<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Rombak Kartu Pra-Kerja Jadi Program Semi Bansos</title><description>Pemerintah menjelaskan jika program kartu pra-kerja pada perjalanannya mengalami perubahan fungsi akibat pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206240/pemerintah-rombak-kartu-pra-kerja-jadi-program-semi-bansos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206240/pemerintah-rombak-kartu-pra-kerja-jadi-program-semi-bansos"/><item><title>Pemerintah Rombak Kartu Pra-Kerja Jadi Program Semi Bansos</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206240/pemerintah-rombak-kartu-pra-kerja-jadi-program-semi-bansos</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/28/320/2206240/pemerintah-rombak-kartu-pra-kerja-jadi-program-semi-bansos</guid><pubDate>Selasa 28 April 2020 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/28/320/2206240/pemerintah-rombak-kartu-pra-kerja-jadi-program-semi-bansos-JuBcbYqkr3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/28/320/2206240/pemerintah-rombak-kartu-pra-kerja-jadi-program-semi-bansos-JuBcbYqkr3.jpg</image><title>Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menjelaskan jika program kartu pra-kerja pada perjalanannya mengalami perubahan fungsi akibat pandemi virus corona. Semula, program kartu pra-kerja ini dikhususkan untuk meningkatkan keterampilan para calon pekerja.
Namun dengan adannya pandemi virus corona, program ini berubahn menjadi semi bantuan sosial. Mengingat, banyak sekali masyarakat yang terdampak lagnsung dari virus corona khususnya sektor informal.
Baca juga: Dana Bantuan Kartu Pra-Kerja Diharap Bisa Jadi Modal Usaha
Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Yulius mengatakan, program ini semula sangat penting mengingat angkatan kerja Indonesia saat ini sebagian besar memiliki pendidik SMP kebawah. Tanpa adanya peningkatan skill maka, para calon pekerja ini akan tertinggal oleh kemajuan zaman.
&amp;nbsp;&quot;Kita saat ini sedang berada dalam posisi industri 4.0 pada saat ekonomi digital dan kita berada dalam bonus demografi. Tanpa hal-hal tersebut kita akan kehilangan momentum sehingga pemerintah menggunakan program kartu pra-kerja,&quot; ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (28/4/2020).
Baca juga: Kartu Pra-Kerja Sudah Diserbu 8 Juta Pendaftar
Menurut Yulius, ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh pemerintah pada program kartu pra-kerja. Misalnya adalah pada besaran insentif yang diberikan.
Awalnya insentif atau uang saku dirancang lebih murah dari biaya pelatihan. Jika tak ada Corona, insentif dirancang hanya Rp650.000, sedangkan biaya pelatihan bisa sampai Rp7 juta.
&quot;Uang saku dalam program Kartu pra-kerja awalnya itu jumlahnya Rp650.000, sekarang jadi Rp2,4 juta. Sedangkan pelatihannya dari Rp5-7 juta itu diturunkan jadi Rp1 juta, cukup jauh,&quot; jelasnya.Namun, adanya COVID-19 membuat pemerintah menjadikan Kartu pra-kerja  diubah menjadi program semi bantuan sosial. Namun pemerintah tidak  merubah atau menghilangkan konsep awal dari Kartu pra-kerja itu sendiri.
&quot;Dulu kita tidak berpikir akan ada COVID-19. Setelah itu kita diminta  untuk refocusing terkait program-program pemerintah. Akhirnya yang  untuk meningkatkan kualitas SDM agak bergeser,&quot; kata Yulius.
Adanya pandemi Corona juga membuat perubahan pelatihan Kartu  pra-kerja dari yang seharusnya ada yang dilakukan offline menjadi full  online. Sehingga beberapa pelatihan harus ditunda sampai Corona selesai  karena tidak memungkinkan jika dilakukan secara offline.
&quot;Bentuk pelatihan online, dulu pelatihan offline yang kita buat agak  ditinggalkan dulu sementara karena kita dalam masa PSBB. Kalau kita  melakukan pelatihan offline, mengumpulkan orang itu kan tidak diizinkan  oleh pemerintah,&quot; jelas Yulius.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menjelaskan jika program kartu pra-kerja pada perjalanannya mengalami perubahan fungsi akibat pandemi virus corona. Semula, program kartu pra-kerja ini dikhususkan untuk meningkatkan keterampilan para calon pekerja.
Namun dengan adannya pandemi virus corona, program ini berubahn menjadi semi bantuan sosial. Mengingat, banyak sekali masyarakat yang terdampak lagnsung dari virus corona khususnya sektor informal.
Baca juga: Dana Bantuan Kartu Pra-Kerja Diharap Bisa Jadi Modal Usaha
Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Yulius mengatakan, program ini semula sangat penting mengingat angkatan kerja Indonesia saat ini sebagian besar memiliki pendidik SMP kebawah. Tanpa adanya peningkatan skill maka, para calon pekerja ini akan tertinggal oleh kemajuan zaman.
&amp;nbsp;&quot;Kita saat ini sedang berada dalam posisi industri 4.0 pada saat ekonomi digital dan kita berada dalam bonus demografi. Tanpa hal-hal tersebut kita akan kehilangan momentum sehingga pemerintah menggunakan program kartu pra-kerja,&quot; ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (28/4/2020).
Baca juga: Kartu Pra-Kerja Sudah Diserbu 8 Juta Pendaftar
Menurut Yulius, ada beberapa perubahan yang dilakukan oleh pemerintah pada program kartu pra-kerja. Misalnya adalah pada besaran insentif yang diberikan.
Awalnya insentif atau uang saku dirancang lebih murah dari biaya pelatihan. Jika tak ada Corona, insentif dirancang hanya Rp650.000, sedangkan biaya pelatihan bisa sampai Rp7 juta.
&quot;Uang saku dalam program Kartu pra-kerja awalnya itu jumlahnya Rp650.000, sekarang jadi Rp2,4 juta. Sedangkan pelatihannya dari Rp5-7 juta itu diturunkan jadi Rp1 juta, cukup jauh,&quot; jelasnya.Namun, adanya COVID-19 membuat pemerintah menjadikan Kartu pra-kerja  diubah menjadi program semi bantuan sosial. Namun pemerintah tidak  merubah atau menghilangkan konsep awal dari Kartu pra-kerja itu sendiri.
&quot;Dulu kita tidak berpikir akan ada COVID-19. Setelah itu kita diminta  untuk refocusing terkait program-program pemerintah. Akhirnya yang  untuk meningkatkan kualitas SDM agak bergeser,&quot; kata Yulius.
Adanya pandemi Corona juga membuat perubahan pelatihan Kartu  pra-kerja dari yang seharusnya ada yang dilakukan offline menjadi full  online. Sehingga beberapa pelatihan harus ditunda sampai Corona selesai  karena tidak memungkinkan jika dilakukan secara offline.
&quot;Bentuk pelatihan online, dulu pelatihan offline yang kita buat agak  ditinggalkan dulu sementara karena kita dalam masa PSBB. Kalau kita  melakukan pelatihan offline, mengumpulkan orang itu kan tidak diizinkan  oleh pemerintah,&quot; jelas Yulius.</content:encoded></item></channel></rss>
