<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Diefisiensikan, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Melambat di 3,74%</title><description>BPS mencatat tumbuh melambat di 3,74% pada kuartal I-2020 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209461/belanja-diefisiensikan-konsumsi-pemerintah-tumbuh-melambat-di-3-74</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209461/belanja-diefisiensikan-konsumsi-pemerintah-tumbuh-melambat-di-3-74"/><item><title>Belanja Diefisiensikan, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Melambat di 3,74%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209461/belanja-diefisiensikan-konsumsi-pemerintah-tumbuh-melambat-di-3-74</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209461/belanja-diefisiensikan-konsumsi-pemerintah-tumbuh-melambat-di-3-74</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209461/belanja-diefisiensikan-konsumsi-pemerintah-tumbuh-melambat-di-3-74-G9EBsI9UrX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209461/belanja-diefisiensikan-konsumsi-pemerintah-tumbuh-melambat-di-3-74-G9EBsI9UrX.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tumbuh melambat di 3,74% pada kuartal I-2020 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi yang dilakukan pemerintah.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan konsumsi pemerintah mengalami perlambatan di 3,74% dibandingkan kuartal I-2019 yang berada di 5,22%. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Terendah Sejak 2001
&quot;Hal ini dikarenakan ada realisaai belanja bantuan sosial yang meningkat,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Terutama, lanjutnya, pada belanja untuk rehabilitas sosial, jaminan sosial, dan belanja bantuan untuk penanggulangan kemiskinan. Ada juga pertumbuhan untuk belanja pegawai.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Ambyar Hanya Tumbuh 2,97%, Virus Corona Tak Mengenal Negara Maju-Berkembang
&quot;Pertumbuhan belanja pegawai ini secara alamiah karena adanya kenaikan pangkat dan golongan,&quot; ujarnya.

Sebaliknya, lanjut pria yang akrab disapa Kecuk, untuk belanja barang mengalami kontraksi atau tumbuh negatif. Di mana pada kuartal I-2020 kontraksi 6,12%.

&quot;Untuk belanja barang memang sudah diputuskan diefiensikan maka belanja barang di kuartal I-2020 kontraksi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tumbuh melambat di 3,74% pada kuartal I-2020 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi yang dilakukan pemerintah.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan konsumsi pemerintah mengalami perlambatan di 3,74% dibandingkan kuartal I-2019 yang berada di 5,22%. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Terendah Sejak 2001
&quot;Hal ini dikarenakan ada realisaai belanja bantuan sosial yang meningkat,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Terutama, lanjutnya, pada belanja untuk rehabilitas sosial, jaminan sosial, dan belanja bantuan untuk penanggulangan kemiskinan. Ada juga pertumbuhan untuk belanja pegawai.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Ambyar Hanya Tumbuh 2,97%, Virus Corona Tak Mengenal Negara Maju-Berkembang
&quot;Pertumbuhan belanja pegawai ini secara alamiah karena adanya kenaikan pangkat dan golongan,&quot; ujarnya.

Sebaliknya, lanjut pria yang akrab disapa Kecuk, untuk belanja barang mengalami kontraksi atau tumbuh negatif. Di mana pada kuartal I-2020 kontraksi 6,12%.

&quot;Untuk belanja barang memang sudah diputuskan diefiensikan maka belanja barang di kuartal I-2020 kontraksi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
