<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Target Produksi, Pertamina Pasang Absorber di Bojonogoro</title><description>PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan pemasangan absorber atau absorber erection di Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209498/kejar-target-produksi-pertamina-pasang-absorber-di-bojonogoro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209498/kejar-target-produksi-pertamina-pasang-absorber-di-bojonogoro"/><item><title>Kejar Target Produksi, Pertamina Pasang Absorber di Bojonogoro</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209498/kejar-target-produksi-pertamina-pasang-absorber-di-bojonogoro</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209498/kejar-target-produksi-pertamina-pasang-absorber-di-bojonogoro</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209498/kejar-target-produksi-pertamina-ep-pasang-absorber-di-bojonogoro-28fkeKORGR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Absorber Pertamina EP (Foto: Pertamina EP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209498/kejar-target-produksi-pertamina-ep-pasang-absorber-di-bojonogoro-28fkeKORGR.jpeg</image><title>Absorber Pertamina EP (Foto: Pertamina EP)</title></images><description>BOJONEGORO &amp;ndash; PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan pemasangan absorber atau absorber erection di Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Pemasangan absorber ini dilakukan bersama mitra kerja konsorsium PT Rekayasa Industri.
Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan mengatakan, pemasangan absorber pada Selasa ini (5/5/2020) di lokasi proyek EPC Gas Processing Facility (PFC), dirasa cukup penting guna yang akan berfungsi sebagai alat pemisah gas alam dengan H2S atau unsur gas hidrogen sulfida.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kejar Target Produksi, Pertamina EP Bor Sumur Migas Baru
&quot;Dengan tekad yang kuat dan kerja nyata, kita telah merampungkan pemasangan absorber di proyek ini, dan alat ini cukup penting bagi operasional GPF, karena gas yang dihasilkan akan diproses, dipisahkan dari unsur H2S,&quot; ujar Jamsaton Nababan melalui keterangan tertulis yang diterima okezone, Selasa siang.
Sebelumnya, PEPC juga telah secara aman berhasil memasang Selexol Regenerator, yang merupakan alat untuk memisahkan gas asam seperti hidrogen sulfida dan karbondioksida pada 16 April 2020 lalu. Pemasangan alat-alat ini menunjukkan tahapan proyek semakin maju.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bandel Tak Terapkan PSBB, 168 Pabrik Disegel di DKI Jakarta
Absorber sendiri adalah alat yang digunakan untuk proses Absorbsi, yaitu proses penyerapan fluida gas oleh seluruh bagian zat cair sebagai absorben. Dengan tinggi sekitar 62 meter dari permukaan tanah, absorber yang memiliki berat 550 ton akan dipasang dengan melakukan Pre Job Safety Meeting (PJSM) terlebih dahulu. Alat akan dipasang menggunakan Boom crane setinggi 90 meter, kapasitas 1350 ton dan 350 ton.
&quot;Kami selangkah lebih maju lagi, untuk mencapai target on-stream pada tahun 2021. Terutama di masa pandemi COVID-19 ini, kami mohon doa masyarakat Indonesia agar Proyek JTB dapat segera operasi tepat waktu,&amp;rdquo; tuturnya.
Proyek JTB merupakan Proyek Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh PEPC dan juga mitra kerjanya, RJJ. Di Lapangan JTB terdapat 6 sumur, yakni 4 sumur di Jambaran East dan 2 di Jambaran Central.
Dari sumur-sumur tersebut, PEPC menargetkan untuk memproduksi gas dan kondensat dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas on-stream pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD.</description><content:encoded>BOJONEGORO &amp;ndash; PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melakukan pemasangan absorber atau absorber erection di Gas Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Pemasangan absorber ini dilakukan bersama mitra kerja konsorsium PT Rekayasa Industri.
Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan mengatakan, pemasangan absorber pada Selasa ini (5/5/2020) di lokasi proyek EPC Gas Processing Facility (PFC), dirasa cukup penting guna yang akan berfungsi sebagai alat pemisah gas alam dengan H2S atau unsur gas hidrogen sulfida.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kejar Target Produksi, Pertamina EP Bor Sumur Migas Baru
&quot;Dengan tekad yang kuat dan kerja nyata, kita telah merampungkan pemasangan absorber di proyek ini, dan alat ini cukup penting bagi operasional GPF, karena gas yang dihasilkan akan diproses, dipisahkan dari unsur H2S,&quot; ujar Jamsaton Nababan melalui keterangan tertulis yang diterima okezone, Selasa siang.
Sebelumnya, PEPC juga telah secara aman berhasil memasang Selexol Regenerator, yang merupakan alat untuk memisahkan gas asam seperti hidrogen sulfida dan karbondioksida pada 16 April 2020 lalu. Pemasangan alat-alat ini menunjukkan tahapan proyek semakin maju.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bandel Tak Terapkan PSBB, 168 Pabrik Disegel di DKI Jakarta
Absorber sendiri adalah alat yang digunakan untuk proses Absorbsi, yaitu proses penyerapan fluida gas oleh seluruh bagian zat cair sebagai absorben. Dengan tinggi sekitar 62 meter dari permukaan tanah, absorber yang memiliki berat 550 ton akan dipasang dengan melakukan Pre Job Safety Meeting (PJSM) terlebih dahulu. Alat akan dipasang menggunakan Boom crane setinggi 90 meter, kapasitas 1350 ton dan 350 ton.
&quot;Kami selangkah lebih maju lagi, untuk mencapai target on-stream pada tahun 2021. Terutama di masa pandemi COVID-19 ini, kami mohon doa masyarakat Indonesia agar Proyek JTB dapat segera operasi tepat waktu,&amp;rdquo; tuturnya.
Proyek JTB merupakan Proyek Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh PEPC dan juga mitra kerjanya, RJJ. Di Lapangan JTB terdapat 6 sumur, yakni 4 sumur di Jambaran East dan 2 di Jambaran Central.
Dari sumur-sumur tersebut, PEPC menargetkan untuk memproduksi gas dan kondensat dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas on-stream pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD.</content:encoded></item></channel></rss>
