<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stimulus dan Bansos Jadi Penggerak Ekonomi RI</title><description>Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi pada semester II-2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209956/stimulus-dan-bansos-jadi-penggerak-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209956/stimulus-dan-bansos-jadi-penggerak-ekonomi-ri"/><item><title>Stimulus dan Bansos Jadi Penggerak Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209956/stimulus-dan-bansos-jadi-penggerak-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/06/320/2209956/stimulus-dan-bansos-jadi-penggerak-ekonomi-ri</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2020 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/06/320/2209956/stimulus-dan-bansos-jadi-penggerak-ekonomi-ri-s3dFG7XJDP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/06/320/2209956/stimulus-dan-bansos-jadi-penggerak-ekonomi-ri-s3dFG7XJDP.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi pada semester II-2020. Stimulus ekonomi yang diberikan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

&quot;Ternyata stimulus fiskal telah berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Terutama bansos berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (6/5/2020).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya
Perry mengakui, dampak penanganan covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memengaruhi pertumbuhan ekonomi karena berdampak pada pendapatan masyarakat. Namun, dengan pemberian stimulus diharapkan bisa mengurangi dampak Covid-19.

&quot;Simulus fiskal akan mengurangi dampak itu dan dukungan lainnya akan mengurangi dampak covid-19 dan ke depannya lebih baik. Semester II akan lebih baik terutama triwulan IV,&quot; katanya.
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
Bahkan kata Perry, pertumbuhan ekonomi 2021 diprediksi bisa lebih tinggi lagi. &quot;2021 akan lebih tinggi, s3belumnya kami sampaikan 6,6% sampai 7,1% kalau defisit fiskal 3% atau 4%. Ini karena kalau 2020 rendah 2021 pasti tinggi. Karena beberapa faktor yang membuat ekonomi membaik,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi pada semester II-2020. Stimulus ekonomi yang diberikan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

&quot;Ternyata stimulus fiskal telah berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Terutama bansos berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (6/5/2020).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya
Perry mengakui, dampak penanganan covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memengaruhi pertumbuhan ekonomi karena berdampak pada pendapatan masyarakat. Namun, dengan pemberian stimulus diharapkan bisa mengurangi dampak Covid-19.

&quot;Simulus fiskal akan mengurangi dampak itu dan dukungan lainnya akan mengurangi dampak covid-19 dan ke depannya lebih baik. Semester II akan lebih baik terutama triwulan IV,&quot; katanya.
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
Bahkan kata Perry, pertumbuhan ekonomi 2021 diprediksi bisa lebih tinggi lagi. &quot;2021 akan lebih tinggi, s3belumnya kami sampaikan 6,6% sampai 7,1% kalau defisit fiskal 3% atau 4%. Ini karena kalau 2020 rendah 2021 pasti tinggi. Karena beberapa faktor yang membuat ekonomi membaik,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
