<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Transportasi Tagih Janji Presiden soal Keringanan Kredit</title><description>Para pengusaha transportasi meminta agar Presiden Joko Widodo segera merealisasikan insentif dan stimulus yang sudah dijanjikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205208/pengusaha-transportasi-tagih-janji-presiden-soal-keringanan-kredit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205208/pengusaha-transportasi-tagih-janji-presiden-soal-keringanan-kredit"/><item><title>Pengusaha Transportasi Tagih Janji Presiden soal Keringanan Kredit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205208/pengusaha-transportasi-tagih-janji-presiden-soal-keringanan-kredit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/26/320/2205208/pengusaha-transportasi-tagih-janji-presiden-soal-keringanan-kredit</guid><pubDate>Minggu 26 April 2020 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/26/320/2205208/pengusaha-transportasi-tagih-janji-presiden-soal-keringanan-kredit-acBnvuGJcw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/26/320/2205208/pengusaha-transportasi-tagih-janji-presiden-soal-keringanan-kredit-acBnvuGJcw.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Para pengusaha transportasi meminta agar Presiden Joko Widodo segera merealisasikan insentif dan stimulus yang sudah dijanjikan. Sebab hingga saat ini, para pengusaha transprotasi maupun para pekerjanya belum juga mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) Nyoman Sudiarta mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan stimulus untuk para pengusaha transportasi wisata. Sebab menurutnya, meskipun sudah banyak kebijakan yang diumumkan oleh pemerintah, belum ada satupun yang terasa.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerbangan Internasional Tidak Terdampak Pelarangan Mudik
&quot;Harapan kami, supaya diberikan kebijaksanaan menyangkut kelangsungan bisnis transportasi ini. Kami mengajukan relaksasi stimulus. Karena kami di Denpasar belum mendapatkan stimulus seperti yang disampaikan di TV,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Minggu (26/4/2020).
Sementara itu, Direktur PO Putra Jaya Vicky Hosea mengatakan dampak dari virus corona ini sangat terasa. Bahkan pihaknya harus merumahkan beberapa karyawannya agar bisa tetap bertahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/04/03/62668/320807_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kami tambahkan yang kami rasakan di Sulawesi, dampak Covid secara automatis yang terkait dalam hal ini awak angkuta umum,&quot; ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap agar bantuan dan stimulus yang dicanangkan oleh pemerintah segera dijalankan. Salah satu contohnya adalah Bantuan Sosial untuk para pekerja yang terdampak yang mana hingga saat ini belum dinikamati oleh para karyawannya.
&quot;Beberapa minggu lalu dua minggu lalu memang ada pendataan dari  Korlantas dari Satlantas Polres mendata nama-nama kru yang akan  diberikan Bantuan Langsung Tunai, tapi setelah diberikan sampai saat ini  belum ada feedback apakah ini akan dicairkan atau gimana,&quot; jelasnya
Di sisi lain, para pengusaha juga masih belum bisa menikmati keringan  pembayaran kredit dari perbankan. Bahkan penundaan pembayaran cicilan  pokok serta ditanggungnya bunga kredit yang diumumkan oleh pemerintah  hingga saat ini masih belum bisa dinikamti oleh para pengusaha.
&quot;Sampai saat ini masih dalam pengajuan belum ada persetujuan. Terkait  juga mengenai pengurangan denda atau penghapusan bunga atau pokok  sejauh ini perbankan enggak ada skema itu yang ada penangguhan bunga itu  ditangguhkan kepada utang pokok kredit dan dihitung saat selesai  Covid-19 selesai,&quot; jelasnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/04/24/63335/323250_medium.jpg&quot; alt=&quot; Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur PO NPM Angga Vircansa  Chairu. Dirinya belum menerima manfaat keringanan pembayaran kredit  seperti yang disebutkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&quot;Dari yang ada adi OJK seluruh bisnis terdampak langsung dan tidak  langsung boleh ajukan permohonan relaksasi di bawah Rp10 miliar dan di  atas Rp10 miliar. Itu gimana penjelasannya? saya sudah ajukan di akhir  Maret 2020 tanggal 28 saya ajukan itu. Saya ga minta neko-neko,&quot;  ucapnya.
Selain itu lanjut Angga, para pekerjaannya juga masih belum  mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah. Bahkan, ada beberapa  kru dan pegawainya yang tidak mendapatkan bantuan dikarenakan kuota  yang dimiliki sudah habis.
&quot;Bantu pengemudi dan kru total 133 pengemudi, kru sebanyak 70, ada  200 KK berdampak langsung. Kalau untuk BLT dari kepolisisan di beberapa  Polres didapatkan tapi belum cari dananya. beberapa teman ga mendapatkan  karena kuotanya habis,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Para pengusaha transportasi meminta agar Presiden Joko Widodo segera merealisasikan insentif dan stimulus yang sudah dijanjikan. Sebab hingga saat ini, para pengusaha transprotasi maupun para pekerjanya belum juga mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) Nyoman Sudiarta mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan stimulus untuk para pengusaha transportasi wisata. Sebab menurutnya, meskipun sudah banyak kebijakan yang diumumkan oleh pemerintah, belum ada satupun yang terasa.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerbangan Internasional Tidak Terdampak Pelarangan Mudik
&quot;Harapan kami, supaya diberikan kebijaksanaan menyangkut kelangsungan bisnis transportasi ini. Kami mengajukan relaksasi stimulus. Karena kami di Denpasar belum mendapatkan stimulus seperti yang disampaikan di TV,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Minggu (26/4/2020).
Sementara itu, Direktur PO Putra Jaya Vicky Hosea mengatakan dampak dari virus corona ini sangat terasa. Bahkan pihaknya harus merumahkan beberapa karyawannya agar bisa tetap bertahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/04/03/62668/320807_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini ke Rp16.445 per USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Kami tambahkan yang kami rasakan di Sulawesi, dampak Covid secara automatis yang terkait dalam hal ini awak angkuta umum,&quot; ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap agar bantuan dan stimulus yang dicanangkan oleh pemerintah segera dijalankan. Salah satu contohnya adalah Bantuan Sosial untuk para pekerja yang terdampak yang mana hingga saat ini belum dinikamati oleh para karyawannya.
&quot;Beberapa minggu lalu dua minggu lalu memang ada pendataan dari  Korlantas dari Satlantas Polres mendata nama-nama kru yang akan  diberikan Bantuan Langsung Tunai, tapi setelah diberikan sampai saat ini  belum ada feedback apakah ini akan dicairkan atau gimana,&quot; jelasnya
Di sisi lain, para pengusaha juga masih belum bisa menikmati keringan  pembayaran kredit dari perbankan. Bahkan penundaan pembayaran cicilan  pokok serta ditanggungnya bunga kredit yang diumumkan oleh pemerintah  hingga saat ini masih belum bisa dinikamti oleh para pengusaha.
&quot;Sampai saat ini masih dalam pengajuan belum ada persetujuan. Terkait  juga mengenai pengurangan denda atau penghapusan bunga atau pokok  sejauh ini perbankan enggak ada skema itu yang ada penangguhan bunga itu  ditangguhkan kepada utang pokok kredit dan dihitung saat selesai  Covid-19 selesai,&quot; jelasnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/04/24/63335/323250_medium.jpg&quot; alt=&quot; Rupiah Melemah Pagi Ini ke Rp15.525/USD &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur PO NPM Angga Vircansa  Chairu. Dirinya belum menerima manfaat keringanan pembayaran kredit  seperti yang disebutkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
&quot;Dari yang ada adi OJK seluruh bisnis terdampak langsung dan tidak  langsung boleh ajukan permohonan relaksasi di bawah Rp10 miliar dan di  atas Rp10 miliar. Itu gimana penjelasannya? saya sudah ajukan di akhir  Maret 2020 tanggal 28 saya ajukan itu. Saya ga minta neko-neko,&quot;  ucapnya.
Selain itu lanjut Angga, para pekerjaannya juga masih belum  mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah. Bahkan, ada beberapa  kru dan pegawainya yang tidak mendapatkan bantuan dikarenakan kuota  yang dimiliki sudah habis.
&quot;Bantu pengemudi dan kru total 133 pengemudi, kru sebanyak 70, ada  200 KK berdampak langsung. Kalau untuk BLT dari kepolisisan di beberapa  Polres didapatkan tapi belum cari dananya. beberapa teman ga mendapatkan  karena kuotanya habis,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
