<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Ekspor Rumput Laut Tetap Jalan meski ada Pandemi Covid-19</title><description>Pandemi covid-19 yang melemahkan aktivitas perdagangan ternyata tidak berdampak pada kegiatan ekspor rumput laut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/27/320/2205529/mendag-ekspor-rumput-laut-tetap-jalan-meski-ada-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/27/320/2205529/mendag-ekspor-rumput-laut-tetap-jalan-meski-ada-pandemi-covid-19"/><item><title>Mendag: Ekspor Rumput Laut Tetap Jalan meski ada Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/27/320/2205529/mendag-ekspor-rumput-laut-tetap-jalan-meski-ada-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/27/320/2205529/mendag-ekspor-rumput-laut-tetap-jalan-meski-ada-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Senin 27 April 2020 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/27/320/2205529/mendag-ekspor-rumput-laut-tetap-jalan-meski-ada-pandemi-covid-19-HkJggWHVwD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/27/320/2205529/mendag-ekspor-rumput-laut-tetap-jalan-meski-ada-pandemi-covid-19-HkJggWHVwD.jpeg</image><title>Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi covid-19 yang melemahkan aktivitas perdagangan ternyata tidak berdampak pada kegiatan ekspor rumput laut. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Indonesian Trade Promotion  Center (ITPC) Busan tetap mengejar target ekspor.
Salah satu UMKM Indonesia hingga kini masih melakukan ekspor rumput laut ke Korea Selatan (Korsel). Target  ekspor rumput laut jenis Cottonii SP terus dikejar sebagai tindak lanjut penandatanganan kontrak dengan buyer asal Korea Selatan pada kegiatan misi dagang  Indonesia di Busan pada 27 November 2019 lalu.
Baca juga: BPS Catat Daya Beli Petani Naik di Januari 2020
&quot;Walaupun Covid-19 melanda dunia, termasuk di Korea  Selatan dan Indonesia, namun hal ini tidak menyurutkan ambisi Indonesia meningkatkan komoditas rumput laut. Hal ini juga sejalan dengan tetap tingginya permintaan produk makanan di tengah kondisi Covid-19,&amp;rdquo; jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dilansir dari laman Kemendag, Senin (27/4/2020).
Mendag menjelaskan, transaksi awal dari CV Sarana Multi Jaya sebagai eksportir dilakukan dengan pengiriman rumput laut sebanyak 1 kontainer 20 feet rumput laut kering senilai USD17.000. Ke depan, Mendag Agus mengharapkan transaksi ini diharapkan terus berlanjut.
Baca juga: Upah Rill Buruh Tani Turun 0,04%
&amp;ldquo;Eksportir ini merupakan UMKM perdagangan khusus hasil kelautan dan baru pertama kali melakukan ekspor sehingga dilakukan pendampingan oleh ITPC Busan dari pemasaran, pengapalan, sampai teknis pembayaran,&quot; tambah Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan.
Kasan menjelaskan, kontrak dan purchase order antara  kedua belah pihak ditandatangani pada 20 Maret 2020. Produknya kemudian dikapalkan dari Pelabuhan Samarinda pada 30 Maret 2020 dan tiba di Pelabuhan Busan pada 18 April 2020. Adapun unloading kontainer  dilakukan pada 23 April 2020 yang juga didampingi ITPC Busan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi covid-19 yang melemahkan aktivitas perdagangan ternyata tidak berdampak pada kegiatan ekspor rumput laut. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Indonesian Trade Promotion  Center (ITPC) Busan tetap mengejar target ekspor.
Salah satu UMKM Indonesia hingga kini masih melakukan ekspor rumput laut ke Korea Selatan (Korsel). Target  ekspor rumput laut jenis Cottonii SP terus dikejar sebagai tindak lanjut penandatanganan kontrak dengan buyer asal Korea Selatan pada kegiatan misi dagang  Indonesia di Busan pada 27 November 2019 lalu.
Baca juga: BPS Catat Daya Beli Petani Naik di Januari 2020
&quot;Walaupun Covid-19 melanda dunia, termasuk di Korea  Selatan dan Indonesia, namun hal ini tidak menyurutkan ambisi Indonesia meningkatkan komoditas rumput laut. Hal ini juga sejalan dengan tetap tingginya permintaan produk makanan di tengah kondisi Covid-19,&amp;rdquo; jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dilansir dari laman Kemendag, Senin (27/4/2020).
Mendag menjelaskan, transaksi awal dari CV Sarana Multi Jaya sebagai eksportir dilakukan dengan pengiriman rumput laut sebanyak 1 kontainer 20 feet rumput laut kering senilai USD17.000. Ke depan, Mendag Agus mengharapkan transaksi ini diharapkan terus berlanjut.
Baca juga: Upah Rill Buruh Tani Turun 0,04%
&amp;ldquo;Eksportir ini merupakan UMKM perdagangan khusus hasil kelautan dan baru pertama kali melakukan ekspor sehingga dilakukan pendampingan oleh ITPC Busan dari pemasaran, pengapalan, sampai teknis pembayaran,&quot; tambah Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan.
Kasan menjelaskan, kontrak dan purchase order antara  kedua belah pihak ditandatangani pada 20 Maret 2020. Produknya kemudian dikapalkan dari Pelabuhan Samarinda pada 30 Maret 2020 dan tiba di Pelabuhan Busan pada 18 April 2020. Adapun unloading kontainer  dilakukan pada 23 April 2020 yang juga didampingi ITPC Busan.</content:encoded></item></channel></rss>
