<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Makin Berat, Bisa Minus 0,4%?</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I hanya 2,97% saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/07/320/2210407/sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-makin-berat-bisa-minus-0-4</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/07/320/2210407/sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-makin-berat-bisa-minus-0-4"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Makin Berat, Bisa Minus 0,4%?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/07/320/2210407/sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-makin-berat-bisa-minus-0-4</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/07/320/2210407/sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-makin-berat-bisa-minus-0-4</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2020 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/07/320/2210407/sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-makin-berat-bisa-minus-0-4-Gmbobc8Irm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/07/320/2210407/sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-makin-berat-bisa-minus-0-4-Gmbobc8Irm.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I hanya 2,97% saja. Angka ini di luar prediksi dari pemerintah dan pengamat ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anjloknya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin sulit. Mengingat selama tiga bulan ke depan Indonesia masih akan berjibaku menghadapi virus corona.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya
Hal ini juga membuat pemerintah harus menyiapkan skenario terburuk. Bahkan, ekonomi RI bisa berada di angka -0,4% mengingat mengawali tahun ini dengan angka yang rendah.
&quot;Ilustrasi yang kita hadapi dalam melihat ekonomi kita di kuartal II dan kemungkinan berlanjut di kuartal III, sehingga kemungkinan masuk skenario sangat berat mungkin terjadi, dari 2,3% menjadi minus 0,4%,&quot;  ujarnya dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu Malam (6/5/2020).

Menurut Sri Mulyani, salah satu yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi anjlok adalah turunnya konsumsi rumah tangga. Hal ini menyusul adanya pelaksanaan PSBB di beberapa daerah
Apalagi menurut Sri Mulyani, pemberlakuan PSBB mulai diperluas. Semula PSBB hanya dilakukan di wilayah Jabdoetabek kini, penerapan tersebut diperluas hingga ke beberapa Provinsi.
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain&quot;Kalau dilihat dari pertumbuhan 2,97% di kuartal I, yang nampak  sangat besar adalah dari sisi demand adalah konsumsi turun sangat besar.  Biasanya tumbuh di atas 5%, sekarang hanya 2,84%. Ini masih angka  kuartal I di mana sebenarnya PSBB baru diberlakukan Maret,&quot; jelasnya.
Oleh karena itu dirinya berharap agar penerpaan PSBB bisa efektif  untuk memutus rantai penularan. Sebab menurutnya, pulih atau tidaknya  ekonomi tergantung bagaimana virus corona bisa segera diselesaikan.
&quot;Dari sisi percepatan penggunaan dalam rangka menjaga masyarakat,  social safety net, bansos meluas, pemerintah cover minimal 3 bulan,  bahkan sampai 6 bulan dan 9 bulan sampai Desember. Kita harap ini cukup  beri bantalan sosial,&quot; kata Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I hanya 2,97% saja. Angka ini di luar prediksi dari pemerintah dan pengamat ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anjloknya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin sulit. Mengingat selama tiga bulan ke depan Indonesia masih akan berjibaku menghadapi virus corona.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya
Hal ini juga membuat pemerintah harus menyiapkan skenario terburuk. Bahkan, ekonomi RI bisa berada di angka -0,4% mengingat mengawali tahun ini dengan angka yang rendah.
&quot;Ilustrasi yang kita hadapi dalam melihat ekonomi kita di kuartal II dan kemungkinan berlanjut di kuartal III, sehingga kemungkinan masuk skenario sangat berat mungkin terjadi, dari 2,3% menjadi minus 0,4%,&quot;  ujarnya dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu Malam (6/5/2020).

Menurut Sri Mulyani, salah satu yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi anjlok adalah turunnya konsumsi rumah tangga. Hal ini menyusul adanya pelaksanaan PSBB di beberapa daerah
Apalagi menurut Sri Mulyani, pemberlakuan PSBB mulai diperluas. Semula PSBB hanya dilakukan di wilayah Jabdoetabek kini, penerapan tersebut diperluas hingga ke beberapa Provinsi.
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain&quot;Kalau dilihat dari pertumbuhan 2,97% di kuartal I, yang nampak  sangat besar adalah dari sisi demand adalah konsumsi turun sangat besar.  Biasanya tumbuh di atas 5%, sekarang hanya 2,84%. Ini masih angka  kuartal I di mana sebenarnya PSBB baru diberlakukan Maret,&quot; jelasnya.
Oleh karena itu dirinya berharap agar penerpaan PSBB bisa efektif  untuk memutus rantai penularan. Sebab menurutnya, pulih atau tidaknya  ekonomi tergantung bagaimana virus corona bisa segera diselesaikan.
&quot;Dari sisi percepatan penggunaan dalam rangka menjaga masyarakat,  social safety net, bansos meluas, pemerintah cover minimal 3 bulan,  bahkan sampai 6 bulan dan 9 bulan sampai Desember. Kita harap ini cukup  beri bantalan sosial,&quot; kata Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
