<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ekonomi RI Kuartal I Diprediksi Tumbuh di Bawah 4,5%</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 diprediksi mencapai di bawah 4,5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209324/ekonomi-ri-kuartal-i-diprediksi-tumbuh-di-bawah-4-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209324/ekonomi-ri-kuartal-i-diprediksi-tumbuh-di-bawah-4-5"/><item><title>   Ekonomi RI Kuartal I Diprediksi Tumbuh di Bawah 4,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209324/ekonomi-ri-kuartal-i-diprediksi-tumbuh-di-bawah-4-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209324/ekonomi-ri-kuartal-i-diprediksi-tumbuh-di-bawah-4-5</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209324/ekonomi-ri-kuartal-i-diprediksi-tumbuh-di-bawah-4-5-qFf5oBSEuq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209324/ekonomi-ri-kuartal-i-diprediksi-tumbuh-di-bawah-4-5-qFf5oBSEuq.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA -  Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada  kuartal I-2020 diprediksi mencapai di bawah 4,5%. Prediksi ini tidak jauh berbeda dari ramalan Menteri Keuangan Sri Mulyani.


Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ramalan pertumbuhan ekonomi di bawah 4,5% dikarenakan data dan indikator ekonomi pada awal tahun yakni Januari dan Februari masih cukup positif. Namun pada Maret, seluruh indikator ekonomi khususnya yang berasal dari sektoral mulai mengalami penurunan secara drastis.

&quot;Kalau dilihat dari data sektoral itu kelihatan banyak sekali perkembangan yang Januari Februari masih positif tapi di Maret itu baru mulai drop karena itu saya melihat katakanlah di bulan Maret itu langsung drop jadi angkanya masih di atas 4% tapi masih di bawah 4,5%,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Siap-Siap, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2020 Akan Diumumkan

Salah satu contohnya adalah pada sektor transportasi, adanya pandemi corona membuat pemerintah harus melakukan pembatasan penerbangan menuju beberapa negara yang menjadi episentrum virus corona. Hal ini pun memiliki efek domino pada sektor pariwisata yang langsung anjlok.

Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan mancanegara pada Maret 2020 hanya 470,9 ribu saja. Angka ini anjlok 45,5% jika dibandingkan bulan Februari yang mencapai 885 ribu kunjungan wisman.

&quot;Perkembangan ini selain karena perkembangan beberapa sektor transportasi turun drastis. Pariwisata, perdagangan barang dan jasa, bulan-bulan terakhir di bawah 50,&quot; ucap Tauhid.
Baca Juga: Skenario Terburuk Perekonomian di Mata Sri Mulyani, Ini Faktanya
Kemudian lanjut Tauhid, kinerja industri juga mulai terganggu akibat pandemi ini. Beberapa pabrik harus mengalami penurunan pada jumlah produksi sehingga berpengaruh pada angka ekspor yang hanya naik tipis di bulan Maret 2020.

&quot;Yang jelas transportasi, kemudian kalau kita lihat pariwisata jelas, industri juga turun. Perdagangan turun,&quot; kata Tauhid.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/05/63674/324464_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jalan Jenderal Sudirman Ramai Lancar Pagi Ini&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Memang menurutnya, virus corona pertama kali masuk ke Indonesia pada  akhir Maret 2020. Namun, Indonesia sudah mulai merasakan dampak pandemi  dari global.

Mengingat beberapa negara sudah ada yang lebih dahulu terkena  dampaknya. Salah satu contohnya China yang sudah lebih dahulu merasakan  pandemi ini yang berefek pada indikator ekonomi negara lainnya termasuk  Indonesia.

Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan negara lain, ekonomi  Indonesia masih relatif tumbuh lebih tinggi di kuartal I-2020. Sebab  Indonesia baru merasakan dampak virus Corona pada bulan ketiga tahun  ini.

&quot;Tapi kalo dibandingkan dengan negara lain kenapa kita masih untuk  karena negara negara lain lebih duluan kena covidnya. Mereka sudah  positif pada bulan Januari atau enggak Februari awal yang separuh dari  pertumbuhan ekonomi mereka lebih di pangkas. Kalau kita kan Maret mulai  rata,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada  kuartal I-2020 diprediksi mencapai di bawah 4,5%. Prediksi ini tidak jauh berbeda dari ramalan Menteri Keuangan Sri Mulyani.


Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ramalan pertumbuhan ekonomi di bawah 4,5% dikarenakan data dan indikator ekonomi pada awal tahun yakni Januari dan Februari masih cukup positif. Namun pada Maret, seluruh indikator ekonomi khususnya yang berasal dari sektoral mulai mengalami penurunan secara drastis.

&quot;Kalau dilihat dari data sektoral itu kelihatan banyak sekali perkembangan yang Januari Februari masih positif tapi di Maret itu baru mulai drop karena itu saya melihat katakanlah di bulan Maret itu langsung drop jadi angkanya masih di atas 4% tapi masih di bawah 4,5%,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Siap-Siap, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2020 Akan Diumumkan

Salah satu contohnya adalah pada sektor transportasi, adanya pandemi corona membuat pemerintah harus melakukan pembatasan penerbangan menuju beberapa negara yang menjadi episentrum virus corona. Hal ini pun memiliki efek domino pada sektor pariwisata yang langsung anjlok.

Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan mancanegara pada Maret 2020 hanya 470,9 ribu saja. Angka ini anjlok 45,5% jika dibandingkan bulan Februari yang mencapai 885 ribu kunjungan wisman.

&quot;Perkembangan ini selain karena perkembangan beberapa sektor transportasi turun drastis. Pariwisata, perdagangan barang dan jasa, bulan-bulan terakhir di bawah 50,&quot; ucap Tauhid.
Baca Juga: Skenario Terburuk Perekonomian di Mata Sri Mulyani, Ini Faktanya
Kemudian lanjut Tauhid, kinerja industri juga mulai terganggu akibat pandemi ini. Beberapa pabrik harus mengalami penurunan pada jumlah produksi sehingga berpengaruh pada angka ekspor yang hanya naik tipis di bulan Maret 2020.

&quot;Yang jelas transportasi, kemudian kalau kita lihat pariwisata jelas, industri juga turun. Perdagangan turun,&quot; kata Tauhid.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/05/63674/324464_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jalan Jenderal Sudirman Ramai Lancar Pagi Ini&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Memang menurutnya, virus corona pertama kali masuk ke Indonesia pada  akhir Maret 2020. Namun, Indonesia sudah mulai merasakan dampak pandemi  dari global.

Mengingat beberapa negara sudah ada yang lebih dahulu terkena  dampaknya. Salah satu contohnya China yang sudah lebih dahulu merasakan  pandemi ini yang berefek pada indikator ekonomi negara lainnya termasuk  Indonesia.

Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan negara lain, ekonomi  Indonesia masih relatif tumbuh lebih tinggi di kuartal I-2020. Sebab  Indonesia baru merasakan dampak virus Corona pada bulan ketiga tahun  ini.

&quot;Tapi kalo dibandingkan dengan negara lain kenapa kita masih untuk  karena negara negara lain lebih duluan kena covidnya. Mereka sudah  positif pada bulan Januari atau enggak Februari awal yang separuh dari  pertumbuhan ekonomi mereka lebih di pangkas. Kalau kita kan Maret mulai  rata,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
