<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WFH di Tengah Covid-19 Buat Keuntungan Pebisnis Frozen Food Moncer</title><description>Frozen food kerap menjadi pilihan masyarakat sebagai makanan stok.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/01/320/2207847/wfh-di-tengah-covid-19-buat-keuntungan-pebisnis-frozen-food-moncer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/01/320/2207847/wfh-di-tengah-covid-19-buat-keuntungan-pebisnis-frozen-food-moncer"/><item><title>WFH di Tengah Covid-19 Buat Keuntungan Pebisnis Frozen Food Moncer</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/01/320/2207847/wfh-di-tengah-covid-19-buat-keuntungan-pebisnis-frozen-food-moncer</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/01/320/2207847/wfh-di-tengah-covid-19-buat-keuntungan-pebisnis-frozen-food-moncer</guid><pubDate>Jum'at 01 Mei 2020 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/01/320/2207847/wfh-di-tengah-covid-19-buat-keuntungan-pebisnis-frozen-food-moncer-XI7iF2uaYs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makanan (dapurmakaro instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/01/320/2207847/wfh-di-tengah-covid-19-buat-keuntungan-pebisnis-frozen-food-moncer-XI7iF2uaYs.jpg</image><title>Makanan (dapurmakaro instagram)</title></images><description>JAKARTA - Frozen food kerap menjadi pilihan masyarakat sebagai makanan stok. Pasalnya frozen food atau makanan beku bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Namun, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 ini, apakah pelaku bisnis frozen food bisa bertahan?

Owner Dapurmakaro Glien Mourinsie mengatakan pada masa pandemi ini, usahanya masih berjalan dengan baik dan masih menerima layanan dari pelanggan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga Afghanistan yang Beralih Jadi Pengusaha Sabun Organik
&quot;Ketika Covid-19 ini, kami mengalami kenaikan keuntungan bisa dua kali lipat. Sebab bahyak masyarakat yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH), dan males mereka masak juga,&quot; ujar dia kepada Okezone.

Dia menceritakan produknya yang laku terjual oleh pelanggan saat pandemi ini. Menurutnya Dapurmakaro konsentrasinya ke lauk pauk yang awet. Maka itu sangat cocok untuk mereka yang lagi WFH dan puasa kebetulan  males masak.

&quot;Jadi tinggal dihangatkan saja makanannya. Dan menunyaaa juga variatif banget meskipun kebanyakan menu pedas,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penjual Alat Musik dan Sepeda Dibanjiri Pembeli di Tengah Pasokan Menipis
Kemudian, lanjut dia,  penjualan sebelum WFH omzetnya hanya Rp3 juta sampai Rp4 juta setiap menerima pesanan. Tapi pada waktu WFH atau 2 Minggu lalu keuntungan bisa mencapai Rp8 juta setiap menerima pesanan.

&quot;Kami melakukan media promosi melalui instagram Dapurmakaro. Terus juga menggelar program donasi. Kayak misal sebelum puasa, saya menggelar program #DapurMakaroBersamaPejuangOjol . Itu nanti setiap mereka yg jajan di Dapurmakaro, turut mendonasikan 1 nasi bakar untuk abang ojol,&quot; jelas dia.

Dia menambahkan, banyak pelanggan baru pada masa pandemi ini. Bahkan ada influencer, ada anak-anak sekolah yang harus belajar di rumah.

&quot;Selama masa pandemi ini, kami  sempet kesulitan mencari bahan baku buat tempat mentah. Tapi Akhirnya begitu ada stok di e-commerce, langsung beli banyak,&quot; tandas dia.Kiat Memulai Usaha

Covid-19 bak pedang bermata dua. Virus corona telah menggerogoti roda  ekonomi, namun di sisi lain juga membuka peluang usaha dengan catatan  kreatif, jeli dan bisa meningkatkan kemampuan. Berbicara mengenai  meningkatkan kemampuan atau skilling up dalam membuka usaha, tetap bisa  dilakukan meski saat ini sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala  Besar (PSBB).

Berikut ini caranya, seperti dikutip dari Kemenkop UKM.

 
1. Sosial Media Management

Cukup banyak online course yang memberikan pelajaran bermedia sosial ini baik yang berbayar maupun tidak.

Beberapa dari online course ini memang menggunakan Bahasa Inggris  sebagai bahasa utamanya. Jadi bisa sekalian melancarkan bahasa asaing.  Siapa tau bisa membantu sobat mendapatkan klien dari luar Indonesia.

 
2. Digital Marketing
 
&amp;nbsp;
Banyak sekali pihak ketiga yang menawarkan jasa digital marketing  untuk pelaku UMKM semua. Tapi sebenarnya bisa dipelajari sendiri.

Selain itu ada juga kelas-kelas subsektor yang diadakan oleh Smesco  Indonesia. Belum lagi saat ini akun Kemenkop UKM ada program baru yang  memberikan tips and trick dalam digital marketing 3 kali dalam seminggu.

 
3. Fotografi dan Videografi

Sebagus apapun strategi dalam menjalankan social media management dan  digital marketing jika tidak bisa memberikan visualisasi yang baik bagi  konsumen, strategi tersebut tentu tidak akan berjalan dengan optimal.

Sehabis pelatihan ini dijamin bisa semakin mahir memproduksi sendiri foto/video produk yang menarik untuk konsumen.

 
4. Content Management &amp;amp; Storytelling

Konten yang baik adalah konten yang bercerita. Namun, bagaimana sih  caranya membuat ceirta yang baik dan tetap bisa mengangkat produk yang  kita jual?

Pelaku usaha bisa langsung ke platform content management atau  storytelling, untuk mendapatkan pelatih mengatur konten produk di social  media hingga merancang story yang menarik untuk kebutuhan branding  produk sobat sekalian.</description><content:encoded>JAKARTA - Frozen food kerap menjadi pilihan masyarakat sebagai makanan stok. Pasalnya frozen food atau makanan beku bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Namun, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 ini, apakah pelaku bisnis frozen food bisa bertahan?

Owner Dapurmakaro Glien Mourinsie mengatakan pada masa pandemi ini, usahanya masih berjalan dengan baik dan masih menerima layanan dari pelanggan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga Afghanistan yang Beralih Jadi Pengusaha Sabun Organik
&quot;Ketika Covid-19 ini, kami mengalami kenaikan keuntungan bisa dua kali lipat. Sebab bahyak masyarakat yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH), dan males mereka masak juga,&quot; ujar dia kepada Okezone.

Dia menceritakan produknya yang laku terjual oleh pelanggan saat pandemi ini. Menurutnya Dapurmakaro konsentrasinya ke lauk pauk yang awet. Maka itu sangat cocok untuk mereka yang lagi WFH dan puasa kebetulan  males masak.

&quot;Jadi tinggal dihangatkan saja makanannya. Dan menunyaaa juga variatif banget meskipun kebanyakan menu pedas,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penjual Alat Musik dan Sepeda Dibanjiri Pembeli di Tengah Pasokan Menipis
Kemudian, lanjut dia,  penjualan sebelum WFH omzetnya hanya Rp3 juta sampai Rp4 juta setiap menerima pesanan. Tapi pada waktu WFH atau 2 Minggu lalu keuntungan bisa mencapai Rp8 juta setiap menerima pesanan.

&quot;Kami melakukan media promosi melalui instagram Dapurmakaro. Terus juga menggelar program donasi. Kayak misal sebelum puasa, saya menggelar program #DapurMakaroBersamaPejuangOjol . Itu nanti setiap mereka yg jajan di Dapurmakaro, turut mendonasikan 1 nasi bakar untuk abang ojol,&quot; jelas dia.

Dia menambahkan, banyak pelanggan baru pada masa pandemi ini. Bahkan ada influencer, ada anak-anak sekolah yang harus belajar di rumah.

&quot;Selama masa pandemi ini, kami  sempet kesulitan mencari bahan baku buat tempat mentah. Tapi Akhirnya begitu ada stok di e-commerce, langsung beli banyak,&quot; tandas dia.Kiat Memulai Usaha

Covid-19 bak pedang bermata dua. Virus corona telah menggerogoti roda  ekonomi, namun di sisi lain juga membuka peluang usaha dengan catatan  kreatif, jeli dan bisa meningkatkan kemampuan. Berbicara mengenai  meningkatkan kemampuan atau skilling up dalam membuka usaha, tetap bisa  dilakukan meski saat ini sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala  Besar (PSBB).

Berikut ini caranya, seperti dikutip dari Kemenkop UKM.

 
1. Sosial Media Management

Cukup banyak online course yang memberikan pelajaran bermedia sosial ini baik yang berbayar maupun tidak.

Beberapa dari online course ini memang menggunakan Bahasa Inggris  sebagai bahasa utamanya. Jadi bisa sekalian melancarkan bahasa asaing.  Siapa tau bisa membantu sobat mendapatkan klien dari luar Indonesia.

 
2. Digital Marketing
 
&amp;nbsp;
Banyak sekali pihak ketiga yang menawarkan jasa digital marketing  untuk pelaku UMKM semua. Tapi sebenarnya bisa dipelajari sendiri.

Selain itu ada juga kelas-kelas subsektor yang diadakan oleh Smesco  Indonesia. Belum lagi saat ini akun Kemenkop UKM ada program baru yang  memberikan tips and trick dalam digital marketing 3 kali dalam seminggu.

 
3. Fotografi dan Videografi

Sebagus apapun strategi dalam menjalankan social media management dan  digital marketing jika tidak bisa memberikan visualisasi yang baik bagi  konsumen, strategi tersebut tentu tidak akan berjalan dengan optimal.

Sehabis pelatihan ini dijamin bisa semakin mahir memproduksi sendiri foto/video produk yang menarik untuk konsumen.

 
4. Content Management &amp;amp; Storytelling

Konten yang baik adalah konten yang bercerita. Namun, bagaimana sih  caranya membuat ceirta yang baik dan tetap bisa mengangkat produk yang  kita jual?

Pelaku usaha bisa langsung ke platform content management atau  storytelling, untuk mendapatkan pelatih mengatur konten produk di social  media hingga merancang story yang menarik untuk kebutuhan branding  produk sobat sekalian.</content:encoded></item></channel></rss>
