<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembangan Proyek Blok Masela Terkendala karena Covid-19</title><description>Covid-19 juga membuat para investor sekarang wait and see</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206034/pengembangan-proyek-blok-masela-terkendala-karena-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206034/pengembangan-proyek-blok-masela-terkendala-karena-covid-19"/><item><title>Pengembangan Proyek Blok Masela Terkendala karena Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206034/pengembangan-proyek-blok-masela-terkendala-karena-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206034/pengembangan-proyek-blok-masela-terkendala-karena-covid-19</guid><pubDate>Selasa 28 April 2020 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/28/320/2206034/pengembangan-proyek-blok-masela-terkendala-karena-covid-19-IgIkze2TnC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan Blok Masela Terhambat Covid-19. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/28/320/2206034/pengembangan-proyek-blok-masela-terkendala-karena-covid-19-IgIkze2TnC.jpg</image><title>Pengembangan Blok Masela Terhambat Covid-19. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK migas) Dwi Soetjipto mengakui pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah proyek hulu minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia terkendala. Salah satunya pengembangan Lapangan Gas Abadi, Blok Masela.
&quot;Masela? Memang ada kendala karena covid. Kendala pada survey di lapangan,&quot; ujarnya, dalam telekonferensi dengan Komisi VII DPR, Selasa (28/4/2020),
Meski demikian, SKK Migas tetap mendorong Inpex Corporation melalui anak perusahaannya Inpex Masela, supaya proyek masela terus berjalan dan bisa dioperasikan sesuai target pada 2027.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dampak Virus Corona pada Proyek Blok Masela
&quot;Kami diskusi dengan Inpex untuk terus menjaga proyek ini. Semoga ada keberlanjutan,&quot; ujarnya.
Di sisi lain, Covid-19 juga membuat para investor sekarang wait and see. Hal ini juga berpengaruh pada Blok Masela.
&quot;Marketing juga masih ada kendala buyer yang masih wait and see dalam masalah ini,&quot; tuturnya.
Sebelumnya, Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno mengatakan, merebaknya virus Covid-19 berdampak pada proses pembangunan Blok Masela yang sedang berlangsung. Namun hal ini masih dapat diantisipasi.&amp;ldquo;Konsekuensi yang nampak adalah soal tata waktu yang sedikit tersita. Dibutuhkan sekitar satu bulan untuk membersihkan peralatan survei dengan desinfektan, khususnya peralatan yang berasal dari negara yang terpapar Covid-19. Peralatan survey ini sangat penting karena support data langsung untuk keperluan FEED,&amp;rdquo; jelas Julius.
Namun, menurut Julius, meskipun ada kendala tata waktu, SKK Migas tetap berkomitmen untuk mengawal proyek agar selesai sesuai rencana untuk memenuhi target visi 1 juta barel tahun 2030.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK migas) Dwi Soetjipto mengakui pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah proyek hulu minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia terkendala. Salah satunya pengembangan Lapangan Gas Abadi, Blok Masela.
&quot;Masela? Memang ada kendala karena covid. Kendala pada survey di lapangan,&quot; ujarnya, dalam telekonferensi dengan Komisi VII DPR, Selasa (28/4/2020),
Meski demikian, SKK Migas tetap mendorong Inpex Corporation melalui anak perusahaannya Inpex Masela, supaya proyek masela terus berjalan dan bisa dioperasikan sesuai target pada 2027.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dampak Virus Corona pada Proyek Blok Masela
&quot;Kami diskusi dengan Inpex untuk terus menjaga proyek ini. Semoga ada keberlanjutan,&quot; ujarnya.
Di sisi lain, Covid-19 juga membuat para investor sekarang wait and see. Hal ini juga berpengaruh pada Blok Masela.
&quot;Marketing juga masih ada kendala buyer yang masih wait and see dalam masalah ini,&quot; tuturnya.
Sebelumnya, Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno mengatakan, merebaknya virus Covid-19 berdampak pada proses pembangunan Blok Masela yang sedang berlangsung. Namun hal ini masih dapat diantisipasi.&amp;ldquo;Konsekuensi yang nampak adalah soal tata waktu yang sedikit tersita. Dibutuhkan sekitar satu bulan untuk membersihkan peralatan survei dengan desinfektan, khususnya peralatan yang berasal dari negara yang terpapar Covid-19. Peralatan survey ini sangat penting karena support data langsung untuk keperluan FEED,&amp;rdquo; jelas Julius.
Namun, menurut Julius, meskipun ada kendala tata waktu, SKK Migas tetap berkomitmen untuk mengawal proyek agar selesai sesuai rencana untuk memenuhi target visi 1 juta barel tahun 2030.</content:encoded></item></channel></rss>
