<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 yang sebesar 2,97% lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209942/pertumbuhan-ekonomi-tak-sesuai-ekspektasi-bi-ini-sebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209942/pertumbuhan-ekonomi-tak-sesuai-ekspektasi-bi-ini-sebabnya"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209942/pertumbuhan-ekonomi-tak-sesuai-ekspektasi-bi-ini-sebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209942/pertumbuhan-ekonomi-tak-sesuai-ekspektasi-bi-ini-sebabnya</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/320/2209942/pertumbuhan-ekonomi-tak-sesuai-ekspektasi-bi-ini-sebabnya-H9P2tMR5f4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/320/2209942/pertumbuhan-ekonomi-tak-sesuai-ekspektasi-bi-ini-sebabnya-H9P2tMR5f4.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 yang sebesar 2,97% lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI). Namun, BI mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 2,97% termasuk yang tertinggi di dunia dibandingkan negara lain yang mengalami minus.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, BI memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,04% pada kuartal I-2020. Namun angka ini jauh dari perkiraan BI karena dampak penanganan virus corona atau Covid-19.

&quot;Ini yang kami sampaikan lebih rendah dari perkiraan kami 4,04%,&quot; ujar Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
Perry menjelaskan, dampak penanganan Covid-19 mulai memengaruhi berbagai kegiatan ekonomi, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.

&quot;Ini yang membedakan. Semula kami perkirakan pengaruhnya April, Mei dan setengah Juni. Setengah juni berkurang Agustus selesai. Makanya 4,04% itu Maret belum kena gitu. Ternyata ini kelihatan kalau dibandingkan perkiraan kami semula konsumsi masyarakat masih tumbuh 4,04% biasanya di atas 5%.  Ternyata dari catatan BPS konsumsi masyarakat tidak setinggi itu, hanya 2,8%. Demikian juga investasi, total perkiraan 2,4% jadi 1,7%,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 2,97%, BI: Salah Satu yang Tertinggi
Dengan keadaan tersebut, penanganan Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  memang telah berpengaruh terhadap pendapatan dan berpengaruh produksi dan investasi dunia usaha dan juga menurun ekspor dan impor.

&quot;Sebetulnya ekspor lebih tinggi dari perkiraan kami 0,24% ekspor. Semula 1,6%. Ternyata bisa tumbuh di luar dugaan,&quot; katanya.

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2020 yang sebesar 2,97% lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI). Namun, BI mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 2,97% termasuk yang tertinggi di dunia dibandingkan negara lain yang mengalami minus.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, BI memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,04% pada kuartal I-2020. Namun angka ini jauh dari perkiraan BI karena dampak penanganan virus corona atau Covid-19.

&quot;Ini yang kami sampaikan lebih rendah dari perkiraan kami 4,04%,&quot; ujar Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
Perry menjelaskan, dampak penanganan Covid-19 mulai memengaruhi berbagai kegiatan ekonomi, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.

&quot;Ini yang membedakan. Semula kami perkirakan pengaruhnya April, Mei dan setengah Juni. Setengah juni berkurang Agustus selesai. Makanya 4,04% itu Maret belum kena gitu. Ternyata ini kelihatan kalau dibandingkan perkiraan kami semula konsumsi masyarakat masih tumbuh 4,04% biasanya di atas 5%.  Ternyata dari catatan BPS konsumsi masyarakat tidak setinggi itu, hanya 2,8%. Demikian juga investasi, total perkiraan 2,4% jadi 1,7%,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 2,97%, BI: Salah Satu yang Tertinggi
Dengan keadaan tersebut, penanganan Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  memang telah berpengaruh terhadap pendapatan dan berpengaruh produksi dan investasi dunia usaha dan juga menurun ekspor dan impor.

&quot;Sebetulnya ekspor lebih tinggi dari perkiraan kami 0,24% ekspor. Semula 1,6%. Ternyata bisa tumbuh di luar dugaan,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
