT.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 1,8%. Perkiraan ini berdasarkan kemungkinan terburuk dan terbaik dari penyelesaian virus corona di tanah air.
Sementara untuk angka inflasi diprediksi berada di kisaran 2,7%. Angka ini sangat terkandali jika dibandingkan dengan target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni sebesar 3,5% plus minus 1%.
Baca Juga: Kuat saat Krisis 1998, UMKM Kini Paling Terdampak Corona
&quot;Saya proyeksikan pertumbuhan ekonomi di 1,8%. Inflasi 2,7% apakah ini pesimis atau optimis,&quot; kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Minggu (26/4/2020).
Dia mengatakan, jika dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari beberapa sumber ini menjadi yang cukup optimis. Mengingat, sejumlah lembaga bahkan ekonom bahkan meramal pertumbuhan ekonomi berada di 0,5% hingga minus mencapai 1-2%.
Adrian menambahkan pemulihan ekonomi bakal terasa di kuartal IV-2020. Sementara di kuartal II dan III 2020 masih berada di bawah tekanan mengingat kondisi pandemi virus corona ini masih akan berlangsung selama delapan minggu ke depan.
Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Corona, Apa Saja?
&quot;Pada level asumsi saja 1,8% ini keliatan optimis,&quot; kata Adrian.
Menurut Adrian, cepat atau lambatnya pemulihan ekonomi tergantung dari penyelesaian virus corona yang dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah bagaiaman efektivitas dari program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
&quot;Dan pertanyaan nomor dua sampai kapan itu tergantung dari bagaimana virus itu diselesaikan. Jadi tergantung bagaimana social distancing ini bisa berlangsung,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 1,8%. Perkiraan ini berdasarkan kemungkinan terburuk dan terbaik dari penyelesaian virus corona di tanah air.
Sementara untuk angka inflasi diprediksi berada di kisaran 2,7%. Angka ini sangat terkandali jika dibandingkan dengan target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni sebesar 3,5% plus minus 1%.
Baca Juga: Kuat saat Krisis 1998, UMKM Kini Paling Terdampak Corona
&quot;Saya proyeksikan pertumbuhan ekonomi di 1,8%. Inflasi 2,7% apakah ini pesimis atau optimis,&quot; kata dia dalam diskusi virtual di Jakarta, Minggu (26/4/2020).
Dia mengatakan, jika dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari beberapa sumber ini menjadi yang cukup optimis. Mengingat, sejumlah lembaga bahkan ekonom bahkan meramal pertumbuhan ekonomi berada di 0,5% hingga minus mencapai 1-2%.
Adrian menambahkan pemulihan ekonomi bakal terasa di kuartal IV-2020. Sementara di kuartal II dan III 2020 masih berada di bawah tekanan mengingat kondisi pandemi virus corona ini masih akan berlangsung selama delapan minggu ke depan.
Baca juga: Menkeu Ungkap 3 Langkah Indonesia Hadapi Virus Corona, Apa Saja?
&quot;Pada level asumsi saja 1,8% ini keliatan optimis,&quot; kata Adrian.
Menurut Adrian, cepat atau lambatnya pemulihan ekonomi tergantung dari penyelesaian virus corona yang dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah bagaiaman efektivitas dari program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
&quot;Dan pertanyaan nomor dua sampai kapan itu tergantung dari bagaimana virus itu diselesaikan. Jadi tergantung bagaimana social distancing ini bisa berlangsung,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
