<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemampuan Industri Farmasi Indonesia Terlihat Imbas Virus Corona </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat situasi wabah virus Corona atau Covid-19 ini menjadi tolok ukur suatu negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/320/2208679/kemampuan-industri-farmasi-indonesia-terlihat-imbas-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/320/2208679/kemampuan-industri-farmasi-indonesia-terlihat-imbas-virus-corona"/><item><title>Kemampuan Industri Farmasi Indonesia Terlihat Imbas Virus Corona </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/320/2208679/kemampuan-industri-farmasi-indonesia-terlihat-imbas-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/04/320/2208679/kemampuan-industri-farmasi-indonesia-terlihat-imbas-virus-corona</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2020 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/04/320/2208679/kemampuan-industri-farmasi-indonesia-terlihat-imbas-virus-corona-v4BA1BGYqR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Obat (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/04/320/2208679/kemampuan-industri-farmasi-indonesia-terlihat-imbas-virus-corona-v4BA1BGYqR.jpg</image><title>Obat (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat situasi wabah virus Corona atau Covid-19 ini menjadi tolok ukur suatu negara. Di mana, kemampuan negara diuji, terutama sektor perekonomian.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kemampuan akan Indonesia dalam industri farmasi. Menurutnya, saat pandemik ini terlihat industri farmasi masih belum siap. Apalagi, dari bahan baku yang masih impor hingga 95%.

Oleh sebab itu, Jakarta, Senin (4/5/2020), berikut fakta-fakta impor bahan baku farmasi yang masih tinggi:
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Farmasi Masih Impor 95%, Presiden Jokowi: Sekarang Kelihatan Semua
 
1. Corona Buka Kemampuan Negara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai situasi wabah virus Corona atau Covid-19 memperlihatkan kemampuan akan suatu bangsa. Di mana dapat terlihat situasi yang dapat direformasikan dan dipulihkan.

&quot;Dalam soal reform, dalam pandemik ini kita harus lihat seberapa kuat sosial kita, seberapa besar ekonomi kita, dan seberapa kuat ketahanan pangan kita, seberapa besar ketergantungan kita ke negra lain,&quot; ujarnya.

 
2. Industri Farmasi Masih Impor 95%

Sebagai contoh di sektor kesehatan, saat pandemik ini terlihat industri farmasi 95% masih impor. Alat-alat kesehatan pun tak semua bisa diproduksi sendiri dan dibeli dari negara lain.

&quot;Sekarang keliatan semua,&quot; ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ketersediaan laboratorium serta kemampuan SDM dan peralatan dapat terlihat juga di tengah covid-19. Oleh sebab itu, pentingnya health security di masa depan.

&quot;Kejadian Covid ini menyaadari kita semuanya betapa pentingnya health security,&quot; ujarnya.

 
3. Erick Thohir Sedih Industri Farmasi Masih Impor

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti bahan baku obat yang saat ini masih impor. Apalagi di tengah pandemi corona atau covid-19 ini industri obat sangat dibutuhkan.

&quot;Sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini 90% bahan baku industri obat dari luar, bahan baku alat kesehatan juga mayoritas dari luar negeri,&quot; kata Erick.

 
4. Bahan Baku Obat Corona Berasal dari India

Pemerintah saat inii terus mendatangkan berbagai alat kesehatan juga obat-obatan untuk menangani peningkatan pasien Covid-19. Salah satu obat yang akan didatangkan dari India yakni Oseltamivir.

&quot;Obat itu untuk Covid-19 sama seperti Chloroquine. Kita ambil untuk bahan baku 500.000 tablet. Kita beli dari India dan yang bikin Biofarma,&quot; kata Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.

 
5. Erick Thohir Minta Impor Bahan Baku Obat Dikurangi

Dalam situasi pandemi corona, Erick mendorong agar impor tersebut dikurangi. Meskipun dia menyadari tidak semua bahan baku bisa didapatkan di Indonesia.

&quot;Janganlah negara besar ini ada praktek yang kotor, sehingga tadi bahan baku mesti impor, jadi sekalian harus bongkar seperti itu,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat situasi wabah virus Corona atau Covid-19 ini menjadi tolok ukur suatu negara. Di mana, kemampuan negara diuji, terutama sektor perekonomian.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kemampuan akan Indonesia dalam industri farmasi. Menurutnya, saat pandemik ini terlihat industri farmasi masih belum siap. Apalagi, dari bahan baku yang masih impor hingga 95%.

Oleh sebab itu, Jakarta, Senin (4/5/2020), berikut fakta-fakta impor bahan baku farmasi yang masih tinggi:
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Farmasi Masih Impor 95%, Presiden Jokowi: Sekarang Kelihatan Semua
 
1. Corona Buka Kemampuan Negara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai situasi wabah virus Corona atau Covid-19 memperlihatkan kemampuan akan suatu bangsa. Di mana dapat terlihat situasi yang dapat direformasikan dan dipulihkan.

&quot;Dalam soal reform, dalam pandemik ini kita harus lihat seberapa kuat sosial kita, seberapa besar ekonomi kita, dan seberapa kuat ketahanan pangan kita, seberapa besar ketergantungan kita ke negra lain,&quot; ujarnya.

 
2. Industri Farmasi Masih Impor 95%

Sebagai contoh di sektor kesehatan, saat pandemik ini terlihat industri farmasi 95% masih impor. Alat-alat kesehatan pun tak semua bisa diproduksi sendiri dan dibeli dari negara lain.

&quot;Sekarang keliatan semua,&quot; ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, ketersediaan laboratorium serta kemampuan SDM dan peralatan dapat terlihat juga di tengah covid-19. Oleh sebab itu, pentingnya health security di masa depan.

&quot;Kejadian Covid ini menyaadari kita semuanya betapa pentingnya health security,&quot; ujarnya.

 
3. Erick Thohir Sedih Industri Farmasi Masih Impor

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti bahan baku obat yang saat ini masih impor. Apalagi di tengah pandemi corona atau covid-19 ini industri obat sangat dibutuhkan.

&quot;Sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini 90% bahan baku industri obat dari luar, bahan baku alat kesehatan juga mayoritas dari luar negeri,&quot; kata Erick.

 
4. Bahan Baku Obat Corona Berasal dari India

Pemerintah saat inii terus mendatangkan berbagai alat kesehatan juga obat-obatan untuk menangani peningkatan pasien Covid-19. Salah satu obat yang akan didatangkan dari India yakni Oseltamivir.

&quot;Obat itu untuk Covid-19 sama seperti Chloroquine. Kita ambil untuk bahan baku 500.000 tablet. Kita beli dari India dan yang bikin Biofarma,&quot; kata Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.

 
5. Erick Thohir Minta Impor Bahan Baku Obat Dikurangi

Dalam situasi pandemi corona, Erick mendorong agar impor tersebut dikurangi. Meskipun dia menyadari tidak semua bahan baku bisa didapatkan di Indonesia.

&quot;Janganlah negara besar ini ada praktek yang kotor, sehingga tadi bahan baku mesti impor, jadi sekalian harus bongkar seperti itu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
