<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stoqo Tutup, Startup Sembako Jadi Korban Baru Virus Corona</title><description>Pandemi virus corona atau Covid-19 kembali memakan korban.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210863/stoqo-tutup-startup-sembako-jadi-korban-baru-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210863/stoqo-tutup-startup-sembako-jadi-korban-baru-virus-corona"/><item><title>Stoqo Tutup, Startup Sembako Jadi Korban Baru Virus Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210863/stoqo-tutup-startup-sembako-jadi-korban-baru-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210863/stoqo-tutup-startup-sembako-jadi-korban-baru-virus-corona</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2020 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/08/320/2210863/stoqo-tutup-startup-sembako-jadi-korban-baru-virus-corona-6qlqJTEvrU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/08/320/2210863/stoqo-tutup-startup-sembako-jadi-korban-baru-virus-corona-6qlqJTEvrU.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 kembali memakan korban. Kali ini Stoqo Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan rintisan (startup) lokal yang harus berhenti beroperasi alias tutup.

Stoqo, startup yang bergerak di sektor bahan pangan atau sembako. Startup ini memasok bahan-bahan pangan segar seperti cabai, telur hingga bubuk kopi ke outlet makanan atau restoran

Hal ini diungkapkan Stoqo melalui situs resmi perusahaan. Stogo berhenti beroperasi karena pendapatannya turun drastis akibat pandemi virus corona. Demikian seperti dilansir The Star, Jakarta, Jumat (8/5/2020).
Baca Juga: Setelah KFC, Kini McD Tutup di Tengah Virus Corona

Tutupnya Stoqo menjadi bukti nyata bahwa perusahaan startup mengalami kerugian dengan turunnya pendapatan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona.


Hal ini membuat para startup memaksa mereka untuk memotong gaji dan pekerjaan untuk menangani krisis keuangan.
Baca Juga: McD Sarinah Tutup Selamanya, Netizen: Banyak Kenangan
Traveloka yang berbasis di Jakarta, layanan perjalanan online terbesar di Asia Tenggara juga memecat sekitar 80 karyawan di Singapura sebagai bagian dari langkah-langkah pemotongan biaya yang luas.
Stoqo didirikan pada tahun 2017 oleh mantan rekan McKinsey &amp;amp; Co  Aswin Andrison dan Angky William, mantan pengembang perangkat lunak di  Amazon.com Inc, untuk merampingkan rantai pasokan makanan dengan mencari  dan mengirimkan bahan-bahan ke restoran kecil.

Pada tahun 2019, bisnis ini tumbuh tujuh kali, melayani puluhan ribu  outlet makanan di Jabodetabek, kata Chief Executive Officer Andrison  awal tahun ini. Tapi dia enggan berkomentar soal tutupnya Stoqo.

Startup ini mempekerjakan sekitar 250 orang dan telah mendapatkan  suntikan modal dari investor termasuk Mitra Accel, Alpha JWC Ventures,  Monk's Hill Ventures dan Insignia Ventures Partners.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 kembali memakan korban. Kali ini Stoqo Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan rintisan (startup) lokal yang harus berhenti beroperasi alias tutup.

Stoqo, startup yang bergerak di sektor bahan pangan atau sembako. Startup ini memasok bahan-bahan pangan segar seperti cabai, telur hingga bubuk kopi ke outlet makanan atau restoran

Hal ini diungkapkan Stoqo melalui situs resmi perusahaan. Stogo berhenti beroperasi karena pendapatannya turun drastis akibat pandemi virus corona. Demikian seperti dilansir The Star, Jakarta, Jumat (8/5/2020).
Baca Juga: Setelah KFC, Kini McD Tutup di Tengah Virus Corona

Tutupnya Stoqo menjadi bukti nyata bahwa perusahaan startup mengalami kerugian dengan turunnya pendapatan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona.


Hal ini membuat para startup memaksa mereka untuk memotong gaji dan pekerjaan untuk menangani krisis keuangan.
Baca Juga: McD Sarinah Tutup Selamanya, Netizen: Banyak Kenangan
Traveloka yang berbasis di Jakarta, layanan perjalanan online terbesar di Asia Tenggara juga memecat sekitar 80 karyawan di Singapura sebagai bagian dari langkah-langkah pemotongan biaya yang luas.
Stoqo didirikan pada tahun 2017 oleh mantan rekan McKinsey &amp;amp; Co  Aswin Andrison dan Angky William, mantan pengembang perangkat lunak di  Amazon.com Inc, untuk merampingkan rantai pasokan makanan dengan mencari  dan mengirimkan bahan-bahan ke restoran kecil.

Pada tahun 2019, bisnis ini tumbuh tujuh kali, melayani puluhan ribu  outlet makanan di Jabodetabek, kata Chief Executive Officer Andrison  awal tahun ini. Tapi dia enggan berkomentar soal tutupnya Stoqo.

Startup ini mempekerjakan sekitar 250 orang dan telah mendapatkan  suntikan modal dari investor termasuk Mitra Accel, Alpha JWC Ventures,  Monk's Hill Ventures dan Insignia Ventures Partners.</content:encoded></item></channel></rss>
