<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Anjlok, Saham NATO dan IDPR Disoroti BEI</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau dua saham yang mengalami penurunan harga yang tidak biasa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/278/2208773/harga-anjlok-saham-nato-dan-idpr-disoroti-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/278/2208773/harga-anjlok-saham-nato-dan-idpr-disoroti-bei"/><item><title>Harga Anjlok, Saham NATO dan IDPR Disoroti BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/278/2208773/harga-anjlok-saham-nato-dan-idpr-disoroti-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/278/2208773/harga-anjlok-saham-nato-dan-idpr-disoroti-bei</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2020 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/04/278/2208773/harga-anjlok-saham-nato-dan-idpr-disoroti-bei-anwr3c5PQp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/04/278/2208773/harga-anjlok-saham-nato-dan-idpr-disoroti-bei-anwr3c5PQp.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau dua saham yang mengalami penurunan harga yang tidak biasa. Dua saham ini pun dimasukkan ke dalam unusual market activity atau UMA.
Dua saham tersebut adalah PT Nusantara Properti International Tbk (NATO) dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR).
Saham NATO mengalami penurunan signifikan. Pada 31 Maret 2020, harganya mencapai Rp1.200. Tetapi pada 30 April, harganya berada di Rp540. Artinya saham ini sudah turun 55% dalam sebulan.
Baca juga: Kapitalisasi Pasar Bursa Naik 4,9% pada Pekan Pertama Ramadhan
Sementara saham IDPR pada 30 April berada di posisi Rp93. Padahal, pada 31 Maret harganya Rp260. Berarti, saham ini sudah turun 64% dalam sebulan.
&quot;Perlu kami sampaikan bahwa  Bursa  saat  ini  sedang  mencermati  perkembangan  pola  transaksi  saham  ini,&quot; demikian diungkapkan BEI dalam pengumuman tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa. Juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Investor juga harus mengkaji  kembali  rencana corporate action perusahaan  apabila  rencana  tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan  berbagai  kemungkinan  yang  dapat  timbul  di  kemudian  hari  sebelum  melakukan pengambilan keputusan investasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau dua saham yang mengalami penurunan harga yang tidak biasa. Dua saham ini pun dimasukkan ke dalam unusual market activity atau UMA.
Dua saham tersebut adalah PT Nusantara Properti International Tbk (NATO) dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR).
Saham NATO mengalami penurunan signifikan. Pada 31 Maret 2020, harganya mencapai Rp1.200. Tetapi pada 30 April, harganya berada di Rp540. Artinya saham ini sudah turun 55% dalam sebulan.
Baca juga: Kapitalisasi Pasar Bursa Naik 4,9% pada Pekan Pertama Ramadhan
Sementara saham IDPR pada 30 April berada di posisi Rp93. Padahal, pada 31 Maret harganya Rp260. Berarti, saham ini sudah turun 64% dalam sebulan.
&quot;Perlu kami sampaikan bahwa  Bursa  saat  ini  sedang  mencermati  perkembangan  pola  transaksi  saham  ini,&quot; demikian diungkapkan BEI dalam pengumuman tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa. Juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Investor juga harus mengkaji  kembali  rencana corporate action perusahaan  apabila  rencana  tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan  berbagai  kemungkinan  yang  dapat  timbul  di  kemudian  hari  sebelum  melakukan pengambilan keputusan investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
