<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 2,97%, BPS: Semua Sektor Melambat</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97% saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209519/pertumbuhan-ekonomi-ri-hanya-2-97-bps-semua-sektor-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209519/pertumbuhan-ekonomi-ri-hanya-2-97-bps-semua-sektor-melambat"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 2,97%, BPS: Semua Sektor Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209519/pertumbuhan-ekonomi-ri-hanya-2-97-bps-semua-sektor-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209519/pertumbuhan-ekonomi-ri-hanya-2-97-bps-semua-sektor-melambat</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209519/pertumbuhan-ekonomi-ri-hanya-2-97-bps-semua-sektor-melambat-1fQjlkzZo8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209519/pertumbuhan-ekonomi-ri-hanya-2-97-bps-semua-sektor-melambat-1fQjlkzZo8.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97% saja. Angka ini jauh meleset dari prediksi pemerintah maupun para pengamat ekonomi Indonesia yang diperkirakan bisa tumbuh di angka 4%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, salah satu sektor yang menjadi salah satu pendorong paling tinggi adalah sektor industri yang tumbuh 2,06%. Dari angka tersebut, sektor industri berkontribusi pada PDB sebesar 19,98%.
Baca Juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Terendah Sejak 2001
Kemudian disusul oleh sektor perdagangan yang masih tumbuh melambat sebesar 1,60%. Sektor perdagangan ini berkontribusi 13,20% pada ekonomi Indonesia.

Selanjutnya ada sektor Pertanian yang juga tumbuh melambat sebesar 0,02% dengan kontribusinya sebesar 12,84%. Kemudian disusul dengan sektor konstruksi dan pertambangan dengan masing-masing pertumbuhannya sebesar 2,90% dan 0,43%.

&quot;Bahwa struktur perekonomian Indonesia tidak berubah dimana perekonomian Indonesia di dominasi oleh sektor industri dengan 19,98% (kontribusi ke PDB) kemudian diikuti dengan perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,97% Terhantam Covid-19
Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, hampir seluruh sektor tumbuh melambat pada kuartal I-2020 ini. Namun, ada beberapa sektor yang justru moncer pada kuartal I-2020 ini.
Misalnya saja sektor jasa keuangan dan asuransi yang berhasil tumbuh  10,67% dengan kontribusinya sebesar 4,70%. Kemudian ada juga sektor  informasi dan keuangan dengan pertumbuhannya sebesar 9,81% dengan  kontribusinnya 4,25%.

&quot;Kemudian dari pertumbuhan yang ada seluruh sektor pada triwulan  I-2020 masih tumbuh tapi lebih lambat kecuali 4 sektor yang pada  triwulan I-2020 ini mengalami peningkatan yaitu jasa keuangan dan  asuransi dimana pada triwulan 1-2019 adalah 7,31% dan sekarang menjadi  10,67%,&quot; jelasnya.

Selanjutnya ada juga sektor jasa pendidikan yang berhasil tumbuh  5,81%. Lalu yang terakhir adalah sektor kesehatan dan kegiatan sosial  yang tumbuh 10,39%

&quot;Kemudian sektor komunikasi dan informasi juga tumbuh 9,81% lebih  tinggi dibandingkan posisi triwulan I-2019 yang sebesar 9,06%, jasa  pendidikan juga dan kemudian satu lagi jasa kesehatan dan kegiatan  sosial,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97% saja. Angka ini jauh meleset dari prediksi pemerintah maupun para pengamat ekonomi Indonesia yang diperkirakan bisa tumbuh di angka 4%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, salah satu sektor yang menjadi salah satu pendorong paling tinggi adalah sektor industri yang tumbuh 2,06%. Dari angka tersebut, sektor industri berkontribusi pada PDB sebesar 19,98%.
Baca Juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Terendah Sejak 2001
Kemudian disusul oleh sektor perdagangan yang masih tumbuh melambat sebesar 1,60%. Sektor perdagangan ini berkontribusi 13,20% pada ekonomi Indonesia.

Selanjutnya ada sektor Pertanian yang juga tumbuh melambat sebesar 0,02% dengan kontribusinya sebesar 12,84%. Kemudian disusul dengan sektor konstruksi dan pertambangan dengan masing-masing pertumbuhannya sebesar 2,90% dan 0,43%.

&quot;Bahwa struktur perekonomian Indonesia tidak berubah dimana perekonomian Indonesia di dominasi oleh sektor industri dengan 19,98% (kontribusi ke PDB) kemudian diikuti dengan perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga: Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,97% Terhantam Covid-19
Menurut pria yang kerap disapa Kecuk, hampir seluruh sektor tumbuh melambat pada kuartal I-2020 ini. Namun, ada beberapa sektor yang justru moncer pada kuartal I-2020 ini.
Misalnya saja sektor jasa keuangan dan asuransi yang berhasil tumbuh  10,67% dengan kontribusinya sebesar 4,70%. Kemudian ada juga sektor  informasi dan keuangan dengan pertumbuhannya sebesar 9,81% dengan  kontribusinnya 4,25%.

&quot;Kemudian dari pertumbuhan yang ada seluruh sektor pada triwulan  I-2020 masih tumbuh tapi lebih lambat kecuali 4 sektor yang pada  triwulan I-2020 ini mengalami peningkatan yaitu jasa keuangan dan  asuransi dimana pada triwulan 1-2019 adalah 7,31% dan sekarang menjadi  10,67%,&quot; jelasnya.

Selanjutnya ada juga sektor jasa pendidikan yang berhasil tumbuh  5,81%. Lalu yang terakhir adalah sektor kesehatan dan kegiatan sosial  yang tumbuh 10,39%

&quot;Kemudian sektor komunikasi dan informasi juga tumbuh 9,81% lebih  tinggi dibandingkan posisi triwulan I-2019 yang sebesar 9,06%, jasa  pendidikan juga dan kemudian satu lagi jasa kesehatan dan kegiatan  sosial,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
