<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Hanya Tumbuh 2,97%, Ini Respons Kemenkeu      </title><description>Perekonomian Indonesia di triwulan I-2020 hanya mampu sebesar 2,97%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209662/ekonomi-ri-hanya-tumbuh-2-97-ini-respons-kemenkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209662/ekonomi-ri-hanya-tumbuh-2-97-ini-respons-kemenkeu"/><item><title>Ekonomi RI Hanya Tumbuh 2,97%, Ini Respons Kemenkeu      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209662/ekonomi-ri-hanya-tumbuh-2-97-ini-respons-kemenkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/05/320/2209662/ekonomi-ri-hanya-tumbuh-2-97-ini-respons-kemenkeu</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209662/ekonomi-ri-hanya-tumbuh-2-97-ini-respons-kemenkeu-BUPP3LzxhX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Keuangan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/320/2209662/ekonomi-ri-hanya-tumbuh-2-97-ini-respons-kemenkeu-BUPP3LzxhX.jpg</image><title>Kementerian Keuangan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Perekonomian Indonesia di triwulan I-2020 hanya mampu sebesar 2,97% (year on year).  Penyebab tersebesarnya adalah pandemi virus corona atau Covid-19.
Terkait hal itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, pemerintah akan terus menyiapkan berbagai skenario dampak dari pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, setiap data baru akan digunakan untuk memutakhirkan asesmen pemerintah terhadap kondisi perekonomian riil dan sosial masyarakat.
&quot;Tujuannya agar Pemerintah dapat memformulasikan langkah antisipasi secara cepat dan tepat,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;59% Ekonomi RI Ditopang Pulau Jawa
Dia menjelaskan, penurunan kinerja konsumsi yang tajam di kuartal I-2020 memperkuat urgensi percepatan penyaluran bantuan sosial di kuartal kedua.
Sementara di sisi produksi, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM menjadi sangat kritikal dan perlu dilaksanakan secepatnya.
&quot;Dengan bantalan pada kedua sisi ini, pemerintah berharap membantu meringankan tekanan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha, terutama Ultra Mikro dan UMKM,&quot; ungkap dia.Meski berdampak lebih cepat dari perkiraan, tingkat pertumbuhan Indonesia ini masih relatif lebih baik dibandingkan Amerika Serikat (0,3%), Korea Selatan (1,3%), Euro Area (-3,3%), Singapura (-2,2%), Tiongkok (-6,8%), dan Hong Kong (-8,9%).
Namun demikian, tingkat pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan Vietnam (3,8%). Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang merosot ke 2,84% dan investasi yang hanya tumbuh 1,70%.
Sementara itu, konsumsi ppemerintah masih tumbuh sebesar 3,74%, ekspor tumbuh sebesar 0,24% Ketika impor kontraksi sebesar -2,19%.
Merosotnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Peningkatan konsumsi kesehatan, pendidikan, perumahan, serta perlengkapan rumah tangga, ternyata tidak mampu mengimbangi penurunan konsumsi pakaian, alas kaki, jasa perawatan serta transportasi dan komunikasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Perekonomian Indonesia di triwulan I-2020 hanya mampu sebesar 2,97% (year on year).  Penyebab tersebesarnya adalah pandemi virus corona atau Covid-19.
Terkait hal itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, pemerintah akan terus menyiapkan berbagai skenario dampak dari pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, setiap data baru akan digunakan untuk memutakhirkan asesmen pemerintah terhadap kondisi perekonomian riil dan sosial masyarakat.
&quot;Tujuannya agar Pemerintah dapat memformulasikan langkah antisipasi secara cepat dan tepat,&quot; ujar dia pada keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;59% Ekonomi RI Ditopang Pulau Jawa
Dia menjelaskan, penurunan kinerja konsumsi yang tajam di kuartal I-2020 memperkuat urgensi percepatan penyaluran bantuan sosial di kuartal kedua.
Sementara di sisi produksi, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM menjadi sangat kritikal dan perlu dilaksanakan secepatnya.
&quot;Dengan bantalan pada kedua sisi ini, pemerintah berharap membantu meringankan tekanan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha, terutama Ultra Mikro dan UMKM,&quot; ungkap dia.Meski berdampak lebih cepat dari perkiraan, tingkat pertumbuhan Indonesia ini masih relatif lebih baik dibandingkan Amerika Serikat (0,3%), Korea Selatan (1,3%), Euro Area (-3,3%), Singapura (-2,2%), Tiongkok (-6,8%), dan Hong Kong (-8,9%).
Namun demikian, tingkat pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan Vietnam (3,8%). Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang merosot ke 2,84% dan investasi yang hanya tumbuh 1,70%.
Sementara itu, konsumsi ppemerintah masih tumbuh sebesar 3,74%, ekspor tumbuh sebesar 0,24% Ketika impor kontraksi sebesar -2,19%.
Merosotnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Peningkatan konsumsi kesehatan, pendidikan, perumahan, serta perlengkapan rumah tangga, ternyata tidak mampu mengimbangi penurunan konsumsi pakaian, alas kaki, jasa perawatan serta transportasi dan komunikasi.</content:encoded></item></channel></rss>
