<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur BI: Rupiah Sudah di Bawah Rp15.000/USD</title><description>Perry Warjiyo menyebutkan nilai tukar Rupiah sekarang ini sudah menguat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/30/278/2207278/gubernur-bi-rupiah-sudah-di-bawah-rp15-000-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/04/30/278/2207278/gubernur-bi-rupiah-sudah-di-bawah-rp15-000-usd"/><item><title>Gubernur BI: Rupiah Sudah di Bawah Rp15.000/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/04/30/278/2207278/gubernur-bi-rupiah-sudah-di-bawah-rp15-000-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/04/30/278/2207278/gubernur-bi-rupiah-sudah-di-bawah-rp15-000-usd</guid><pubDate>Kamis 30 April 2020 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/30/278/2207278/gubernur-bi-rupiah-sudah-di-bawah-rp15-000-usd-g90XnFYTfx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/30/278/2207278/gubernur-bi-rupiah-sudah-di-bawah-rp15-000-usd-g90XnFYTfx.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan nilai tukar Rupiah sekarang ini sudah menguat. Bahkan, kini nilainya sudah di bawah level psikologis Rp15.000 per USD.
&amp;ldquo;Kami confident bahwa Rupiah akan menguat dan mengarah ke Rp15.000 di akhir tahun. Itu pertanyaan minggu lalu dan sekarang sudah di bawah Rp15.000,&amp;rdquo; jelas Perry, Kamis (30/4/2020).
&amp;ldquo;Rata-rata nilai tukar, Alhamdulillah hari ini sudah menguat di bawah Rp15.000 sekarang diperkirakan kurang lebih di trading Rp14.800 sampai Rp14.950,&amp;rdquo; tambah dia.
Dia menjelaskan, Rupiah sekarang ini undervalue. Ke depannya, dia pun optimistis akan terus menguat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rupiah Dibuka Perkasa, Naik 1% di Rp15.127/USD
&amp;ldquo; Ini memang terus menguat dan ini sejalan dengan yang kami sampaikan. Nilai tukar Rupiah kita itu undervalue, kenapa? Karena CAD kita lebih rendah, di triwulan I lebih rendah 1,5% dari PDB. Pada 2020 secara keseluruhan lebih rendah 2%, padahal dulu 2,5%, kalau lebih rendah ketekoran devisa lebih rendah dan itu mendukung,&amp;rdquo; ungkap dia.
Dana asing, kata dia, juga mulai masuk kembali ke dalam negeri. Bahkan, dia meyakini jika capital inflow yang masuk ke depannya akan lebih besar lagi.
&amp;ldquo;Lihat angka-angka historis dan itu kelihatan SBN mulai masuk. Insya Allah dalam periode 4 bulan ini akan terjadi inflow lebih bessar, yield SBN akan turun dan itu memperkuat Rupiah,&amp;rdquo; beber dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan nilai tukar Rupiah sekarang ini sudah menguat. Bahkan, kini nilainya sudah di bawah level psikologis Rp15.000 per USD.
&amp;ldquo;Kami confident bahwa Rupiah akan menguat dan mengarah ke Rp15.000 di akhir tahun. Itu pertanyaan minggu lalu dan sekarang sudah di bawah Rp15.000,&amp;rdquo; jelas Perry, Kamis (30/4/2020).
&amp;ldquo;Rata-rata nilai tukar, Alhamdulillah hari ini sudah menguat di bawah Rp15.000 sekarang diperkirakan kurang lebih di trading Rp14.800 sampai Rp14.950,&amp;rdquo; tambah dia.
Dia menjelaskan, Rupiah sekarang ini undervalue. Ke depannya, dia pun optimistis akan terus menguat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rupiah Dibuka Perkasa, Naik 1% di Rp15.127/USD
&amp;ldquo; Ini memang terus menguat dan ini sejalan dengan yang kami sampaikan. Nilai tukar Rupiah kita itu undervalue, kenapa? Karena CAD kita lebih rendah, di triwulan I lebih rendah 1,5% dari PDB. Pada 2020 secara keseluruhan lebih rendah 2%, padahal dulu 2,5%, kalau lebih rendah ketekoran devisa lebih rendah dan itu mendukung,&amp;rdquo; ungkap dia.
Dana asing, kata dia, juga mulai masuk kembali ke dalam negeri. Bahkan, dia meyakini jika capital inflow yang masuk ke depannya akan lebih besar lagi.
&amp;ldquo;Lihat angka-angka historis dan itu kelihatan SBN mulai masuk. Insya Allah dalam periode 4 bulan ini akan terjadi inflow lebih bessar, yield SBN akan turun dan itu memperkuat Rupiah,&amp;rdquo; beber dia.</content:encoded></item></channel></rss>
