<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Larangan Mudik, Bandara Juanda Berhenti Layani Penerbangan Komersial</title><description>Bandara Juanda Sidoarjo memutuskan menghentikan layanan penerbangan komersial karena adanya larangan mudik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205023/ada-larangan-mudik-bandara-juanda-berhenti-layani-penerbangan-komersial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205023/ada-larangan-mudik-bandara-juanda-berhenti-layani-penerbangan-komersial"/><item><title>Ada Larangan Mudik, Bandara Juanda Berhenti Layani Penerbangan Komersial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205023/ada-larangan-mudik-bandara-juanda-berhenti-layani-penerbangan-komersial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205023/ada-larangan-mudik-bandara-juanda-berhenti-layani-penerbangan-komersial</guid><pubDate>Minggu 26 April 2020 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/26/320/2205023/ada-larangan-mudik-bandara-juanda-berhenti-layani-penerbangan-komersial-kDXsyvyMhj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/26/320/2205023/ada-larangan-mudik-bandara-juanda-berhenti-layani-penerbangan-komersial-kDXsyvyMhj.jpg</image><title>Bandara (Foto: Okezone.com)</title></images><description>SIDOARJO -  Bandara Juanda Sidoarjo memutuskan menghentikan layanan penerbangan komersial karena adanya larangan mudik. Hal ini juga dilakukan demi  mencegah penyebaran pandemi corona.
Larangan tersebut mulai diberlakukan sejak kemarin, setelah sehari sebelumnya pada Jumat 24 April 202 masih terdapat sejumlah penerbangan keberangkatan dan kedatangan, lantaran ada kebijakan kelonggaran sebagai upaya sosialisasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerbangan Internasional Tidak Terdampak Pelarangan Mudik
&quot;Sebenarnya mulai kemarin sampai 1 Juni nanti penerbangan di Bandara Juanda dihentikan sementara. Namun untuk tanggal 24 April kemarin masih diberikan kelonggaran, masih ada penerbangan,&quot; ujar Manajer Humas Bandara Internasional Juanda Sumiran, melalui sambungan telepon, Minggu (26/4/2020).
Dari catatan Sumiran, sepanjang Jumat kemarin terdapat 55 jadwal penerbangan keberangkatan domestik dan 51 kedatangan di Terminal 1 Bandara Juanda.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/29/62498/320222_medium.jpg&quot; alt=&quot;Earth Hour 2020 di Bandara Sultan Syarif Kasim II&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kemarin ada 55 flight dan yang datang ada 51 flight semua penebangan domestik di Terminal 1,&quot; lanjutnya.
Namun pihaknya memastikan bila pada sepanjang Sabtu ini tak ada lagi penerbangan domestik komersial, imbas aturan penutupan penerbangan sesuai Permenhub Nomor 25 tahun 2020 mengenai larangan mudik.
&quot;Iya sesuai aturan Permenhub Nomor 25 tahun 2020, memang demikian (ada larangan penerbangan),&quot; bebernya.Namun meski ditutup, pihaknya tetap akan melayani penerbangan kargo  dan logistik. Selain penerbangan ekstra juga masih dilayani, dengan  catatan mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&quot;Kalau kargo dan logistik masih kami layan di bandara. Kalau extra  flight bisa dilayani, tapi harus ada izinnya dari pihak Kemenhub,&quot;  tuturnya.
Terkait kebijakan pengembalian tiket, nantinya penumpang dapat  berkomunikasi dengan masing - masing maskapai mengenai mekanismenya  seperti apa. &quot;Kalau untuk tiket, kebijakan di masing-masing maskapai,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>SIDOARJO -  Bandara Juanda Sidoarjo memutuskan menghentikan layanan penerbangan komersial karena adanya larangan mudik. Hal ini juga dilakukan demi  mencegah penyebaran pandemi corona.
Larangan tersebut mulai diberlakukan sejak kemarin, setelah sehari sebelumnya pada Jumat 24 April 202 masih terdapat sejumlah penerbangan keberangkatan dan kedatangan, lantaran ada kebijakan kelonggaran sebagai upaya sosialisasi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerbangan Internasional Tidak Terdampak Pelarangan Mudik
&quot;Sebenarnya mulai kemarin sampai 1 Juni nanti penerbangan di Bandara Juanda dihentikan sementara. Namun untuk tanggal 24 April kemarin masih diberikan kelonggaran, masih ada penerbangan,&quot; ujar Manajer Humas Bandara Internasional Juanda Sumiran, melalui sambungan telepon, Minggu (26/4/2020).
Dari catatan Sumiran, sepanjang Jumat kemarin terdapat 55 jadwal penerbangan keberangkatan domestik dan 51 kedatangan di Terminal 1 Bandara Juanda.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/29/62498/320222_medium.jpg&quot; alt=&quot;Earth Hour 2020 di Bandara Sultan Syarif Kasim II&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kemarin ada 55 flight dan yang datang ada 51 flight semua penebangan domestik di Terminal 1,&quot; lanjutnya.
Namun pihaknya memastikan bila pada sepanjang Sabtu ini tak ada lagi penerbangan domestik komersial, imbas aturan penutupan penerbangan sesuai Permenhub Nomor 25 tahun 2020 mengenai larangan mudik.
&quot;Iya sesuai aturan Permenhub Nomor 25 tahun 2020, memang demikian (ada larangan penerbangan),&quot; bebernya.Namun meski ditutup, pihaknya tetap akan melayani penerbangan kargo  dan logistik. Selain penerbangan ekstra juga masih dilayani, dengan  catatan mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
&quot;Kalau kargo dan logistik masih kami layan di bandara. Kalau extra  flight bisa dilayani, tapi harus ada izinnya dari pihak Kemenhub,&quot;  tuturnya.
Terkait kebijakan pengembalian tiket, nantinya penumpang dapat  berkomunikasi dengan masing - masing maskapai mengenai mekanismenya  seperti apa. &quot;Kalau untuk tiket, kebijakan di masing-masing maskapai,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
