<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Efek Corona, Inflasi Rendah karena Permintaan Lesu </title><description>Bank Indonesia (BI) menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 memengaruhi rendahnya inflasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209892/efek-corona-inflasi-rendah-karena-permintaan-lesu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209892/efek-corona-inflasi-rendah-karena-permintaan-lesu"/><item><title>   Efek Corona, Inflasi Rendah karena Permintaan Lesu </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209892/efek-corona-inflasi-rendah-karena-permintaan-lesu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209892/efek-corona-inflasi-rendah-karena-permintaan-lesu</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/320/2209892/efek-corona-inflasi-rendah-karena-permintaan-lesu-HIoHSckPoL.png" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo saat Telekonferensi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/320/2209892/efek-corona-inflasi-rendah-karena-permintaan-lesu-HIoHSckPoL.png</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo saat Telekonferensi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 memengaruhi rendahnya inflasi. Tercatat, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi April 2020 sebesar 0,08%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi April 0,08% di luar perkiraan BI. Rendahya inflasi menunjukkan bahwa faktor permintaan yang rendah juga.

&quot;Kalau permintaan rendah, permintaan rendah barang dan jasa maka tekanan inflasinya rendah,&quot; kata Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Baca Juga: BPS Catat Inflasi April 0,08%
Menurut Perry, rendahnya inflasi disebabkan penanganan Covid-19 seperti melakukan social distancing, phsyical distancing, Work Form Home (WFH) serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

&quot;Itu memengaruhi kegiatan aktivitas manusia dan memengaruhi juga permintaan barang dan jasa karenanya inflasi lebih rendah dari yang kita diperkirakan,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Memanasnya Hubungan AS-China Sempat Tekan Rupiah
Dengan demikian, BI juga memprediksi inflasi Ramadan pada tahun ini juga akan lebih rendah dibandingkan inflasi Ramadan tahun sebelumnya.

&quot;Historisnya bisa 0,6%-0,9%. Ini akan jauh lebih rendah karena faktor PSBB, pembatasan mobil, manusia, pengaruh permintaan barang jasa. Itu mendasari kenapa inflasi tahun ini lebih rendah dan sesuai sasaran yaitu 3% plus minus 1%,&quot; katanya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 memengaruhi rendahnya inflasi. Tercatat, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi April 2020 sebesar 0,08%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, inflasi April 0,08% di luar perkiraan BI. Rendahya inflasi menunjukkan bahwa faktor permintaan yang rendah juga.

&quot;Kalau permintaan rendah, permintaan rendah barang dan jasa maka tekanan inflasinya rendah,&quot; kata Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Baca Juga: BPS Catat Inflasi April 0,08%
Menurut Perry, rendahnya inflasi disebabkan penanganan Covid-19 seperti melakukan social distancing, phsyical distancing, Work Form Home (WFH) serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

&quot;Itu memengaruhi kegiatan aktivitas manusia dan memengaruhi juga permintaan barang dan jasa karenanya inflasi lebih rendah dari yang kita diperkirakan,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Memanasnya Hubungan AS-China Sempat Tekan Rupiah
Dengan demikian, BI juga memprediksi inflasi Ramadan pada tahun ini juga akan lebih rendah dibandingkan inflasi Ramadan tahun sebelumnya.

&quot;Historisnya bisa 0,6%-0,9%. Ini akan jauh lebih rendah karena faktor PSBB, pembatasan mobil, manusia, pengaruh permintaan barang jasa. Itu mendasari kenapa inflasi tahun ini lebih rendah dan sesuai sasaran yaitu 3% plus minus 1%,&quot; katanya.


</content:encoded></item></channel></rss>
