<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutup Pabrik di Tangerang, Produsen Sepatu Adidas PHK 2.500 Pekerja </title><description>Sudah banyak juga perusahaan sepatu yang memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/320/2208215/tutup-pabrik-di-tangerang-produsen-sepatu-adidas-phk-2-500-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/320/2208215/tutup-pabrik-di-tangerang-produsen-sepatu-adidas-phk-2-500-pekerja"/><item><title>Tutup Pabrik di Tangerang, Produsen Sepatu Adidas PHK 2.500 Pekerja </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/320/2208215/tutup-pabrik-di-tangerang-produsen-sepatu-adidas-phk-2-500-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/02/320/2208215/tutup-pabrik-di-tangerang-produsen-sepatu-adidas-phk-2-500-pekerja</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2020 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/02/320/2208215/tutup-pabrik-di-tangerang-produsen-sepatu-adidas-phk-2-500-pekerja-XiNoC4HXc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Adidas. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/02/320/2208215/tutup-pabrik-di-tangerang-produsen-sepatu-adidas-phk-2-500-pekerja-XiNoC4HXc3.jpg</image><title>Adidas. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Shyang Yao Fung, produsen sepatu Adidas memutuskan untuk menutup pabrik sepatu yang ada di Tangerang. Penutupan ini pun membuat 2.500 pekerja Adidas kehilangan pekerjaannya.
&quot;Per Mei ini sudah tutup. Di sana (pabrk di Tangerang) ada 2.500 pekerja,&quot; ujar Ketua umum Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, saat dihubungi Okezone, Sabtu (2/5/2020).
Eddy mengakui, bahwa pandemi virus corona yang kian meluar berdampak besar pada industri persepatuan di Indonesia. Hal ini yang membuat perusahaan sepatu melakukan efisiensi, seperti yang dilakukan Adidas.
Baca Juga:&amp;nbsp;1,72 Juta Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK akibat Corona
&quot;Adidas merelokasi pabrik yang ada di Tangerang ke Brebes. Untuk di Brebes sendiri sudah jalan dua tahun,&quot; ujarnya.
Selain Adidas, kata Eddy, sudah banyak juga perusahaan sepatu yang memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada pegawainya. Maka dari itu, dirinya berharap ada perhatian pemerintah terhadap industri ini.
&quot;Selama ini stimulus kan baru untuk usaha kecil. Industri menengah ke atas belum signifikan stilumulus yang ada. Harusnya seperti negara lain, sebagian gaji dibantu pemerintah,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Shyang Yao Fung, produsen sepatu Adidas memutuskan untuk menutup pabrik sepatu yang ada di Tangerang. Penutupan ini pun membuat 2.500 pekerja Adidas kehilangan pekerjaannya.
&quot;Per Mei ini sudah tutup. Di sana (pabrk di Tangerang) ada 2.500 pekerja,&quot; ujar Ketua umum Ketua umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, saat dihubungi Okezone, Sabtu (2/5/2020).
Eddy mengakui, bahwa pandemi virus corona yang kian meluar berdampak besar pada industri persepatuan di Indonesia. Hal ini yang membuat perusahaan sepatu melakukan efisiensi, seperti yang dilakukan Adidas.
Baca Juga:&amp;nbsp;1,72 Juta Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK akibat Corona
&quot;Adidas merelokasi pabrik yang ada di Tangerang ke Brebes. Untuk di Brebes sendiri sudah jalan dua tahun,&quot; ujarnya.
Selain Adidas, kata Eddy, sudah banyak juga perusahaan sepatu yang memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada pegawainya. Maka dari itu, dirinya berharap ada perhatian pemerintah terhadap industri ini.
&quot;Selama ini stimulus kan baru untuk usaha kecil. Industri menengah ke atas belum signifikan stilumulus yang ada. Harusnya seperti negara lain, sebagian gaji dibantu pemerintah,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
