<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Indeks Utama Wall Street Turun Lebih Dari 2%</title><description>Wall Street anjlok, setelah Presiden Donald Trump menghidupkan kembali ancaman tarif baru terhadap China</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/278/2208028/3-indeks-utama-wall-street-turun-lebih-dari-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/278/2208028/3-indeks-utama-wall-street-turun-lebih-dari-2"/><item><title>3 Indeks Utama Wall Street Turun Lebih Dari 2%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/278/2208028/3-indeks-utama-wall-street-turun-lebih-dari-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/278/2208028/3-indeks-utama-wall-street-turun-lebih-dari-2</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 07:19 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/278/2208028/3-indeks-utama-wall-street-turun-lebih-dari-2-NhhRogLs0f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/278/2208028/3-indeks-utama-wall-street-turun-lebih-dari-2-NhhRogLs0f.jpg</image><title>wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street anjlok, setelah Presiden Donald Trump menghidupkan kembali ancaman tarif baru terhadap China, yang dianggap menyebabkan ekonomi global terhenti.
Ketiga rata-rata indeks saham utama AS ditutup menurun lebih dari 2%. Dow Jones Industrial Average  turun 622,03 poin atau 2,55% menjadi 23.723,69.
Indeks S&amp;amp;P 500  kehilangan 81,72 poin atau 2,81% menjadi 2.830,71 dan Nasdaq Composite  turun 284,60 poin atau 3,2% menjadi 8.604,95.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Anjlok Imbas Lesunya Ekonomi AS Kuartal I-2020
Presiden Trump mengatakan, pemerintahannya sedang menyusun langkah-langkah pembalasan terhadap China sebagai hukuman atas wabah virus Corona. Trump menyalahkan China atas apa yang terjadi ketika virus itu muncul dari Kota Wuhan dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.
Pernyataan tersebut pun melemahkan pasar saham. Di mana selama bulan April, pergerakan saham telah berjalan luar biasa, dengan S&amp;amp;P 500 dan Dow  membukukan kenaikan persentase bulanan terkuat mereka dalam 33 tahun.&quot;Pasar di bulan April sangat kuat ketika melalui kelemahan ekonomi ke titik di mana stimulus mendorong kembali pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Kepala Investasi Lenox Wealth Advisors David Carter, dilansir dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).
Selain rencana Presiden Trump, pasar saham melemah karena laporan mengecewakan dari Amazon bersama dengan putaran baru data ekonomi suram.
Di mana aktivitas manufaktur AS tergelincir ke level terendah selama 11 tahun di bulan lalu. Semua 11 sektor S&amp;amp;P 500 ditutup di zona merah, dengan perusahaan energi menderita penurunan persentase terbesar.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street anjlok, setelah Presiden Donald Trump menghidupkan kembali ancaman tarif baru terhadap China, yang dianggap menyebabkan ekonomi global terhenti.
Ketiga rata-rata indeks saham utama AS ditutup menurun lebih dari 2%. Dow Jones Industrial Average  turun 622,03 poin atau 2,55% menjadi 23.723,69.
Indeks S&amp;amp;P 500  kehilangan 81,72 poin atau 2,81% menjadi 2.830,71 dan Nasdaq Composite  turun 284,60 poin atau 3,2% menjadi 8.604,95.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wall Street Anjlok Imbas Lesunya Ekonomi AS Kuartal I-2020
Presiden Trump mengatakan, pemerintahannya sedang menyusun langkah-langkah pembalasan terhadap China sebagai hukuman atas wabah virus Corona. Trump menyalahkan China atas apa yang terjadi ketika virus itu muncul dari Kota Wuhan dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.
Pernyataan tersebut pun melemahkan pasar saham. Di mana selama bulan April, pergerakan saham telah berjalan luar biasa, dengan S&amp;amp;P 500 dan Dow  membukukan kenaikan persentase bulanan terkuat mereka dalam 33 tahun.&quot;Pasar di bulan April sangat kuat ketika melalui kelemahan ekonomi ke titik di mana stimulus mendorong kembali pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Kepala Investasi Lenox Wealth Advisors David Carter, dilansir dari Reuters, Sabtu (2/5/2020).
Selain rencana Presiden Trump, pasar saham melemah karena laporan mengecewakan dari Amazon bersama dengan putaran baru data ekonomi suram.
Di mana aktivitas manufaktur AS tergelincir ke level terendah selama 11 tahun di bulan lalu. Semua 11 sektor S&amp;amp;P 500 ditutup di zona merah, dengan perusahaan energi menderita penurunan persentase terbesar.</content:encoded></item></channel></rss>
